Kementerian BUMN Dukung WSKT dan JSMR Divestasi Tol Melalui RDPT

Divestasi melalui RDPT merupakan inovasi BUMN mencari sumber pendanaan di pasar modal
Bareksa • 27 Mar 2018
cover

Sejumlah pekerja mengerjakan pembangunan Tol Semarang-Batang di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/1). Pembanguan fisik tol sepanjang 75 kilometer tersebut mencapai 65,734 persen dan pengadaan tanah mencapai 98,17 persen (data terakhir PT Jasa Marga Semarang-Batang akhir Desember 2017). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Bareksa.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung rencana PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melepas sebagian saham di ruas tolnya melalui reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Divestasi melalui RDPT merupakan inovasi BUMN mencari sumber pendanaan di pasar modal.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang mengungkapkan, divestasi melalui RDPT merupakan langkah untuk memperkuat keuangan perseroan. Oleh sebab itu, pendanaan melalui instrumen RDPT dinilai cocok bagi Jasa Marga dan Waskita Karya yang banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

“RDPT diterapkan guna menjaga convenant dan profit perusahaan agar tetap baik,” terangnya dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Maret 2018.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa apabila semua investasi kedua perusahaan didanai melalui pinjaman bank, maka dalam jangka pendek profit perusahaan akan tertekan oleh bunga, sementara jalan tol yang sudah dikerjakan belum beroperasi. Maka dari itu, penerbitan RDPT dengan proyek jalan tol sebagai aset dasarnya (underlying asset) dinilai menjadi alternatif terbaik.

Sebagai informasi, RDPT adalah produk investasi yang dikhususkan bagi pemodal profesional yang memiliki kemampuan untuk membeli unit penyertaan dan melakukan analisis investasi terlebih dahulu. Meski mirip dengan reksadana konvensional, jumlah pihak yang berinvestasi pada RDPT dibatasi tidak boleh lebih dari 50 pihak.

Kementerian BUMN terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar segera memperoleh persetujuan. Sejauh ini, OJK sudah merestui rencana RDPT yang akan dilakukan Waskita Karya.

Rencananya, anak usaha Waskita Karya, yakni PT Waskita Toll Road (WTR), akan mendivestasikan sahamnya di tiga ruas tol yang saham mayoritasnya dimiliki perseroan. Tiga ruas tol tersebut dioperasikan oleh anak usaha WTR, yakni PT Semesta Marga Raya, PT Pejagan Pemalang Toll Road dan PT Transjawa Parpro.

Berdasarkan laporan keuangan Waskita Karya tahun 2017, perseroan memiliki 60,15 persen saham Semesta Marga Raya. Total aset yang dibukukan Semesta Marga Raya adalah Rp3,57 triliun dan membukukan kerugian Rp255,8 miliar sepanjang 2017.

Kemudian, perseroan memiliki 77,10 persen saham Pejagan Pemalang Toll Road. Total aset yang tercatat atas perusahaaan tersebut adalah Rp5,87 triliun dengan kerugian bersih perusahaan itu pada tahun lalu mencapai Rp151 miliar.

Sedangkan pada perusahaan yang ketiga, Waskita memiliki 77,10 persen saham pada Transjawa Paspro. Total aset Transjawa Paspro tercatat Rp3,26 triliun dan perusahaan itu masih membukukan kerugian Rp57,31 miliar sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, Jasa Marga berencana mendivestasikan saham di tiga anak usahanya, yakni PT Jasamarga Semarang Batang, PT Jasamarga Solo Ngawi dan PT Ngawi Kertosono Jaya. (hm)