2021 Segera Berakhir, Ini Cara Siapkan Resolusi Finansial di 2022

Tujuan keuangan haruslah merupakan hasil akhir yang ingin dicapai seseorang
Hanum Kusuma Dewi • 26 Nov 2021
cover

Ilustrasi investasi melalui reksadana di Bareksa untuk menyiapkan dana uang muka pembelian rumah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tahun 2021 tersisa kurang dari dua bulan lagi dan 2022 segera datang. Sepanjang tahun ini, banyak dinamika terjadi termasuk soal bagaimana mengelola keuangan dan tentunya banyak pelajaran yang smart investor bisa ambil.

Laman Sikapi Uangmu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, kurang mengenal berbagai instrumen keuangan, bisa menjadi salah satu penyebab sejumlah rencana tidak tercapai. Rencana dimaksud entah soal berinvestasi, pendidikan, hingga soal liburan bersama keluarga.

Membuat resolusi keuangan dengan tepat dan mengenali apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan, perlu dilakukan terutama jelang akhir tahun seperti ini. Smart investor, dengan mengevaluasi kondisi keuangan selama setahun ke belakang, dapat merefleksikan kebiasaan dalam mengalokasikan pendapatan dan cara mencapai target resolusi.

Tujuannya agar di tahun yang baru, tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang tak penting. Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan manajemen keuangan yang juga lebih baik. Selain itu, dengan perencanaan yang baik juga memberikan keuntungan lainnya seperti dana darurat yang terjaga.

Satu hal yang perlu diingat, resolusi keuangan bisa bervariasi antar individu. Bisa saja resolusi keuangan seseorang adalah mengurangi utang, atau menambah kekayaan. Ada juga untuk lebih bisa menabung dari penghasilannya. Apa pun resolusi keuangan, sebaiknya ditetapkan terlebih dahulu rencana keuangan.

OJK menyebutkan, rencana keuangan adalah suatu panduan bagi seseorang dalam menentukan arah dan strategi untuk mencapai impian yang diinginkan. Rencana keuangan yang baik akan terdiri dari tujuan keuangan, jangka waktu untuk mencapai tujuan, serta bagaimana strategi untuk mencapainya.Tujuan keuangan bukanlah menabung atau berinvestasi.

Tujuan keuangan haruslah merupakan hasil akhir yang ingin dicapai seseorang. Contoh tujuan keuangan populer antara lain memiliki rumah tinggal, memiliki mobil, menikah, menyekolahkan anak di sekolah impian, serta hidup nyaman saat usia pensiun.

Wujudkan Tujuan Keuangan dengan Investasi Reksadana 

Misalkan smart investor menetapkan tujuan keuangan pada 2022, bisa melakukan akad pembelian rumah. Alasannya, selain tidak ingin terus menerus tinggal di rumah kontrakan, juga ingin memiliki aset yang baik untuk masa depan. Nah smart investor bisa memilih berinvestasi di reksadana untuk mempersiapkan kebutuhan membayar down payment (DP) atau uang muka rumah serta kebutuhan pendukungnya. 

Katakanlah smart investor memutuskan untuk berinvestasi di reksadana pendapatan tetap di Bareksa. Misalnya, smart investor memilih pilih reksadana pasar uang Sucorinvest Stabel Fund. Sebut saja smart investor mengalokasikan Rp1 juta untuk investasi awal dan rutin menyisihkan dana Rp2 juta per bulan atau Rp66.666 per hari, untuk diinvestasikan di reksadana secara rutin selama 1 tahun. 

Berdasarkan hasil simulasi reksadana Bareksa, jika smart investor berinvestasi Rp2 juta per bulan secara rutin selama satu tahun (24 November 2020 hingga 25 November 2021), maka uang pokok yang dikumpulkan Rp25 juta.

Sumber: Bareksa

Tapi tidak hanya itu, karena diinvestasikan di reksadana, maka jumlahnya berpotensi tumbuh Rp1.177.505, sehingga total investasi plus return menjadi Rp26.172.505. Simulasi ini menggunakan kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja masa depan. 

Dengan dana itu, kita bisa gunakan untuk tambahan membayar uang muka pembelian rumah. Atau jika ada kebutuhan lain yang lebih mendesak atau urgent, dana tersebut bisa digunakan.

Mantapkan Tujuan

Smart investor, tidak ada kata terlambat untuk mengevaluasi pengeluaran selama setahun terakhir. Misalnya melihat kembali keefektifan berlangganan layanan yang tak rutin lakukan seperti membership gym setahun, tapi kita hanya satu dua kali saja datang ke tempat gym terlebih kala pendemi seperti ini.

Tetap tenang. Jika sepanjang tahun ini belum bisa memulai berinvestasi, bukan tidak mungkin tahun depan bisa smart investor lakukan.

Mantapkan tujuan rencana keuangan dan mulai berinvestasi dengan reksadana yang memiliki sejumlah kelebihan, bahkan dengan minimum pembelian Rp10.000 smart investor sudah bisa berinvestasi.

Reksadana ialah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi dan dimasukkan ke dalam berbagai aset seperti pasar uang, obligasi, dan saham. Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada di dalam portofolionya. Ada beberapa jenis reksadana. Reksadana yang dipilih, bisa disesuaikan dengan karakter yakni, apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker.

Jika kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang. Sementara jika cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Terakhir, jika cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.