Benny Tjokro Realisasikan Suntikan Modal Tahap Kedua Untuk MYRX

Dari target Rp1,01 triliun, maka Hanson telah memperoleh dana sekitar Rp449,98 miliar
Bareksa • 09 Jan 2018
cover

Manajemen PT Hanson International Tbk dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (23/11)

Bareksa.com – Benny Tjokrosaputro kembali merealisasikan penyetoran modal kepada PT Hanson International Tbk (MYRX). Dalam tajuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tahap kedua ini, Benny melakukan setoran Rp249,99 miliar, bagian dari komitmen senilai hingga Rp1,01 triliun.

Melalui publikasi media massa yang terbit hari ini (Selasa, 9 Januari 2018), manajemen Hanson mengumumkan setoran modal Benny tersebut setara dengan 1,97 miliar saham. Artinya, harga pelaksanaan dalam aksi yang bisa disebut sebagai private placement ini Rp127 per saham.

Manajemen perseroan menyampaikan, dana hasil setoran modal dari Benny -- yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Hanson -- akan digunakan untuk tambahan modal disetor pada salah satu entitas anak. “Yakni PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) yang bergerak di bidang properti,” tulis manajemen perseroan.

Manajemen Hanson menambahkan, tambahan setoran modal kepada MMJ dilakukan oleh perseroan dalam rangka ekspansi, yaitu pembelian lahan baru di anak usaha.

Sebelum setoran modal tahap dua ini, Hanson juga telah mendapat suntikan modal tahap pertama atas 1,57 miliar saham pada harga yang sama Rp127. Saat itu, jumlah penyetoran modal oleh Benny melalui penambahan modal tanpa HMETD ini mencapai Rp199,99 miliar.

Suntikan modal sebelumnya itu pun digunakan untuk keperluan yang sama yakni sebagai tambahan modal MMJ dalam rangka ekspansi pembelian tanah di anak usahanya.

Dengan realisasi setoran modal tahap dua ini, maka secara keseluruhan Hanson telah mendapat dana sekitar Rp449,98 miliar dari Benny yang merupakan pemegang sahamnya. Per 22 Desember 2017, Benny merupakan pemilik 10,82 miliar saham MYRX atau setara dengan 13,75 persen.

Tabel: Kepemilikan Saham Benny Tjokro di MYRX per 22 Desember 2017

Sumber: BEI

Adapun total saham baru yang diterbitkan melalui penambahan modal tanpa HMETD ini telah mencapai 3,54 miliar. Jika mengacu pada rencana, Hanson akan menerbitkan 7,98 miliar saham baru atau 10 persen dari modal disetor.

Dengan begitu, Hanson masih memiliki sisa 4,44 miliar saham untuk kembali diterbitkan kepada Benny dari target dana dari aksi korporasi ini mencapai Rp1,01 triliun. (Baca juga Bagaimana Potensi Saham MYRX Pasca Private Placement?)

Harga pelaksanaan private placement kali ini terpantau lebih tinggi daripada harga saham MYRX di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Hingga jeda siang hari ini 9 Januari 2017, harga saham MYRX diperdagangkan di Rp113 per lembar, atau turun 4,32 persen dibandingkan level penutupan kemarin.

Grafik Pergerakan Harga Saham MYRX Intraday

Sumber: Bareksa.com

Sebelumnya, jika dilihat secara historikal, penambahan modal bertahap oleh Benny kepada Hanson ini bukanlah yang pertama kali. Pada akhir 2015, Hanson juga melakukan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, dengan Benny sebagai pembeli siaga.

Aksi tersebut dilakukan pada 11 Desember 2015. Pada saat itu, Hanson menerbitkan 1,5 miliar saham baru atau 10 persen dari modal disetor, dengan harga Rp700 per saham. Perusahaan properti ini  meraup dana sebesar Rp1,05 triliun. (hm)