Apa Itu NAB per Unit Reksadana? Begini Cara Menghitungnya

NAB per unit merupakan acuan harga sebuah reksadana untuk memperhitungkan jumlah Unit dan perkiraan return reksadana.
Bareksa • 01 Oct 2018
cover

Ilustrasi seorang investor sedang menghitung keuntungan investasi, portofolio reksadana yang tergambar dalam grafik di atas kertas.

Bareksa.com – Dalam berinvestasi di reksadana, investor perlu mengenal dan memahami istilah NAB/UP (nilai aktiva bersih per unit penyertaan) atau lebih sering disebut dengan NAB saja. NAB ini berasal dari istilah dalam Bahasa Inggris, yakni NAV (net asset value)

Definisi NAB adalah jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksadana, yang sudah mencakup kas, deposito, saham dan obligasi. Adapun NAB/UP adalah harga suatu reksadana.

NAB/UP menjadi tolok ukur atau acuan perhitungan harga dari suatu reksadana. Sebab apabila kita akan bertansaksi reksadana baik beli maupun jual, kita perlu mengetahui berapa NAB suatu reksadana untuk memperkirakan jumlah unit yang akan peroleh atau perkiraan keuntungan ketika menjual reksadana. 

Jumlah unit penyertaan reksadana ini jumlahnya tetap apabila kita tidak melakukan penambahan atau pembelian reksadana kembali (top up) dan bisa berkurang apabila kita melakukan penjualan (redemption) terhadap reksadana. Sementara potensi keuntungan akan diperoleh berdasarkan pergerakan NAB reksadana yang setiap hari berubah.

Setiap hari bursa setelah selesai sesi perdagangan, NAB reksadana akan dihitung oleh bank kustodian. Kemudian hasil perhitungan NAB tersebut akan diterbitkan oleh manajer investasi selaku yang mengelola portofolio reksadana dan dipublikasi oleh berbagai media masa baik cetak maupun online.

Bagaimana cara perhitungan NAB reksadana ini? 

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa keuangan (OJK), pada hari pertama penawaran umum (initial public offering/IPO) sebuah reksadana, NAB/UP ditetapkan Rp1.000 -- ini sesuai regulasi yang berlaku.

Selanjutnya, perhitungan NAB/UP akan berubah sesuai dengan pergerakan nilainya di pasar instrumen investasi. 

Secara sederhana, NAB dihitung dengan menjumlahkan total aktiva bersih keseluruhan dana (Asset Under Management/AUM) dalam reksadana kemudian dibagi dengan jumlah total unit yang beredar.

Total aktiva bersih sendiri berasal dari nilai pasar setiap jenis aset investasi seperti saham, obligasi, surat berharga pasar uang, serta deposito; ditambah dividen saham dan kupon obligasi, kemudian dikurangi biaya operasional reksadana seperti biaya MI, biaya bank kustodian, dan lain-lain. 

Karena itulah, disebut dengan ‘aktiva bersih’ dan menyebabkan pergerakan NAB/UP reksadana mengalami perubahan setiap harinya akibat pergerakan pasar instrumen investasi yang menjadi portofolio reksadana. 

Lantas, bagaimana dengan perhitungan NAB/UP terhadap investasi reksadana yang kita lakukan? 

Untuk memahami perhitungan NAB/UP terhadap investasi reksadana tersebut, mari kita ilustrasikan pada contoh berikut ini. Misalnya kita ingin berinvestasi pada reksadana di marketplace investasi Bareksa yang saat ini fee (biaya) pembelian dan penjualan reksadana dikenakan sebesar 0 persen alias tidak ada biaya transaksi. 

Sebagai contoh kita memilih reksadana Archipelago Balance Fund, salah satu produk reksadana saham kelolaan PT Archipelago Asset Management yang kini berganti nama menjadi PT Shinhan Asset Management untuk menanamkan modal Rp5 juta dengan NAB per unit Rp1.594,26 (per tanggal 28 September 2018).  

Jumlah unit peneyertaan reksadana yang akan kita miliki ditetapkan setelah dana Rp5 juta tersebut dikurangi fee (biaya) yang ditetapkan oleh manajer investasi, lalu dibagi dengan NAB per unit reksadana. 

Dengan fee reksadana Archipelago Balance Fund yang sebesar 0 persen, maka nilai investasi bersih kita adalah Rp5 juta. sehingga kita dapat memiliki unit penyertaan reksadana sebanyak Rp 5 juta dibagi Rp1.594,26, yakni 3136,25 unit penyertaan reksadana. 

Selanjutnya, sebulan kemudian, katakanlah misalnya NAB reksadana Archipelago Balance Fund naik menjadi Rp2.000 per unit. Alhasil, dana investasi kita telah bertumbuh 25,5 persen.

Jika kita ingin menjualnya di harga Rp2.000/UP, maka kita akan mendapatkan dana sebesar harga NAB per Unit tersebut dikalikan dengan jumlah unit penyertaan Anda, yakni 3136,25, menjadi senilai Rp7.740.480

Akan tetapi, hasil tersebut masih harus dikurangi lagi dengan fee penjualan (jika diberlakukan). Jadi, jika biaya penjualan reksadana Archipelago Balance Fund sebesar 0 persen, maka nilai bersih hasil penjualan reksadana Anda sekitar Rp7.740.480

Dalam hal ini, besar kecilnya NAB reksadana tidak menunjukkan murah atau mahalnya reksadana melainkan hanya menjadi acuan harga ketika kita ingin membeli dan menjual reksadana. Tingginya NAB suatu reksadana disebabkan aset-aset dalam portofolio reksadana tersebut telah mengalami kenaikan.

Sehingga pada umumnya, NAB reksadana yang baru melakukan penawaran umum lebih kecil dibandingkan dengan NAB reksadana yang sudah lebih lama terbit. 

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

 

(AM)

* * *

Ingin berinvestasi reksadana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.