BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Adu Kuat Saham RIMO Di Pasar Regular, Negosiasi, dan Tunai

Bareksa16 Maret 2017
Tags:
Adu Kuat Saham RIMO Di Pasar Regular, Negosiasi, dan Tunai
Seorang pria dan wanita memperhatikan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Harga saham RIMO di pasar masih lebih tinggi dari harga rights issue

Bareksa.com – Naik 36 persen sejak lepas dari suspensi dari Rp190 ke Rp260, saham PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) harus menelan pil pahit pada perdagangan Kamis, 16 Maret 2017. Sebelum berakhir perdagangan sesi I, saham RIMO ambrol dan menyentuh batas bawah auto rejection dengan catatan penurunan 25 persen.

Atas penurunan itu, saham RIMO kembali ke level Rp195 atau berbeda lima poin dari saat masih menyandang status suspensi sejak 2014.

Apa sebab penurunan saham RIMO? Pertama adalah status peningkatan dan aktivitas di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA). Status UMA RIMO tertuang dalam surat Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 Maret 2017. (Baca Juga : Meroket 150% Sepekan, Saham BINA & RIMO Masuk Radar UMA)

Promo Terbaru di Bareksa

Seperti status UMA lainnya, BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan atas konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Grafik: Pergerakan Saham RIMO Setelah Lepas Dari Suspensi

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Sentimen kedua yang menjatuhkan saham RIMO adalah publikasi harga penawaran umum terbatas I dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam prospektusnya, harga rights issue RIMO ditetapkan Rp101 per saham.

Dengan melepas 40,59 miliar saham, maka nilai rights issue RIMO mencapai Rp4,1 triliun. Saham-saham baru RIMO tersebut akan diserap Benny Tjokrosaputro sebesar Rp3,2 triliun, Teddy Tjokrosaputro Rp284,08 miliar, Anne Patricia Sutanto Rp355,1 miliar, dan Ludjianto Setijo Rp106,53 miliar.

Dalam rights issue ini, Rimo juga melakukan objek penyetoran atas saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) senilai dengan 99,9982 persen saham PT Hokindo Properti Investama.

Selain itu, BEI pada 14 Maret 2017 mempublikasikan penyesuaian pedoman harga tawar menawar di pasar tunai saham RIMO. Harga saham RIMO di pasar tunai mulai 15 Maret 2017 menjadi Rp242 dari sebelumnya Rp625.

Berbeda dengan harga saham di pasar regular, saham RIMO di pasar tunai pada 16 Maret 2017 naik menjadi Rp260. Mengacu pada harga teoritis di pasar tunai, maka catatan itu naik 7,43 persen. Sementara itu, saham RIMO di pasar negosiasi diperdagangkan pada Rp200 atau turun 4,76 persen dari posisi 15 Maret 2017 Rp210. (hm)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,61

Up0,60%
Up3,49%
Up0,01%
Up7,75%
Up17,70%
Up43,65%

STAR Stable Income Fund

1.899,32

Up0,51%
Up2,82%
Up0,01%
Up6,45%
Up30,02%
Up62,01%

I-Hajj Syariah Fund

4.755,2

Up0,55%
Up2,78%
Up0,01%
Up6,46%
Up22,18%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,13

Up0,56%
Up2,12%
Up0,01%
Up5,47%
Up20,26%
Up50,06%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,96

Up0,52%
Up1,50%
Up0,01%
Up2,50%
Down- 2,95%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua