Dana Darurat Bisa Disimpan di 4 Instrumen Investasi Ini

Emas dalam bentuk logam mulia atau emas batangan bisa menjadi alternatif investasi untuk dana darurat
Hanum Kusuma Dewi • 10 Dec 2021
cover

Ilustrasi menyiapkan dana darurat dengan investasi di reksadana pasar uang. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investasi dan atau menabung sudah. Kemudian, apakah Anda juga sudah menyiapkan dana darurat? Dana ini diperlukan untuk suatu kebutuhan yang tidak disangka-sangka datang. ​

Pandemi Covid-19 yang memberikan dampak bagi semua orang di dunia misalnya. Kala pengeluaran rutin harus tetap berjalan bahkan bertambah, sementara ada ketidaksesuaian antara penghasilan dan pengeluaran, di sinilah peran pentingnya dana darurat. 

Dana darurat menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan mendesak. Makanya ada yang menyebut dana darurat adalah uang yang tersedia dan mudah diambil saat dibutuhkan.

Ada baiknya dana darurat dipersiapkan secepat mungkin. Berapa besarannya? Tiap orang punya kebutuhan berbeda, tetapi untuk orang yang belum menikah biasanya 3 kali pengeluaran bulanan dan yang sudah memiliki tanggungan anak bisa sampai 12 kali pengeluaran bulanan. 

Wah, nilai cadangan yang diperlukan cukup besar ya, kalau penghasilan pas-pasan bagaimana cara mengumpulkannya? Tentu saja dengan investasi yang disisihkan setiap bulan. 

Dari penghasilan bulanan, baiknya berapa alokasi untuk dana darurat? Melansir laman Sahabat Pegadaian, jumlah minimal menabung dan atau investasi, khusus untuk dana darurat adalah 20 persen dari pendapatan bulanan.

Untuk itu, Anda perlu mengecek berapa pengeluaran per bulan dan membagi ke dalam pos-pos untuk menentukan pengeluaran mana yang krusial, harus ada, dan mana yang tidak krusial. Semakin besar pengeluaran, semakin besar pula hitungan kebutuhan dana darurat.

Penentuan pengeluaran per bulan menjadi penting. Jika lebih besar, tentu akan lebih baik tapi tetap disesuaikan juga dengan kebutuhan masing-masing.

Cara Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat dipersiapkan dengan mengumpulkannya dari penghasilan bulanan secara rutin untuk mencapai target yang sudah ditentukan.

Dana darurat yang dipersiapkan untuk tujuan tertentu perlu ditempatkan di rekening terpisah dari kebutuhan operasional, disimpan secara aman, dan tidak digunakan untuk kepentingan selain saat menghadapi kondisi darurat.

Tidak kalah penting, sebaiknya dana darurat harus bisa cepat dicairkan saat terjadi kondisi darurat, atau sifatnya likuid. 

Pilihan Instrumen Investasi

Ada beberapa jenis instrumen investasi yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana darurat, seperti dilansir laman Sahabat Pegadaian, berikut:

1. Tabungan di Rekening Bank

Dana darurat bisa disimpan di rekening bank, karena keadaan darurat tidak mengenal waktu dan tempat. Selain mudah dicairkan, menyimpan dana darurat di rekening bank juga menjadi instrumen yang paling aman dan cepat diakses. 

Kekurangan menyimpan dana darurat di rekening bank ini adalah adanya risiko ketika terjadi inflasi yang membuat nilai uang menjadi turun. Selain itu, karena mudah dicairkan sangat rawan untuk terpakai kebutuhan bulanan. 

2. Reksadana Pasar Uang

Jika saldo tabungan di rekening bank sudah cukup, Anda juga bisa menginvestasikannya di reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini cukup aman karena tidak fluktuatif dalam nilai dan secara likuiditas, reksadana ini mudah untuk dijual kembali.

Beberapa keunggulan dari reksadana pasar uang, yaitu bisa dimulai dari Rp100.000. Lalu, potensi imbal hasilnya (return) lebih besar daripada deposito serta aman karena risikonya rendah.

3. Emas

Emas menjadi sarana yang cukup ideal untuk menempatkan dana darurat. Emas yang disarankan sebagai instrumen investasi untuk dana darurat ini berbentuk logam mulia atau emas batangan.

Kelebihan dari investasi emas adalah kemampuannya untuk bertahan terhadap inflasi dan tergolong cukup likuid. Selain dijual, emas juga bisa digadai untuk mendapatkan uang. Saat ini, Anda juga semakin dipermudah berinvestasi emas, karena investasi emas sudah bisa dibeli secara online.

Untuk kemudahan ini, Anda bisa melakukan transaksi jual-beli serta menyimpan emas online atau tabungan emas, seperti Tabungan Emas Pegadaian di Bareksa melalui fitur BareksaEmas. Investasi emas di BareksaEmas bisa dimulai dari Rp50 ribu saja. Beli emas online ini ada fisiknya dan disimpan aman di brankas Pegadaian. 

4. Deposito

Deposito juga dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito ini sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. 

Namun, kalau ingin dicairkan sebelum tenor berakhir ada pinaltinya. Makanya, bila memilih deposito sebagai sarana penyimpanan dana darurat, disarankan untuk memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis. 

Jadi instrumen investasi apa yang akan Anda pilih untuk menyiapkan dana darurat? Pastikan apapun yang dipilih sesuai dengan profil risiko Anda ya.

(Martina Priyanti/HM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.