Pasar Kripto Dinilai Mulai Bearish, Pertimbangkan Investasi Ini

Pasar kripto dinilai memasuki siklus halving, yakni siklus yang terjadi 4 tahun sekali di mana harga kripto cenderung melemah (bearish) setelah mencatatkan rekor tertingginya
Abdul Malik • 23 Feb 2022
cover

Ilustrasi pasar kripto yang dinilai sedang masuki tahap bearish karena sedang berada di siklus halving empat tahun sekali. (Shutterstock)

Bareksa.com - Co-Founder salah satu bursa kripto terbesar dunia, Huobi, Du Jun mengatakan bahwa saat ini pasar kripti sedang memasuki tahap awal pasar bearish (tren penurunan). 

“Kita saat ini sedang berada di tahap awal pasar bearis,” ungkapnya dilansir Bitcoin.com (22/2/2022). 

Dia memperkirakan pasar kripto akan memasuki tren bullish (kenaikan) pada akhir 2024 atau pada 2025. Pandangan itu disampaikan Du saat wawancara dengan CNBC. 

Dia menjelaskan secara historis pasar Bitcoin memiliki siklus halving setiap 210.000 blok atau sekitar 4 tahunan. Sehingga siklus mendatang baru akan terjadi pada 2024. 

Siklus halving sebelumnya terjadi pada Mei 2020, yang kemudian bitcoin mencapai level harga tertingginya di US$68.000 pada 2021. 

Sebelumnya siklus halving terjadi pada 2016 ketika bitcoin mencatat rekor tertinggi di tahun berikutnya. Harga Bitcoin kemudian terus melemah setelah mencatatkan rekor tertingginya. 

Halving merupakan kondisi ketika imbalan bagi penambang Bitcoin (block reward) berkurang setengah setelah selesai menambang 210.000 blok, atau terjadi empat tahun sekali. 

Nah bagi smart investor yang tak ingin investasinya anyep karena baru masuk pasar kripto sekarang padahal sedang tren menurun, maka ada baiknya mempertimbangkan beberapa produk investasi lainnya yang lebih rendah risiko dan punya prospek cerah sepanjang tahun ini. 

Namun harus pastikan produk investasi tersebut legal dan diawasi otoritas berwenang ya!

Produk Investasi Legal 

Bagi smart investor yang ingin berinvestasi secara legal, aman dan diawasi oleh otoritas berwenang, di marketplaceBareksa kini sudah tersedia instrumen investasi reksadana, emas dan Surat Berharga Negara Ritel. Berikut penjelasannya : 

1. Reksadana

Reksadanadikelola oleh manajer investasi/MI berpengalaman dan mengelola dananya secara profesional. Tersedia ratusan produk reksadanadi Bareksa, dengan beragam jenis reksadanaantara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana indeks.

Investasi reksadana juga fleksibel karena investor bisa mencairkan dananya kapan saja. Tidak harus menunggu hingga jangka waktu tertentu untuk dapat mencairkan dana tersebut. Reksadana onlinepraktis karena semua serba dilakukan secara online, bisa kapan saja dan di mana saja.

Kelebihan lainnya adalah nilai minimum investasi di reksadanasangat terjangkau, bisa mulai Rp10.000. Paling penting, reksadanadiawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga independen negara yang mengawasi seluruh kegiatan di dalam sektor keuangan.

2. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel

SBN Ritelmerupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada individu atau investor ritel. Keuntungan investasi di SBN Ritel antara lain 100 persen aman karena dijamin negara dan Undang-Undang, meraih cuan sekaligus berkontribusi menyediakan pembiayaan pembangunan negara, dan mudah serta praktis karena semua dilakukan secara online.

SBN Ritelyang akan ditawarkan pemerintah dan juga bisa dipesan di Bareksa adalah Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR016yang akan ditawarkan pada 25 Februari hingga 16 Maret 2021. 

Produk investasi yang aman, cuan dan halal karena sesuai prinsip syariah ini bisa dibeli mulai Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar. Imbal hasil SR016ditetapkan 4,95 persen fixed per tahun hingga jatuh tempo. Imbal hasil itu jauh lebih tinggi dari deposito yang saat ini rata-rata bunganya hanya 3,5 persen per tahun. 

3. Emas Batangan

Melalui fitur Bareksa Emas,Bareksa menyediakan investasi emasfisik dengan fasilitas titipan. Bareksa Emas bekerja sama dengan mitra yang memiliki lisensi dari OJK sebagai perusahaan gadai yang dapat menjalankan usaha penitipan emas, yakni Indogold dan Pegadaian.

Investasi emas di Bareksa sangat terjangkau bisa mulai Rp50.000 atau ukuran 0,1 gram saja. Pendaftaran Bareksa Emas cukup dilakukan secara online, setelah itu investor bisa melakukan transaksi beli dan jual emas online.

***

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana. 

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara(SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaikselama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.