Masih Tertekan, Ini Analisis Teknikal Saham SMGR
Saham SMGR pada penutupan perdagangan hari Rabu, 20 Juni 2018 ditutup melemah 1,2 persen

Saham SMGR pada penutupan perdagangan hari Rabu, 20 Juni 2018 ditutup melemah 1,2 persen
Bareksa.com - Harga saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) pada penutupan perdagangan hari Rabu, 20 Juni 2018 ditutup melemah 1,2 persen ke level harga Rp8.175 per lembar saham. Pada dasarnya penurunan tersebut terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan pada perdagangan sesi pertama yang sempat turun dalam mencapai 3,93 persen ke level harga Rp7.950 per lembar saham.
Saham SMGR sendiri ditransaksikan sebanyak 8.112 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp148,47 miliar pada perdagangan Rabu.
Menurut pantauan terhadap aktivitas broker summary, pada data perdagangan Rabu, penurunan harga saham SMGR ini didorong oleh transaksi yang dilakukan beberapa top seller, antara lain Credit Suisse Sekuritas Indonesia (CS) yang merupakan penjual terbanyak dengan menjual sebanyak 44.305 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35,8 miliar, Bahana Sekuritas menjual sebanyak 19.002 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,4 miliar, dan Merrill Lynch Sekuritas Indonesia menjual sebanyak 18.975 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,3 miliar.
Promo Terbaru di Bareksa
Adapun pembeli terbanyak saham SMGR pada hari Rabu yaitu Maybank KimEng Sekuritas membeli sebanyak 37.032 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,9 miliar dan JP Morgan Sekuritas Indonesia membeli sebanyak 23.866 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp19,3 miliar.
Selain itu, secara year to date hingga penutupan perdagangan Rabu, saham SMGR sudah tergerus sebesar 20,4 persen.
Grafik Harga Saham SMGR

Secara teknikal, terlihat saham SMGR masih berada dalam tren penurunan dan harga juga telah menembus level supportnya di harga Rp8.300. Pada penutupan perdagangan Rabu, terlihat candle menunjukkan pola small white candle dengan lower dan upper shadow yang cukup panjang, hal ini mengindikasikan sinyal akan terjadinya pembalikan arah menjadi bullish.
Sementara itu candle juga tutup di bawah indicator moving average (MA) 21 dan 34. Selain itu, indicator relative strength index (RSI) masih netral berada di level 35 persen, menunjukkan masih adanya potensi untuk mengalami pembalikan arah. Adapun volume perdagangan menunjukkan peningkatan cukup besar, dan diperkirakan mampu untuk mendobrak kenaikan harga saham SMGR.
Dilihat dari sisi fundamental, kinerja emiten semen milik negara ini memang sedang mengalami tantangan. Sepanjang kuartal I-2018, laba bersih perseroan turun 44,8 persen menjadi Rp412 miliar dari periode sama tahun lalu sebesar Rp747 miliar.
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,07 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,32 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,42 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
