Laba Kuartal III 2018 Melesat 60,8 Persen, Ini Target Terdekat Harga Saham UNTR

Pendapatan anak usaha Grup Astra ini mengalami kenaikan 32,13 persen menjadi Rp61,12 triliun
Bareksa • 29 Oct 2018
cover

Alat berat milik United Tractors. (company)

Bareksa.com - Pada perdagangan Jumat, 26 Oktober 2018, harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) ditutup menguat 4,21 persen dengan berakhir di level Rp33.400 per saham.

Saham UNTR bergerak cukup atraktif pada perdagangan Jumat dengan ditransaksikan sebanyak 4.929 kali dengan nilai transaksi Rp179,71miliar.

Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer atau sebagai pembeli terbanyak saham UNTR pada perdagangan Jumat kemarin antara lain Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai pembelian Rp51,86 miliar, kemudian Bahana Sekuritas (DX) Rp25,77 miliar, dan Macquarie Sekuritas (RX) Rp20,1 miliar.

Ketiga broker tersebut masing-masing berkontribusi terhadap nilai transaksi saham UNTR secara keseluruhan yaitu 28,86 persen, 14,34 persen, dan 11,18 persen.

Kinerja Kuartal III 2018

PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang periode sembilan bulan di tahun ini 60,89 persen. Jumlah tersebut naik menjadi Rp9,07 triliun dari sebelumnya Rp5,63 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba tersebut mendorong naiknya laba per saham perusahaan menjadi Rp2.432 per saham dari sebelumnya Rp1.512 per saham di akhir September 2017.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan anak usaha Grup Astra ini mengalami kenaikan 32,13 persen menjadi Rp61,12 triliun, dari pendapatan akhir kuartal ketiga tahun lalu yang Rp46,25 tirliun.

Kenaikan pendapatan itu didorong komposisi usaha kontraktor penambangan berkontribusi Rp28,91 triliun (47 persen), disusul usaha mesin konstruksi yang berkontribusi Rp21,34 triliun (35 persen), kemudian usaha pertambangan Rp8,13 triliun (13 persen) dan bisnis industri konstruksi menyumbang Rp2,73 triliun (5 persen).

Masih di periode yang sama, kas dan setara kas perusahaan naik menjadi Rp28,61 triliun dari Rp20,83 triliun di akhir Desember 2017 lalu.

Total aset UNTR bernilai Rp107,57 triliun, terdiri dari aset lancar Rp68,51 triliun dan aset tak lancar yang bernilai Rp39,06 triliun.

Total liabilitas perusahaan dalam sembilan bulan naik menjadi Rp53,09 triliun dari sebelumnya di akhir 2017 yang sebesar Rp34,72 triliun. Dengan utang jangka pendek berjumlah Rp45,95 triliun dan utang jangka panjang Rp7,14 triliun.

Sementara jumlah ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan selama sembilan bulan sejak awal tahun ini menjadi Rp54,47 triliun dari sebelumnya di 31 Desember 2017 sebesar Rp47,53 triliun.

Analisis Teknikal UNTR


Sumber: Bareksa

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham UNTR pada perdagangan Jumat kemarin membentuk bullish candle dengan body besar disertai dengan short upper shadow yang menggambarkan saham ini bergerak positif  dalam rentang yang lebar hingga berakhir tiga tick di bawah level tertingginya.

Volume perdagangan terlihat mengalami peningkatan menandakan adanya akumulasi beli dari para pelaku pasar.Kemudian investor asing justru tercatat membukukan net buy pada perdagangan Jumat kemarin senilai Rp35,8 miliar.

Selain itu, indikator relative strength index (RSI) saham UNTR terpantau mulai bergerak naik mengindikasikan sinyal kenaikan yang cukup kuat dengan resisten terdekat di level Rp33.800 per saham.

(AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.