Meski Ekonomi Melambat, Pengguna Jalan Tol Jasa Marga Hingga Agustus Naik 4,9%

Harga saham Jasa Marga sudah turun 28 persen sejak awal tahun.
Bareksa • 23 Sep 2015
cover

Pekerja menyirami jalan pada ruas Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) seksi Ciledug - Ulujami, Jakarta Selatan - (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Bareksa.com – Melambatnya perekonomian nasional tampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap PT Jasa Marga (Persero) Tbk, perusahaan pengelola jalan tol. Berdasarkan data perusahaan tersebut, volume transaksi di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga hingga Agustus 2015 justru menunjukkan peningkatan.

"Melemahnya kegiatan ekonomi Indonesia beberapa bulan terakhir, secara umum tidak memberi dampak negatif terhadap volume lalu lintas transaksi Jasa Marga," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Mohammad Sofyan dalam siaran pers Rabu, 23 September 2015.

Sofyan menyatakan, per Agustus 2015, volume lalu lintas transaksi di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga naik 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan paling besar terjadi di jalan tol Jakarta-Tangerang. Jalan tol sepanjang 33 km ini volume lalu lintasnya mencapai 83,5 juta transaksi atau bertumbuh 7,8 persen dibanding tahun lalu dengan volume lalu lintas sebanyak 77,5 juta transaksi.

“Kenaikan ini ditopang oleh tingginya volume transaksi Golongan I (kendaraan penumpang) yang memberi kontribusi sebesar 88 persen terhadap volume lalu lintas Jalan Tol Jakarta-Tangerang pada Agustus 2015," katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan volume lalu lintas transaksi Jalan Tol Jakarta-Tangerang juga jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan volume lalu lintas transaksi rata-rata di Jabodetabek sebesar 3,6 persen.

Peningkatan ini bisa mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Tangerang sudah cukup baik. Ia berharap ini bisa memberi dampak positif terhadap investasi Jasa Marga di wilayah barat Jabodetabek.

Jasa Marga, menurut Sofyan, juga sedang melaksanakan investasi di jalan Tol JORR II (Cengkareng-Serpong) sepanjang 35,62 km dengan nilai investasi Rp 8,3 triliun.

"Pertumbuhan volume lalu lintas transaksi jalan Tol Jakarta-Tangerang memberi optimisme kepada Jasa Marga bahwa investasi ini akan memberi dampak positif yang cukup signifikan terhadap kinerja Jasa Marga di masa datang," ujar Sofyan.

Pendapatan emiten berkode JSMR ini pada semester I-2015 masih lebih rendah dibandingkan dengan semester I- 2014. Pada 2015, pendapatan Jasa Marga semester I sebesar Rp4,09 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan membukukan laba Rp4,48 trililun.

Return Saham JSMR

Walaupun tidak memukul volume lalu lintas jalan tol JSMR, tapi krisis ekonomi telah membuat harga sahamnya anjlok. Sejak awal tahun, return saham perusahaan pelat merah ini terus negatif.

Berdasarkan penghitungan year to date (YTD), harga saham JSMR sudah minus 28 persen.