Emas Perhiasan Vs Logam Mulia, Apa Bedanya?

Emas bisa dijadikan aset investasi tetapi tidak semua bentuk emas cocok dijadikan sebagai investasi
Bareksa • 11 Aug 2020
cover

Karyawan menyusun perhiasan emas dan logam mulia emas Antam dan UBS di salah satu toko perhiasan di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/7/2020). Produksi emas Indonesia tahun ini mengalami penyusutan di mana hingga Mei 2020 baru 9,98 ton, jauh di bawah pencapaian 2019 sebesar 109,02 ton. ANTARA FOTO/M N Kanwa

Bareksa.com - Siapa yang tidak kenal emas? Logam mulia berwarna kuning berkilau ini dinilai sangat berharga sehingga sering dijadikan perhiasan dan alat penyimpan kekayaan.

Menurut sifatnya, emas adalah logam yang tidak bisa teroksidasi sehingga disebut sebagai logam mulia. Sifat khusus ini menjadikan nilai emas tidak mudah pudar atau rusak.

Akhir-akhir ini, harga emas terus naik hingga menembus Rp1 juta per gram. Maka, banyak yang berpikir emas bisa dijadikan aset investasi tetapi tidak semua bentuk emas cocok dijadikan sebagai investasi.

Emas yang dikenal oleh masyarakat hadir dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk perhiasan atau bentuk batangan. Kedua bentuk ini kerap dianggap sebagai investasi, tetapi tidaklah sama.

Berikut perbedaan emas perhiasan dan emas batangan atau logam mulia.

1. Bentuk

Emas perhiasan bisa dibentuk berbagai macam, seperti kalung, cincin, anting, gelang, bahkan gigi emas. Tujuan emas perhiasan tentu untuk mempercantik penampilan sang pemilik atau pemakainya sehingga sengaja dipamerkan.

Sementara itu, beda emas perhiasan dengan emas logam mulia adalah, bentuk emas logam mulia biasanya dicetak seperti batangan, koin atau kepingan. Bentuk emas logam mulia ini tidak untuk dipakai di tubuh, tetapi lebih untuk disimpan dan cocok sebagai investasi.

2. Kadar Kemurnian

Kadar kemurnian emas sering kali disebut dengan karat. Kadar tertinggi 24 karat dimiliki oleh logam mulia dengan kadar emas 99,99 persen alias murni.

Sementara itu, berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya memiliki kadar 22 karat atau kemurniannya hanya sekitar 91 persen. Mengapa kadarnya tidak setinggi logam mulia?

Emas perhiasan perlu dibentuk dan dibutuhkan campuran logam lain seperti perak dan tembaga agar bentuknya tidak mudah berubah. Di sisi lain, emas murni 24 karat sifatnya lunak dan mudah berubah sehingga tidak cocok untuk perhiasan.

Maka dari itu, emas logam mulia dengan kadar 99,99 persen lebih cocok dijadikan investasi karena kemurniannya yang menjadikan nilainya lebih tinggi daripada emas perhiasan.

3. Biaya/Ongkos Pembuatan

Emas perhiasan dikenakan biaya proses pembuatan yang besarannya bisa mencapai 10 persen hingga 20 persen dari nilai emas. Namun, biasanya biaya atau ongkos pembuatan emas perhiasan, tidak akan dihitung pada nilai jual emas ketika kamu akan menjualnya.

Berbeda dengan emas perhiasan, pada emas batangan tidak ada biaya pembuatan sehingga harga beli sama dengan harga emas saat itu. Namun, investor emas batangan perlu memperhatikan nilai buyback (penjualan kembali) ketika akan menjualnya yakni harga jual emas pada hari dimaksud.

4. Penjualan Kembali (Buyback)

Emas perhiasan dapat dijual kembali di toko emas tempat kita membelinya, atau di pegadaian. Baiknya, nota pembelian emas perhiasan tidak hilang dan disertakan ketika akan menjual kembali untuk memastikan harganya. Harga penjualan biasanya dikurangi dengan ongkos yang mencapai hingga 25 persen dari harga emas.

Sama seperti halnya perhiasan, emas batangan yang disertai sertifikat dapat dijual di toko emas yang terdapat di pasar maupun pusat perbelanjaan maupun penyedia penjualan emas. Harga buyback biasanya berbeda dengan harga beli pada saat itu, tetapi selisihnya tidak sebesar ongkos emas perhiasanya

Umumnya, untuk investasi jangka panjang, emas batangan atau emas murni logam mulia akan lebih dipilih investor. Sebab, emas logam mulia nilainya cenderung stabil atau bahkan naik dari tahun ke tahun.

Tidak ingin repot investasi emas? Fitur jual beli emas secara online kini sudah tersedia di BareksaEmas, yang bisa diakses melalui aplikasi Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

Dalam fitur BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan Indogold, yaitu pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan. Indogold sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur BareksaEmas adalah logam mulia dengan wujud fisik berkadar 99,99 persen yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

Sebagai tambahan informasi, BareksaEmas hadir bagi investor yang sudah terdaftar di Bareksa yang bisa membeli emas mulai dari ukuran 0,1 gram. Wujud fisik emas di BareksaEmas juga bisa diambil atau ditarik dengan ukuran minimal 0,5 gram dan diantarkan ke alamat pemilik.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.