Berita / Kategori / Artikel

Realisasi Investasi Masih Bergantung Asing dan Berpusat di Jawa? Ini Analisanya

Meski begitu, nilai investasi di luar Jawa naik jadi Rp 79,7 triliun di kuartal II atau 46,6 persen dari total investasi
• 27 Jul 2017
cover

Direktur PT Chandra Asri Perkasa Suhat Miyarso (tengah) didampingi Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) Suryandi (kiri), menyerahkan dokumen perizinan investasi pembangunan pabrik olefins tahap satu kepada Direktur Pelayanan Aplikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Iwan Suryana (kanan) di Kantor BKPM, Jakarta. ANTARA FOTO/Audy Alwi

Bareksa.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal mengumumkan realisasi investasi baik domestik maupun asing pada kuartal II 2017 menembus angka Rp 170,9 triliun. Kepala BKPM, Thomas Lembong, menyatakan angka tersebut naik 12,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2016 sebesar Rp 151,6 triliun.

Nilai investasi Triwulan II 2017 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama 3 bulan periode laporan (April-Juni 2017) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Di luar investasi migas, perbankan, lembaga keuangan non bank, asuransi, sewa guna usaha, dan industri rumah tangga.

Grafik : Perkembangan Realisasi Penanaman Modal (Rp Triliun)

Sumber : BKPM, diolah Bareksa

Nilai investasi dihitung dengan rasio konversi kurs US$ 1 setara dengan Rp 13.300 sesuai dengan APBN 2017. Realisasi investasi sepanjang semester I meningkat 12,9 persen dari Rp 298,1 triliun menjadi Rp 336,7 triliun.  Nilai tersebut telah mencapai 49,6 persen dari target tahunan yang dipatok BKPM sebesar Rp 678,8 triliun dengan rincian dari PMA Rp 429 triliun dan PMDN sebesar Rp 249,8 triliun.

Penanaman Modal Masih Bergantung Asing dan Berpusat di Jawa

Sumber : BKPM

Berdasarkan data BKPM, selain jumlah dana investasi yang terealisasi hingga semester I 2017 masih didominasi oleh pihak asing, dalam 6 bulan pertama di tahun ini, alokasi dana investasi yang masuk ke Pulau Jawa masih lebih besar dibandingkan luar Jawa. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik tersebut, di mana dari total dana investasi yang masuk mencapai Rp 336,7 triliun, sebanyak 54 persen atau Rp 181,7 triliun dialokasikan untuk berinvestasi di Pulau Jawa di berbagai sektor usaha. Sedangkan sisanya sebesar Rp 155 triliun atau 46 persen dari total dana investasi dialokasikan ke 4 pulau besar di Indonesia selain Jawa.

Meski begitu, nilai investasi di luar Jawa naik jadi Rp 79,7 triliun di kuartal II atau setara 46,6 persen dari total investasi. Kontribusi itu naik dibandingkan periode yang sama di 2016 yang kontribusinya hanya 45,9 persen. “Adapun realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 91,2 triliun di kuartal II atau menyumbang 53,4 persen,” ungkapnya.

Menurut Thomas, realisasi investasi baik PMDN maupun  PMA berdasarkan 5 besar lokasi proyek di antaranya DKI Jakarta dan Jawa Barat masing-masing sebesar Rp 24,8 triliun atau menyumbang masing-masing 14,5 persen. Kemudian investasi di Jawa Timur sebesar Rp 21,3 triliun (12,5 persen), Banten Rp 11,5 triliun (6,7 persen), dan Sumatera Selatan Rp 10,6 triliun (6,2 persen).

Tags: