Persaingan ketat, perbankan Indonesia butuh suntikan Rp 113
Beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan perbankan memperketat likuiditas

Beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan perbankan memperketat likuiditas
Kompas - Ekonom bidang pengkajian dan pengembangan perhimpunan bank-bank umum nasional (Perbanas) Aviliani memperkirakan, pada tahun 2015 mendatang industri perbankan akan membutuhkan tambahan permodalan sebesar Rp 113 triliun.
Ia mengatakan, langkah tersebut diperlukan guna menghadapi ketatnya persaingan dan mengurangi risiko. Selain itu, perlunya tambahan modal juga merupakan pengaruh dari beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan perbankan memperketat likuiditas.
Promo Terbaru di Bareksa
Profil Penulis
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.227,51 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.184,69 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.029,05 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,65 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ORI030T3
Obligasi Negara Ritel
Imbal Hasil/Th
6,90%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
4 tahun

ORI030T6
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Imbal Hasil/Th
5,20%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
3 tahun

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang
