Setelah BGTG dan BBHI, Sentimen BBCA Berhembus ke Saham Grup Panin

Empat saham Grup Panin yakni PNBN, PNBS, PNIN, dan PNLF kompak menguat pada sesi I hari ini
Bareksa • 19 Sep 2018
cover

Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) mencoba produk perbankan digital saat membuka BCA Expoversary 2018 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, Jumat (9/2). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Bareksa.com – Empat saham Grup Panin kompak menguat pada sesi I perdagangan hari ini (Rabu, 19 September 2018). Penguatan harga saham-saham itu terkerek sentimen isu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang akan mengambilalih sebagian saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin.

Mengutip Kontan, BCA dikabarkan akan mengambil alih kepemilikan Australian & New Zealand Banking (ANZ). Berdasarkan laporan bulanan registrasi efek yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 31 Agustus 2018, ANZ melalui Votraint PTY Ltd mengempit 38,82 persen PNBN atau setara dengan 9,35 miliar saham.

Kabar itu pun mendapat respons positif dari investor. Terutama terhadap pergerakkan harga saham PNBN yang pada sesi I hari ini menguat 6,82 persen ke level Rp940.

Tak hanya itu, tiga saham Grup Panin lainnya ikut terkerek. Salah satunya saham PT Paninvest Tbk (PNIN) yang naik 10,1 persen ke level Rp1.145. Lalu ada PT Panin Financial Tbk (PNLF) yang naik 5,31 persen ke level Rp238 dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) yang naik 5,97 persen ke level Rp71.

Dari empat saham ini, transaksi terbesar justru ada pada saham PNLF. Dalam setengah hari, volume perdagangan PNLF mencapai lebih dari 1 juta lot dengan nilai transaksi Rp25,39 miliar.

Transaksi Empat Saham Grup Panin Sesi I Perdagangan Rabu, 19 September 2018

Sumber: Bareksa.com

Sementara itu, saham PNBN yang menjadi objek isu akan diakuisisi BCA hanya mencatat volume transaksi 215.424 lot dengan nilai Rp19,99 miliar.

Adapun masing-masing PNIN dan PNBS mencatat volume dan nilai transaksi 104.366 lot dan 334.898 lot dengan nilai masing-masing Rp12,2 miliar dan Rp2,38 miliar.

Di sisi lain, saham BBCA hanya naik tipis 0,1 persen ke level Rp24.025. Volume transaksi saham BBCA mencapai 93.120 lot dengan nilai Rp224,04 miliar.

BGTG dan BBHI

Sementara itu, dua saham bank kecil yakni PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dan PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) mulai kehilangan sentimen. Pada 17 September 2018, keduanya kompak menguat tajam hingga 34 persen.

Namun setelah itu, saham BGTG dan BBHI pada 18 September 2018 turun dalam. Saham BGTG anjlok 10,34 persen dan saham BBHI melemah 9,35 persen.

Sebelum muncul kabar mengambil PNBN, BCA terlebih dahulu dikaitkan dengan BGTG dan BBHI. Nyatanya, kemunculan kabar BCA akuisisi PNBN telah mengugurkan sentimen positif pada BGTG dan BBHI.

Menutup sesi I hari ini, saham BGTG turun 0,96 persen ke level Rp103. Sementara saham BBHI naik 0,52 persen ke level Rp195.

(AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.