Rusia - Ukraina Memanas Buat Pasar Kripto Lemas, Investor Bisa Lakukan Ini

Saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish
Abdul Malik • 25 Feb 2022
cover

Ilustrasi pasar kripto yang turun tajam menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Investor bisa pertimbangkan diversifikasi investasi ke reksadana, emas dan SBN Ritel termasuk SR016. (Shutterstock)

Bareksa.com - Nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami penurunan tajam selama 24 jam terakhir di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022). Kapitalisasi pasar di semua kripto amblas hingga US$1,5 triliun, atau kehilangan hampir 9 persen.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menyatakan nilai Bitcoin bahkan sempat turun 8 persen hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, meskipun begitu BTC ini terpantau telah kembali di atas US$38.000 pada Jumat (25/2/2022). Dia melihat Bitcoin sedang dalam koreksi singkat setelah ada penurunan tajam.

"Pasar keuangan global dan pasar crypto memang terpukul selama 24 jam terakhir, karena invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut membuat investor berebut dan aksi jual terjadi di sebagian besar kelas aset. Namun, setelah ada informasi sanksi tambahan dari AS, membuat market crypto terkoreksi, namun ke depannya masih akan tertekan," kata Afid.

Afid menambahkan banned/freeze asset dan semua sektor ekonomi rusia di Amerika Serikat dan Eropa, membuat Bitcoin jadi salah satu cara alternatif rusia buat menyelesaikan masalah itu. Di samping itu, investor nampaknya getol memborong aset kripto saat harganya tenggelam kemarin. Data Coindesk, menunjukkan bahwa volume trading BTC mencapai rekor tertingginya dalam sebulan terakhir.

Di sisi lain, menurut Afid, saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish (tren menurun). Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di masa yang sulit dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara US$30.000 hingga US$36.800.

Afid menyatakan Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah US$39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke situasi bull harus melewati rintangan overhead di $45.821.

"Overall market masih akan turun sampai bulan Maret. Tapi dari penurunan ini akan ada sedikit pullback, dilihat dari teknikal analisisnya hampir secara keseluruhan aset kripto, baik Bitcoin, Ethereum dan lainnya sudah menunjukan pola reverse cup and handle," ujar Afid.

Investor Perlu Waspadai Volatilitas Pasar

Sementara itu, naik-turunnya pasar kripto juga secara langsung berkaitan dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Afid menjelaskan di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

"Kembali lagi, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset," dia menambahkan.

Pertimbangkan Diversikasi Aset

Bagi smart investor yang tak ingin merugi akibat gejolak pasar dampak memanasnya konflik Rusia - Ukraina, maka ada baiknya mempertimbangkan untuk diversifikasi investasi ke beberapa produk investasi lainnya yang lebih rendah risiko dan punya prospek cerah sepanjang tahun ini.

Bagi smart investor yang ingin berinvestasi secara legal, aman dan diawasi oleh otoritas berwenang, di marketplace Bareksa kini sudah tersedia instrumen investasi reksadana, emas dan Surat Berharga Negara Ritel. Berikut penjelasannya : 

1. Reksadana

Reksadana dikelola oleh manajer investasi/MI berpengalaman dan mengelola dananya secara profesional. Tersedia ratusan produk reksadanadi Bareksa, dengan beragam jenis reksadana antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana indeks.

Investasi reksadana juga fleksibel karena investor bisa mencairkan dananya kapan saja. Tidak harus menunggu hingga jangka waktu tertentu untuk dapat mencairkan dana tersebut. Reksadana online praktis karena semua serba dilakukan secara online, bisa kapan saja dan di mana saja.

Kelebihan lainnya adalah nilai minimum investasi di reksadana sangat terjangkau, bisa mulai Rp10.000. Paling penting, reksadana diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga independen negara yang mengawasi seluruh kegiatan di dalam sektor keuangan.

2. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel

SBN Ritel merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada individu atau investor ritel. Keuntungan investasi di SBN Ritel antara lain 100 persen aman karena dijamin negara dan Undang-Undang, meraih cuan sekaligus berkontribusi menyediakan pembiayaan pembangunan negara, dan mudah serta praktis karena semua dilakukan secara online.

SBN Ritel yang kini tengah ditawarkan pemerintah dan juga bisa dipesan di Bareksa adalah Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR016 yang bisa dipesan mulai hari ini 25 Februari hingga 17 Maret 2021. 

Produk investasi yang aman, cuan dan halal karena sesuai prinsip syariah ini bisa dibeli mulai Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar. Imbal hasil SR016 ditetapkan 4,95 persen fixed per tahun hingga jatuh tempo. Imbal hasil itu jauh lebih tinggi dari deposito yang saat ini rata-rata bunganya hanya 3,5 persen per tahun. 

3. Emas Batangan

Melalui fitur Bareksa Emas, Bareksa menyediakan investasi emasfisik dengan fasilitas titipan. Bareksa Emas bekerja sama dengan mitra yang memiliki lisensi dari OJK sebagai perusahaan gadai yang dapat menjalankan usaha penitipan emas, yakni Indogold dan Pegadaian.

Investasi emas di Bareksa sangat terjangkau bisa mulai Rp50.000 atau ukuran 0,1 gram saja. Pendaftaran Bareksa Emas cukup dilakukan secara online, setelah itu investor bisa melakukan transaksi beli dan jual emas online.

***

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana. 

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara(SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaikselama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.