Menkeu : Ekspor Mineral Dibuka, Defisit Bisa Turun Jadi USD
Defisit transaksi berjalan diperkirakan turun USD 3 miliar.

Defisit transaksi berjalan diperkirakan turun USD 3 miliar.
Bareksa.com - Pemerintah mulai membuka kembali ekspor mineral mentah olahan bagi perusahaan yang berkomitmen membangun smelter. Ekspor konsentrat yang hilang sejak Januari kemarin akan kembali aktif dan membantu memperbaikicurrent account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan.
Sebelum ada ekspor mineral, defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun adalah sekitar USD 26 miliar sampai USD 27 miliar. Dengan aktifnya ekspor mineral, defisitnya diperkirakan turun USD 3 miliar jadi USD 23 miliar.
Kondisi neraca dagang pada bulan Agustus ini akan kembali mengalami surplus ditopang oleh penekanan kebijakan penurunan tarif bea keluar bagi perusahaan tambang mineral yang serius membangun smelter, yaitu sebesar 7,5 persen dari sebelumnya 20 persen.
Kontan hal.2
Promo Terbaru di Bareksa
Profil Penulis
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.227,51 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.184,69 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.029,05 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,65 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ORI030T3
Obligasi Negara Ritel
Imbal Hasil/Th
6,90%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
4 tahun

ORI030T6
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Imbal Hasil/Th
5,20%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
3 tahun

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang
