Pasca Akuisisi, Bank Danamon Bakal Lebih Pede Beroperasi dengan CAR 23,8 Persen

BI akan segera menerapkan Basel III secara penuh pada 2019, standar CAR naik dari 8 persen menjadi 10,5 persen
Bareksa • 28 Dec 2017
cover

Booth Bank Danamon saat Indonesia Banking Expo di JCC, 18 September 2017. (Sumber : akun Facebook @DanamonIndonesia)

Bareksa.com – Bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (MUFG), pada Selasa, 26 Desember 2017, mengumumkan rencananya mengambil alih 73,8 persen saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersayarat dengan Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI) dan para penjual lainnya. AFI merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. Keduanya merupakan afiliasi dari badan usaha milik negara Singapura, Temasek Holdings. (Baca : Lepas Saham Bank Danamon, Temasek Bakal Raup Untung Rp18,6 Triliun)

Bagaimana peta bisnis Bank Danamon pasca akuisisi tersebut?

Akuisisi merupakan salah satu strategi jitu bagi MUFG dalam mengembangkan sayap bisnis di industri perbankan nasional. Tanpa susah payah membangun infrastruktur (mulai dari jaringan kantor cabang dan sumber daya manusia atau SDM), MUFG dapat segera melakukan penetrasi pasar di Indonesia. (Lihat : Meroket 14 Persen Pasca Pengumuman Akuisisi, Ini Analisa Teknikal Saham BDMN)

Meski begitu, Bank Indonesia (BI) akan segera menerapkan Basel III secara penuh pada 2019 yang bertujuan untuk memperkuat modal dan kesehatan serta daya tahan bank dalam menghadapi krisis. Kelak ketika Basel III sudah diberlakukan, standar kecukupan modal minimum (capital adequacy ratio atau CAR) akan naik dari minimal 8 persen saat ini menjadi minimal 10,5 persen.

Sekedar tambahan informasi, Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) level mana pun harus meningkatkan modal inti. Di sinilah Bank Danamon akan memiliki keuntungan pasca akuisisi tersebut lantaran didukung MUFG yang bermodal raksasa kelas global. Terlebih, Bank Danamon saat ini sudah memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,8 persen per September 2017. (Baca : Akuisisi 73,8 Persen Saham BDMN, Ini Rincian Target MFUG Berkompetisi di ASEAN)

Nantinya di bawah MUFG, Bank Danamon bakal terus memperluas pangsa pasar usaha kecil dan menengah (UKM), perusahaan (enterprise) dan perumahan (mortgage). (Baca : Ini Alasan MFUG Ingin Kuasai 73,8 Persen Saham Bank Danamon)

Grafik : Komposisi Loan Portfolio Bank Danamon

Sumber : Perusahaan, diolah Bareksa

Sekedar mengingatkan, 2018 merupakan tahun batas akhir bagi bank untuk mampu menyalurkan kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) minimal 20 persen untuk kredit produktif yang meliputi kredit modal kerja dan investasi. Kewajiban itu sejalan Peraturan BI Nomor 14/22/PBI/2012 yang bertujuan untuk mendorong penyaluran kredit ke UMKM. (AM) (Baca : BEI : MUFG Wajib Tender Offer, Tetapi Sisakan 20 Persen Saham BDMN untuk Publik)