Berita / Kategori / Artikel

Sambut Positif Rencana Felda Jadi Pengendali BWPT, Harga Saham Kembali Naik

Hari ini investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp3,6 miliar terhadap saham BWPT.
• 18 Jun 2015
cover

An Indonesian worker sits beside palm oil fruits on a lorry at Felda Bukit Cerakah in the district of Klang, outside Kuala Lumpur April 16, 2014. (Reuters/Samsul Said)

Bareksa.com - Minat Felda Global Ventures (FGV) menjadi pengendali di perusahaan kelapa sawit PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) disambut positif oleh sejumlah analis asalkan pengolahan sawit tetap dilakukan di Indonesia.

Dari laporan keuangan FGV per akhir tahun 2014 menunjukan beban operasi meningkat sehingga menyebabkan penurunan laba 66 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk itu FGV dan BWPT telah menandatangani kesepakatan menggabungkan operasi hilir di lahan keduanya guna menurunkan biaya operasional keduanya seperti dikutip Reuters.

(Baca juga: Parlemen & Analis Malaysia Menentang Akuisisi BWPT; Begini Kinerja FGV)

Chief Executive FGV Mohd. Emir Mavani Abdullah juga menyatakan pihaknya mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali dari BWPT, setelah membeli 37 persen dari Grup Rajawali senilai $680 juta.

Analis NH Korindo Securities Reza Priyambada menilai track record FGV yang cukup baik dan pengalaman sehingga bisa mendorong efisiensi pengolahan kelapa sawit BWPT. Menurutnya jika FGV memiliki tujuan untuk mengolah kelapa sawit BWPT hingga menjadi minyak olahan dan membawa teknologi yang lebih baik untuk produksi, tentu akan meningkatkan nilai jual yang berpengaruh besar terhadap pendapatan BWPT.

“Namun jika digunakan hanya untuk diambil tandan buah segar (TBS) saja, dan tetap diolah di luar negeri baru di impor kembali ke Indonesia mungkin tidak terlalu banyak perubahan yang dirasakan pada saat FGV yang menjadi pengendali BWPT,” tambah Reza.

Senada dengan Reza, Analis Syailendra Capital Alvin Kusuma menilai setelah FGV menjadi pengendali BWPT maka akan berdampak positif bagi harga saham BWPT karena harga beli yang dilakukan oleh FGV yakni berkisar Rp770 per saham diatas harga pasar Rp378 per saham.

Setelah mengumumkan minat pembelian BWPT, saham FGV merosot 11,3 persen menjadi 1,65 Ringgit Malaysia per saham pada 15 Juni 2015, karena investor melihat harga beli yang lebih tinggi. Tetapi dengan adanya potensi mengendalikan BWPT mendorong harga saham FGV kembali naik 4 persen menjadi 1,72 Ringgit Malaysia.

Grafik Harga Saham FGV Periode Year To Date

Sumber: Bareksa.com

Rencana FGV untuk menjadi pemegang saham pengendali BWPT juga dinilai positif oleh pelaku pasar di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan harga saham BWPT 1,9 persen pada penutupan hari ini, 17 Juni 2015.

Valbury Asia Securities (CP) dan  Launtandhana Securindo (YJ) tercatat sebagai broker pembeli saham BWPT terbanyak. Selain itu investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp3,6 miliar terhadap saham BWPT. (np)

 

Tags: