Dengan Januari Ini, Sudah 5 Kali Deflasi Dalam 10 Tahun Terakhir: Data Bareksa
Diperkirakan inflasi masih akan turun bulan depan. Terlebih, jika harga minyak dunia tetap di bawah $80 per barel

Diperkirakan inflasi masih akan turun bulan depan. Terlebih, jika harga minyak dunia tetap di bawah $80 per barel
Bareksa.com - Melihat deflasi yang terjadi pada bulan Januari 2015 ini, Aldian Taloputra, ekonom senior Mandiri Sekuritas optimis inflasi sepanjang tahun 2015 dapat berada dibawah 5 persen akibat turunnya harga minyak dunia.
Deflasi sebesar 0,24 persen pada bulan Januari 2015 terjadi setelah pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul turunnya harga minyak dunia hingga ke level $50 per barel. (baca juga: Harga BBM Turun 2 Kali, Januari Mengalami Deflasi 0,24 Persen)
Aldian juga memperkirakan dalam beberapa bulan ke depan inflasi bulanan masih akan kecil terimbas penurunan harga BBM, baik secara langsung ataupun tidak.
Promo Terbaru di Bareksa
"Arahnya (inflasi) masih akan terus ke bawah. Bisa di bawah 5 persen. Terlebih, jika harga minyak dunia tetap di level ini (di bawah $80 per barel)," ungkap Aldian kepada Bareksa.com.
Berdasarkan historisnya, menurut Aldian, tiga bulan setelah penurunan harga BBM bersubsidi biasanya akan mengalami deflasi. "Kalaupun inflasi, nilainya pasti kecil. Terlebih, kita juga sudah memasuki masa panen."
Deflasi akibat penurunan harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebenarnya tidak hanya terjadi saat ini saja. Berdasarkan data Bareksa, setidaknya terjadi lima kali deflasi akibat penurunan harga kelompok tersebut dalam periode sepuluh tahun terakhir.
Deflasi terjadi setelah pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi, salah satu contohnya adalah deflasi yang terjadi pada bulan Desember 2008 dan Januari 2009, setelah pemerintah SBY pada saat itu menurunkan harga BBM jenis premium menjadi Rp 5.500 dari sebelumnya Rp 6.000 per liter.
Grafik Inflasi Bulanan Periode 2004-2015
Sumber: Bareksa.com
Sepanjang bulan Januari 2015, Indonesia mengalami deflasi 0,24 persen setelah pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini lebih rendah dibandingkan proyeksi analis, yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi inflasi 0,24 persen. (baca juga: Inflasi Januari Diproyeksi Turun Jadi 0,24% Akibat BBM Turun: Mandiri Sekuritas) (np)
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,19 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,8 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.194,29 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.027,79 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



