Benny dan Teddy Tjokro Jadi Stanby Buyer, Ini Rincian Private Placement RIMO

Perseroan masih akan menggelar RUPSLB pada 6 Desember 2018
Bareksa • 30 Oct 2018
cover

Pekerja melintas dengan latar belakang pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta, Selasa (15/5). IHSG kembali ditutup melemah, turun hingga 1,83 persen ke level 5.838. Sejak perdagangan dibuka, IHSG sudah terkoreksi 0,35 persen di level 5.926. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bareksa.com – Setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan lalu, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement. Saham-saham baru perseroan sebanyak 4,14 miliar dihargai Rp155 per saham.

Angka tersebut tertuang dalam keterbukaan informasi perseroan hari ini (Selasa, 30 Oktober 2018). Manajemen Rimo menyampaikan, pihak yang akan mengambil bagian atas saham baru private placement adalah pemegang saham perseroan yaitu Benny Tjokrosaputro dan Teddy Tjokrosapoetro.

Benny saat ini merupakan pemiliki 8,05 persen saham RIMO sementara Teddy pemilik 6,64 persen saham RIMO. Jika keduanya merealisasikan private placement ini, maka perseroan berpotensi meraup dana Rp642,41 miliar.

Dengan ditetapkannya harga pelaksanaan private placement, perseroan masih harus melalui RUPSLB kembali. Perseroan menetapkan, RUPSLB tersebut akan berlangsung pada 6 Desember 2018 mendatang.

Sementara itu, dengan asumsi seluruh saham baru yang diterbikan dari saham portepel dalam rangka private placement, maka pemegang saham perseroan dalam jangka pendek akan terkena risiko dilusi kepemilikan saham 9,09 persen.

Komposisi Pemegang Saham RIMO Sebelum dan Sesudah Private Placement

Sumber: keterangan perseroan

Perseroan menegaskan pelaksanaan private placement tersebut bertujuan untuk membayarkan sebagian dan/atau seluruh pinjaman yang akan jatuh tempo sehingga akan mengurangi beban bunga yang harus ditanggung perseroan di kemudian hari.

Selain itu, private placement oleh perseroan dapat memperkuat struktur modal perseroan dengan menurunkan debt to equity ratio (DER) serta jumlah utang lancar maupun utang jangka panjang sehingga mengindikasikan kondisi keuangan perseroan yang lebih baik.

“Sehingga mengundang investor lokal maupun asing untuk berpartisipasi menginvestasikan modalnya dalam perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan,” tulis manajemen Rimo.

Rincian Penggunaan Dana Private Placement

Dana tambahan yang akan diperoleh perseroan melalui private placement setelah dikurangi biaya emisi sebesar 0,4 persen akan dipergunakan untuk membayarkan sebagian dan/atau seluruh pinjaman yang akan jatuh tempo sehingga akan mengurangi beban bunga yang harus ditanggung perseroan di kemudian hari.

Berikut adalah keterangan mengenai pinjaman yang akan dibayarkan;

  1. Sekitar 24,75 persen akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman dari PT Mulia Manunggal Karsa kepada entitas anak perseroan yakni PT Hokindo Properti Investama. Berikut adalah keterangan mengenai pinjaman dari PT Mulia Manunggal Karsa:

    Kreditur : PT Mulia Manunggal Karsa
    Jumlah pinjaman : Rp150 miliar
    Tingkat bunga : 6 persen per tahun
    Tanggal jatuh tempo : 30 Desember 2018
    Tujuan pinjaman : Penambahan/penyertaan modal Entitas Anak
    Jumlah yang akan dibayarkan : Rp159 miliar
    Sisa pinjaman setelah rencana pembayaran : nihil
  1. Sekitar 74,84 persen untuk membayarkan sebagian pinjaman dari pihak terafiliasi Benny Tjokrosaputro, dengan keterangan sebagai berikut:

    Kreditur : Benny Tjokrosaputro
    Jumlah pinjaman : Rp707.78 miliar
    Tingkat bunga : 10 persen per tahun setelah jatuh tempo
    Tanggal jatuh tempo : 30 Desember 2018
    Tujuan pinjaman : Pembelian lahan serta modal kerja entitas anak
    Jumlah yang akan dibayarkan : Rp480,81 miliar
    Sisa pinjaman setelah rencana pembayaran : Rp226,97 miliar (berikut setelahnya akan ditambahkan bunga pinjaman)

 

(AM)