Saham Rimo Cetak Frekuensi & Volume Perdagangan Terbesar, Bagaimana Prospeknya?

Saham RIMO kemarin ditutup melemah 12,9 persen menjadi Rp162
Bareksa • 12 Dec 2018
cover

Direktur Utama PT Armidian Karyatama Tbk Benny Tjokrosaputro bersama jajaran direksi dan komisaris, memaparkan rencana penawaran perdana saham (IPO) di Jakarta, Rabu (31/5)

Bareksa.com –  Saham PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) pada perdagangan Selasa, 12 Desember 2018 kemarin, ditutup melemah 12,9 persen menjadi Rp162, dibandingkan level sebelumnya Rp186. Tercatat terjadi transaksi sebanyak 11,8 juta lot atau senilai Rp220,5 miliar.

Padahal, harga saham RIMO sempat menguat hingga 27 persen di level Rp236, sebelum akhirnya bergerak fluktuatif hingga di tutup di level Rp162 per lembar saham.

Pergerakan Intraday RIMO

Sumber : Bareksa.com

RIMO Merajai Frekuensi dan Volume Perdagangan

Menariknya, bangkitnya harga saham RIMO justru menjadi favorite para pelaku pasar. Hal itu tergambarkan dimana pada hari ini, RIMO merajai Frekuensi dan volume perdagangan saham. Sehingga dapat dikatakan jika banyak pelaku pasar yang melakukan aksi jual-beli di saham yang baru bangkit ini.

Daftar 5 Saham Dengan Frekuensi dan Volume Tertinggi

Sumber : Bareksa.com

Terpantau broker NH Korindo Sekuritas (XA) menjadi broker dengan pembelian terbesar sebanyak 3,28 juta lot, diikuti oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebanyak 1,42 juta lot, dan Anugerah Sekuritas Indonesia (ID) sebanyak 849 ribu lot.

Adapun broker dengan penjualan terbesar ialah NH Korindo Sekuritas (XA) sebesar 3,57 juta lot, diikuti oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebanyak 1,4 juta lot, dan Mandiri Sekuritas (CC) sebanyak 993 ribu lot.

Akhir pekan lalu Rimo mengumumkan telah mendapat restu pemegang saham untuk menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMED) alias private placement. Perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,14 miliar saham, atau setara 10 persen.

Harga saham baru RIMO dipatok Rp155 per saham. Sehingga dari aksi korporasi ini, perseroan akan meraih dana segar Rp642,41 miliar.

Dikutip Kontan, Herman Susanto, Direktur Keuangan RIMO mengatakan aksi private placement ini akan memperkuat struktur modal karena menurunkan debt to equity ratio (DER) serta utang lancar maupun utang jangka panjang.

"Dengan kondisi keuangan yang kuat dan lebih baik tentu akan mengundang investor untuk berpartisipasi. Hal itu juga akan memberi nilai tambah bagi kinerja RIMO dan menguntungkan investor yang sudah berinvestasi karena performance dalam menghasilkan laba meningkat," kata Herman.

Pihak yang akan mengambil bagian atas saham baru yang akan dikeluarkan adalah pemegang saham RIMO yaitu Benny Tjokrosaputro dengan kepemilikan sebelumnya 8,05 persen dan Teddy Tjokosapoetro dengan kepemilikan sebelumnya 6,64 persen yang juga merupakan direktur utama RIMO.

"Adapun risiko dilusi kepemilikan saham 9,09 persen," pungkasnya.

(AM)