Berita Hari Ini: WSBP Raih Kontrak Rp2,8 Triliun, INKP Bagi Dividen US$39,2 Juta
TKIM akan bagikan dividen US6,7 juta, harga minyak tembus US$72,76 per barel, AGII tingkatkan utilisisasi

TKIM akan bagikan dividen US6,7 juta, harga minyak tembus US$72,76 per barel, AGII tingkatkan utilisisasi
Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal, dan aksi korporasi yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 28 Juni 2018 :
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
WSBP mengantongi nilai kontrak baru Rp2,8 triliun sampai dengan Mei 2018 yang berasal dari sejumlah proyek.
Promo Terbaru di Bareksa
Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ratna Ningrum, menjelaskan perseroan mendapatkan sejumlah proyek jalan tol. Pekerjaan itu yakni tol Cibitung - Cilincing, Tebing Tinggi - Indrapura, dan Tol Probolinggo - Krasakan.
Selain proyek tol, perseroan juga mengantongi kontrak baru dari NCICD dan Rumah Kantor (Rukan) Golf Island.
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
Emiten produsen kertas, INKP membagikan dividen total US$39,22 juta untuk kinerja tahun buku 2017. Dengan perhitungan kurs tengah Bank Indonesia, nilai dividen tersebut setara Rp547,1 miliar.
Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dilaksanakan perseroan kemarin, manajemen emiten dengan sandi INKP tersebut menyebut dividen tunai per lembar saham yang akan dibagikan yaitu Rp100.
Adapun, nilai dividen US$39,22 juta setara dengan 9,5 persen dari total laba bersih yang diraup perseroan pada 2017 yaitu US$413,2 juta.
Laba bersih perseroan juga digunakan untuk cadangan perusahaan US$1 juta atau setara Rp13,95 miliar. Sisanya, akan dimasukkan entitas Grup Sinarmas sebagai saldo laba atau retained earnings.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Produsen kertas milik Grup Sinarmas lainnya, TKIM memutuskan untuk membagikan dividen US$6,7 juta untuk tahun buku 2017, atau setara Rp93,4 miliar.
Dengan nilai tersebut, dividen tunai per saham emiten dengan kode saham TKIM adalah Rp30. Jika dihitung dari laba bersih, rasio dividen TKIM mencapai 24,5 persen. Perseroan juga menggunakan US$1 juta sebagai cadangan, sisanya akan digunakan sebagai laba ditahan.
Tjiwi Kimia membukukan penjualan US$1,01 miliar pada 2017, meningkat 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2017, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TKIM melonjak 254,6 persen menjadi US$27,3 juta.
Harga Minyak Mentah Global
Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2014 pada perdagangan kemarin, setelah stok minyak mentah AS jatuh paling tajam dalam hampir dua tahun terakhir.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat 3,2 persen atau US$2,23 dan ditutup di level US$72,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Dengan WTI mencapai level tertinggi sejak 2014, para pedagang opsi minyak bertaruh akan ada kenaikan harga jangka pendek lebih lanjut.
Sementara itu, minyak Brent berjangka untuk kontrak Agustus menguat US$1,31 dan ditutup ada US$77,62 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global berada pada premium US$4,86 dibanding WTI.
PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII)
Produsen oksigen dan nitrogen murni, AGII bakal meningkatkan utilisasi menjadi 70 persen pada tahun ini.
Presiden Direktur Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengungkapkan, pada tahun lalu, utilisasi perseroan hanya 61 persen dan pada 2018 bisa meningkat menjadi 70 persen seiring adanya peningkatkan permintaan dari Indonesia bagian Timur.
Untuk itu, AGII berencana untuk menambah filling station menjadi 100 unit. Sementara itu, target filing station pada 2020 yakni memiliki 150 unit filling station.
Alokasi belanja modal untuk satu filling station senilai US$1 juta. Pada tahun ini, alokasi belanja modal perseroan Rp150 miliar hingga Rp200 miliar.
Emiten Farmasi
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tidak berencana menaikkan harga jual obatnya akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi akhir-akhir ini.
Vincent Harijanto, Ketua Litbang Perdagangan dan Industri Bahan Baku Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia mengatakan, sebanyak 95 persen bahan aktif farmasi (active pharmacy ingredients) maupun bahan kima pendukung lain masih harus diimpor.
(AM)
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.202,9 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,86 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,29 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.016,14 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



