MNCN Disuspen, Saham Konglomerasi Grup MNC Banyak Ditransaksikan Broker Afiliasi

MNCN disuspen atas permintaan perusahaan, seiring adanya dugaan transaksi ilegal atas penjualan saham
Bareksa • 14 Dec 2017
cover

CEO Grup MNC Hary Tanoesoedibjo bersama Direktur Utama MNC Kapital Andrew Haswin tengah berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (14/8)

Bareksa.com- Perdagangan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sejak sesi pertama hari ini 14 Desember 2017, dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena permintaan perusahaan, seiring adanya dugaan transaksi ilegal atas penjualan saham. Pada saat yang sama, saham-saham Grup MNC lainnya masih ramai ditransaksikan oleh broker afiliasi konglomerasi milik Hary Tanoesoedibjo tersebut.

Berdasarkan pantauan aktivitas broker pada perdagangan hari ini, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang juga sebagai induk usaha Grup MNC paling banyak ditransaksikan hari ini. Volume transaksi saham BMTR mencapai 58,3 juta lembar saham senilai Rp32,4 miliar, pada harga rata-rata Rp555 per saham.

Menurut pantauan Bareksa, MNC Sekuritas (EP) tercatat sebagai broker yang mendominasi perdagangan saham BMTR pada hari ini. EP membeli sebanyak 49,3 juta lembar saham BMTR pada harga rata-rata Rp553,6 per saham senilai Rp27,3 miliar. Sementara itu, EP juga tercatat menjual saham sebanyak 499.000 lot saham pada harga rata-rata Rp553,5 per saham senilai Rp27,7 miliar.

Transaksi jual beli yang dilakukan oleh EP kurang lebih setara 85 persen seluruh saham BMTR yang mencapai Rp32,4 miliar hari ini.

Adapun harga saham BMTR hingga pukul 15.15 WIB hari ini berada di level Rp570 per saham atau naik 3,6 persen dari level penutupan kemarin di level Rp550.

Grafik: Pergerakan HargaSaham BMTR Intraday

Sumber: Bareksa. com

Selain BMTR, saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) juga paling banyak ditransaksikan oleh EP. Broker ini membeli 15 juta lot saham BHIT pada harga rata-rata Rp94, senilai Rp1,4 miliar. EP juga tercatat menjual 152.000 lot saham BHIT pada harga rata-rata Rp94 per saham senilai Rp1,4 miliar.

Nilai transaksi saham yang dilakukan EP setara 67 persen dari seluruh transaksi saham BHIT yang mencapai Rp2,1 miliar.

Dari sisi harga, saham BHIT tidak mengalami perubahan hingga sore hari ini dibandingkan level penutupan kemarin.

Grafik: Pergerakan Harga Saham BHIT Intraday

Sumber: Bareksa. com

Pada saat yang sama, saham  PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) paling banyak dibeli oleh EP sebanyak 200 lot pada harga rata-rata Rp935 per saham senilai Rp18,7 miliar. Angka tersebut setara 96,8 persen seluruh transaksi saham MSKY yang mencapai Rp19,3 juta hari ini.

Meskipun demikian, harga saham MSKY terpantau turun 3,7 persen ke level Rp900 dari sebelumnya Rp935.

Grafik: Pergerakan Harga Saham MSKY Intraday

Sumber: Bareksa. com

Seperti diberitakan sebelumnya, Media Nusantara Citra meminta perdagangan sahamnya dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia, seiring adanya dugaan transaksi ilegal atas penjualan saham emiten media tersebut. Bursa pun memberikan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham MNCN mulai sesi pertama hari ini.

Berdasarkan siaran pers tertanggal 14 Desember 2017 yang diterima Bareksa, manajemen MNCN meminta suspensi tersebut karena ada dugaan transaksi saham melalui broker Nomura Sekuritas Indonesia. Perusahaan akan mengajukan pencabutan status suspensi tersebut setelah saham yang dipegang oleh induk usaha Global Mediacom telah secara resmi diblokir untuk mencegah penjualan saham mencurigakan di masa mendatang.

DISCLAIMER

Publikasi ini hanya menampilkan dinamika perdagangan saham dan tidak dimaksudkan untuk menjadi dasar keputusan investasi apapun. Investor harus menetapkan sendiri keputusan investasi sesuai dengan strategi dan tujuan investasi. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.