Sri Mulyani Anggarkan Rp29,6 T Bangun TIK, Begini Sektor Digital RI di Masa Pandemi

Pemerintah menyiapkan empat arah kebijakan pengembangan teknologi informasi dan informasi tahun depan
Abdul Malik • 25 Nov 2020
cover

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbincang dengan wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (6/6). (Bareksa)

Bareksa.com - Staf Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Menkeu) Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi, Masyita Crystallin menyatakan pemerintah melalui APBN 2021 juga memberikan dukungan agar pembangunan dan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) dapat di adopsi dengan lebih cepat serta menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

"Khususnya daerah lokasi prioritas lokasi prioritas/perbatasan dan 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ungkap Masyita dalam keterangannya dikutip Rabu (25/11/2020).

Menurut Masyita, anggaran Rp29,6 triliun yang tersebar di beberapa kementerian/lembaga maupun melalui transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dialokasikan di bidang TIK. “Pemerintah juga menyadari pentingnya pengembangan ICT (Information and Communication Technologies) ini. Karena itu ini pertama kali ICT dialokasikan cukup besar di APBN mencapai hampir 30 triliun”, jelas Masyita.

Arah kebijakan TIK untuk tahun 2021

(i) Akselerasi transformasi digital untuk penyelenggaraan pemerintahan
(ii) Mewujudkan public service delivery yang efisien dan cepat antara lain di bidang pendidikan dan kesehatan
(iii) Mengkonsolidasi dan mengoptimasi infrastruktur dan layanan bersama (shared services)
(iv) Mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan dan mendorong kesetaraan dengan tambahan akses internet pada wilayah 3T.

Kegiatan strategis bidang TIK pada tahun 2021

(i) Penyediaan base transceiver station (BTS) di 5.053 lokasi desa wilayah 3T
(ii) Penyediaan akses internet di 12.377 lokasi layanan publik
(iii) Pembangunan Pusat Data Nasional
(iv) Literasi digital, transformasi digital sektor strategis dan digital technopreneur
(v) Pengendalian penyelenggaraan sistem elektronik
(vi) Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), perangkat IT dan jaringan komunikasi
(vii) Mendukung digitalisasi pendidikan, seperti pengadaan alat TIK & media pembelajaran

Sektor Digital Tumbuh Tertinggi

Menurut catatan BPS sektor digital tumbuh tinggi selama pandemi Covid-19. Tercatat sektor komunikasi dan informasi berhasil melesat di atas 10 persen di kuartal II dan III, di saat mayoritas sektor lainnya tertekan akibat pandemi.

Sumber : Kemenkeu

Aktivitas Digital Meningkat

Menurut Masyita aktivitas digital masyarakat Indonesia meningkat pesat di masa pandemi. Menurut BPS ada sebanyak 27 persen sektor usaha yang mulai menggunakan internet dan IT untuk marketing saat pandemi Covid-19. Tercatat sektor pendidikan merupakan yang tertinggi ihingga 19,4 persen, manufaktur 7,9 persen dan perdagangan 7,3 persen.

Sebanyak 41,3 persen marketing usaha mikro kecil dan menengah kini juga sudah dillakukan secara digital. Adapun omzet UMKM non online lebih terpukul akibat pandemi mdibandingkan yang sudah memanfaatkan platform online.