Laba Unilever Turun dan Saham Anjlok, Berapa Harga Wajar UNVR?

Analisis Bareksa mencoba untuk menghitung harga wajar UNVR dengan metode sederhana yakni relative valuation
Bareksa • 25 Apr 2018
cover

Pabrik Produk Skin Care dari Unilever di Cikarang Bekasi

Bareksa.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja kurang memuaskan pada kuartal pertama tahun ini. Raksasa consumer goods itu memperoleh laba bersih Rp1,83 triliun hingga Maret tahun ini, atau turun 6,6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu Rp1,96 triliun.

Penurunan laba disebabkan oleh pos pendapatan yang turun 0,91 persen menjadi Rp10,74 triliun dari sebelumnya Rp10,84 triliun.

Di samping pendapatannya yang turun, harga pokok penjualan perseroan justru tercatat naik 0,77 persen menjadi Rp5,25 triliun dibandingkan tahun lalu Rp5,21 triliun. Kondisi itu membuat laba kotor Unilever tergerus 2,4 persen menjadi Rp5,48 triliun.

Adapun dengan pencapaian laba bersih perseroan tahun ini Rp1,83 triliun, laba bersih per saham (earning per share) Unilever mencerminkan nilai Rp241 per saham.

Harga Saham Anjlok

Sementara itu, merespons kinerja yang kurang memuaskan tersebut harga saham UNVR pada perdagangan kemarin ditutup anjlok 5,51 persen di level RP 48.000 per saham.

Terlihat adanya aksi tekanan jual yang cukup tinggi pada saham ini yang ditandai dengan volume besar serta outflow asing yang besar senilai Rp 156,27 miliar.

Pergerakan Saham UNVR Setahun Terakhir (25 April 2017 - 24 April 2018)


Sumber : Bareksa

Harga Wajar UNVR

Analisis Bareksa mencoba untuk menghitung harga wajar UNVR dengan sebuah metode sederhana yakni relative valuation berbasis price to earning ratio (PER) yakni perbandingan harga saham (price) terhadap laba per lembar saham (earning per share / EPS).

Langkah pertama adalah menentukan EPS, di mana EPS yang digunakan haruslah EPS tahunan. EPS tahunan berbeda definisinya dengan EPS kuartalan.

Misalkan EPS tahun 2017 adalah keuntungan per lembar saham selama periode 1 Januari – 31 Desember 2017, sementara EPS kuartal I tahun 2018 hanya menunjukkan keuntungan selama 1 Januari – 31 Maret 2018.

EPS Kuartal I adalah untuk periode laporan keuangan 1 Januari – 31 Maret 2018. Untuk mendapatkan data EPS Tahunan berarti harus menambahkan EPS Kuartal 1 2018 dengan EPS Tahunan 2017.

Namun penambahan ini akan menyebabkan periode EPS menjadi lebih dari 1 tahun, yaitu dari 1 Januari 2017 – 31 Maret 2018. Untuk itu perlu dikurangi lagi dengan EPS Kuartal 1 2017. Adapun secara matematika, bisa digambarkan sebagai berikut.

EPS Annualized Kuartal 1 Tahun 2018
=  EPS Q1 2018 + EPS Tahunan 2017 – EPS Q1 2017
= (1 Jan  – 31 Maret 2018) + (1 Jan – 31 Des 2017) – (1 Jan – 31 Maret 2017)
= Rp 241 + Rp 918 – Rp 257
=Rp 902

Setelah mendapatkan angka EPS yang disetahunkan tersebut, langkah berikutnya adalah menentukan angka PER untuk mendapatkan harga wajar UNVR.

Adapun PER yang dapat digunakan untuk mencari harga wajar tersebut dapat menggunakan rata-rata PER dalam lima tahun terakhir, di mana rata-rata PER UNVR selama periode 2013 hingga 2017 diperoleh angka 47,42 .

Langkah terakhir adalah mengalikan EPS yang disetahunkan tadi dengan rata-rata PER dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya persamaan PER adalah sebagai berikut :


Berdasarkan persamaan tersebut dapat kita modifikasi untuk mencari harga wajar dengan persamaan sebagai berikut :


Karena itu, harga wajar UNVR berdasarkan relative valuation berbasis PER yaitu diperoleh hasil Rp42.775 (47,42 x Rp 902).

Apabila dibandingkan dengan penutupan Selasa, 24 April 2018 di level Rp48.000, maka dapat dikatakan harga saham UNVR saat ini masih tergolong overvalue sekitar 12,22 persen. (AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.