Punya Aset Rp31,8 T, Bisakah Jasa Marga Manfaatkan Revaluasi dan DIRE?

Dua paket kebijakan ekonomi ini sangat baik untuk perusahaan yang bergerak di bidang properti dan infrastruktur.
Bareksa • 28 Oct 2015
cover

Dirut Jasa Marga Adityawarman (tengah) didampingi jajaran direktur (kiri ke kanan) Christianto Priambodo, Reynaldi Hermansyah, Hasanuddin dan Muh.Najib Fauzan memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (18/3).(ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Bareksa.com - Emiten pelat merah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menunggu aturan resmi dari pemerintah untuk memanfaatkan paket kebijakan tahap V yang dikeluarkan Kamis, 22 Oktober 2015. Dalam paket kebijakan tersebut pemerintah menurunkan pajak untuk perusahaan yang akan melakukan revaluasi dan juga menghilangkan pajak berganda untuk Dana Investasi Real Estate (DIRE).

Direktur Keuangan JSMR Reynaldi Hermansjah kepada Bareksa, Rabu 28 Oktober 2015 mengatakan bisnis JSMR mempunyai perbedaan dengan kriteria dalam kebijakan ekonomi tahap V tersebut. "Masih kami kaji apakah aturannya masih memungkinkan atau tidak," katanya.

Untuk DIRE, kata dia, perusahaan harus mempunyai aset yang sudah berjalan. Padahal, aset milik JSMR berbeda dengan milik perusahaan properti. "Aset yang kami miliki bersifat konsesi dan intangible. Jadi tidak seperti properti," katanya.

Mengenai revaluasi, Reynaldi mengatakan JSMR juga masih menunggu peraturan resmi dari Kementerian Keuangan. Walaupun memiliki 576 kilometer jalan tol di seluruh Indonesia, tapi aset tersebut sebenarnya merupakan milik negara.

Selama ini, menurut Reynaldi, tanah untuk pembangunan jalan tol pun bukan tercatat sebagai milik JSMR, melainkan milik negara.

"Kami tidak punya tanah karena semuanya milik negara dan kami hanya memegang hak konsesi selama sekian tahun," ujarnya.

Lantaran perbedaaan mekanisme inilah, menurut dia, perseroan masih mengkaji apakah kebijakan revaluasi dan penghapusan double tax dalam DIRE bisa dimanfaatkan perseroan untuk mengembangkan usaha.

Sebelumnya, JSMR juga telah menyiapkan belanja modal (capex) paling kecil sebesar Rp 10 triliun pada 2016. Angka ini melonjak dua kali lipat dibanding anggaran serupa pada tahun ini.

Capex ini akan digunakan untuk pengerjaan 13 ruas jalan tol yang masih dikerjakan hingga tahun depan. Ketiga belas jalan ruas tersebut memiliki panjang hingga 460 kilometer dan membutuhkan investasi hingga Rp40,35 triliun. (baca juga: MARKET FLASH: JSMR Siapkan Capex Rp10 Triliun 2016; PTBA & Inalum Bangun PLTU)

Pertumbuhan Aset JSMR

Sumber: Perseroan diolah Bareksa

Nilai aset JSMR setiap tahunnya terus berkembang sejak 2010. Hingga 2014, aset perseroan melonjak menjadi Rp31,85 triliun. Selain JSMR, beberapa perusahaan pelat merah sudah melakukan kajian untuk melakukan revaluasi. (baca juga: Lakukan Revaluasi, Aset PLN Bisa Bertambah Rp200 T,  Mandiri Rp50 T)