Lepas Saham Bank Danamon, Temasek Bakal Raup Untung Rp18,6 Triliun

Laba bersih Bank Danamon naik 65 persen pada Oktober 2017 karena penurunan credit impairment
Bareksa • 28 Dec 2017
cover

Booth Bank Danamon saat Indonesia Banking Expo di JCC, 18 September 2017. (Sumber : akun twitter @danamon)

Bareksa.com – Bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (MUFG), pada Selasa, 26 Desember 2017, mengumumkan rencananya mengambil alih 73,8 persen saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersayarat dengan Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI) dan para penjual lainnya. AFI merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. (Baca : Meroket 14 Persen Pasca Pengumuman Akuisisi, Ini Analisa Teknikal Saham BDMN)

Kini Asia Financial memiliki 67,37 persen saham Bank Danamon. Transaksi 40 persen saham itu bernilai US$1,7 miliar atau setara dengan Rp22,95 triliun (kurs Rp13.500). Baik Asia Financial maupun Fullerton merupakan perusahaan afiliasi badan usaha milik negara Singapura, Temasek Holdings. Temasek via Asia Financial membeli saham Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN) senilai US$321 juta.

Kalau transaksi itu terwujud, Temasek akan mendapatkan keuntungan setidaknya US$1,38 miliar atau Rp18,62 triliun. Plus masih menyisakan 27,37 persen saham Bank Danamon. Di Indonesia, MUFG sudah memiliki saham di dua bank yakni Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd dan PT Bank Nusantara Parahiyangan Tbk. (Lihat : Akuisisi 73,8 Persen Saham BDMN, Ini Rincian Target MFUG Berkompetisi di ASEAN)

Kinerja Bank Danamon Hingga Oktober 2017

Mengacu pada kinerja bulanan yang dipubilkasi melalui website perseroan, Bank Danamon mampu membukukan laba setelah pajak Rp3,2 triliun atau melonjak 65 persen dari periode yang sama pada 2016. Meski pendapatan bunga cenderung menurun dari Rp11,9 triliun menjadi Rp10,7 triliun, kenaikan laba bersih lebih disebabkan oleh adanya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) di sisi kredit. (Baca : Ini Alasan MFUG Ingin Kuasai 73,8 Persen Saham Bank Danamon)

Grafik : Historikal Credit Impairment di Bulan Oktober (Rp Triliun)

Sumber : Perusahaan, diolah Bareksa

Impairment adalah penurunan nilai aset karena nilai tercatat aset (carrying amount) melebihi nilai yang akan dipulihkan (recoverable amount) melalui penggunaan atau penjualan asset. Impairment atau penurunan nilai terjadi nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkan. (Baca : BEI : MUFG Wajib Tender Offer, Tetapi Sisakan 20 Persen Saham BDMN untuk Publik)

Dalam hal ini, kinerja Bank Danamon yang cenderung meningkat pada bulan Oktober 2017 lebih disebabkan adanya penurunan credit impairment, padahal pendapatannya baik melalui pendapatan bunga maupun pendapatan operasional selain bunga tengah menurun jika dibandingkan Oktober 2016.

Hal ini terefleksikan pada rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang mencapai 3,3 persen per September 2017, turun dari 3,5 persen per September 2016. Angka NPL 3,3 persen itu masih di atas rata-rata industri 2,93 persen per September 2017 yang turun (membaik) dari 3,05 persen pada bulan sebelumnya. (Lihat : Saham BDMN Meroket 15 Persen, Setengah Transaksi oleh Broker ini)

Sekedar informasi, proses pembelian saham MUFG akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, MUFG akan membeli 19,9 persen saham Bank Danamon, dengan harga Rp8.323 atau US$0,61 per saham dan dengan jumlah investasi Rp15,875 triliun atau setara US$1,171 miliar. (AM) (Baca : Berita Hari Ini: MUFG Caplok 73,8% Saham BDMN, Minyak WTI Dekati US$60 per Barel)