Harga Minyak Melonjak Tembus US$70, Saham MEDC Menguat 3,4 Persen di Sesi I

AS mendorong sekutunya untuk memangkas impor minyak mentah Iran menjadi nol pada November 2018
Bareksa • 27 Jun 2018
cover

Ilustrasi harga minyak mentah bensin (BBM) global naik. Copyright: <a href='https://www.123rf.com/profile_bluebay'>bluebay / 123RF Stock Photo</a>

Bareksa.com - Harga minyak kembali melonjak. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2018 menguat ke US$70,62 per barel setelah Amerika Serikat (AS) mendorong penerapan sanksi terhadap Iran.

Mengutip Reuters, pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah AS meminta sekutunya untuk menghentikan impor minyak mentah dari Iran. "Iya, kami meminta mereka menghentikan impor”.

AS mendorong sekutunya, termasuk China dan India untuk memangkas impor minyak mentah Iran menjadi nol pada November tahun ini. Si pejabat yang enggan disebut namanya ini mengatakan, AS berniat mengisolasi sumber dana Iran.

Sekedar mengingatkan, Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC. Produksi minyak Iran melonjak setelah penghentian sanksi pada 2016 lalu.

Saham MEDC Menguat 3,4% di Jeda sesi I

Sumber : Bareksa.com

Dampak dari menguatnya harga minyak dunia, membuat harga saham PT Medco Energy (MEDC) yang mayoritas pendapatannya berasal dari penjualan minyak dunia ditutup menguat 3,4 persen menjadi Rp1.050 pada jeda perdagangan sesi I ini.

Di sisi lain, Arab Saudi berniat menggenjot produksi setelah OPEC sepakat menambah produksi hingga 1 juta barel pada pertemuan pekan lalu. Arab Saudi menargetkan produksi hingga 11 juta barel minyak per hari pada bulan depan.

Realisasi target ini akan mencatatkan rekor produksi tertinggi Arab. Meski ada potensi tambahan pasokan dari Arab, namun sentimen kabar penghentian impor minyak Iran lebih mendominasi pasar.

(AM)