Apakah Trader Saham Butuh Investasi Reksadana?

Reksadana alternatif investasi para pemula yang belum paham kondisi pasar saham
Hanum Kusuma Dewi • 12 Apr 2021
cover

Ilustrasi seorang trader (pialang) dan analis investor reksadana saham yang sedang melihat layar monitor pergerakan harga saham IHSG. (shutterstock)

Bareksa.com - Trader adalah pialang saham atau investor pasar modal yang biasa melakukan transaksi jual-beli saham. Trader yang biasa melakukan transaksi saham secara harian punya potensi meraih keuntungan dalam waktu cepat, tetapi juga harus menghadapi risiko kerugian yang juga besar. 

Risiko trading di pasar saham adalah pergerakannya bisa naik-turun (berfluktuasi) dengan sangat cepat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menjadi acuan pasar saham bisa saja dibuka naik pada pagi hari tetapi ditutup turun pada sore hari.

Head of Research/Portfolio Manager ‎PT Trimegah Asset Management Bernard Setyadi menjelaskan bahwa para trader saham juga perlu diversifikasi investasi, agar bisa meminimalisir risiko trading yang mereka lakukan secara harian. Produk investasi yang bisa dipilih para trader saham adalah reksadana. 

"Secara umum, jenis reksadana fixed income (pendapatan tetap) bisa jadi pilihan para trader saham untuk memecah kelas aset. Sebab, reksadana fixed income memiliki risiko lebih rendah daripada saham," ujar Bernard dalam Webinar bertajuk Saya Trader, Masih Perlukah Investasi Reksa Dana? akhir pekan lalu. 

Hasbie Sukaton, Deputy Head of Retail Sales PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk mengatakan reksadana campuran juga bisa jadi pilihan untuk diversifikasi, karena isinya beragam mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang (kas). 

"Manajer investasi memiliki fleksibilitas untuk mengalahkan benchmark (acuan). Kalau pasar bearish, mereka bisa mengurangi porsi saham dan menaruh lebih banyak di cash atau obligasi." 

Sementara itu, Bernard juga mengatakan bahwa reksadana bisa menjadi wadah bagi para trader menaruh dana investasi saat pasar sedang lesu (bear market). Jenis reksadana pasar uang yang likuid cocok untuk menaruh dana investasi sementara menunggu pasar saham kembali bergairah. 

Lantas, berapakah porsi ideal investasi di reksadana dan di saham bagi seorang trader saham? Andrew Jatmiko, Head of Retail Equity Sales, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, mengatakan hal itu bergantung pada kebutuhan dan tipe investor. 

"Kalau Anda pensiunan, hanya taruh 20 persen saja dana untuk trading saham. Kalau saya pribadi yang aktif trading saham, punya sekitar 20-25 persen di reksadana jenis campuran dan pasar uang. Biasanya kalau sudah untung dari trading saham, saya profit taking dan taruh di pasar uang atau kas," jelas Andrew. 

Selain itu, Bernard melanjutkan, reksadana saham bisa jadi pilihan bila trader pemula belum bisa mengalahkan IHSG sebagai acuan di pasar saham. Apalagi, dalam kondisi pasar yang sedang melemah dan trader tidak mengetahui saham mana yang bisa memberikan keuntungan. 

"Apakah Anda cukup mengerti dengan saham yang mau dipilih? Kalau tidak ya pilih reksadana saja. Apakah return para trader sudah bisa mengalahkan IHSG? Kalau belum ya, diversifikasi ke reksadana. Biar manajer investasi yang pusing. Investor ritel bisa tidur tenang sementara MI meramu portofolio terbaik,” jelas Bernard. 

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan dalam berbagai aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 


***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 


DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.