Tujuh Keunggulan Investasi di Aplikasi Reksadana Bareksa

Dengan risiko yang relatif kecil, potensi keuntungan yang didapatkan bisa lebih tinggi dari hanya menabung di bank
Abdul Malik • 24 Mar 2021
cover

Ilustrasi seseorang menggunakan aplikasi Bareksa di handphone smartphone untuk melakukan transaksi reksadana online pembayaran digital. (Bareksa/Anggie)

Bareksa.com - Anda sudah berinvestasi? Bagi sebagian orang, kini investasi sudah menjadi kebutuhan sekaligus gaya hidup.

Hal ini karena tuntunan kebutuhan hidup yang semakin tinggi dari waktu ke waktu, membuat orang harus memutar otak untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Terlebih, di masa yang akan datang nilai uang akan cenderung tergerus, atau disebut sebagai inflasi.

Untuk memastikan keamanan finansial kita dan keluarga di masa depan, cara paling bijak adalah dengan berinvestasi. Saat ini, ada banyak pilihan produk investasi, yang membuat sebagian orang justru bingung. Jika Anda termasuk yang bingung, mudah-mudahan kebingungan Anda akan teratasi setelah membaca tulisan ini.

Reksadana bisa jadi salah satu pilihan investasi terbaik bagi pemula. Produk investasi reksadana sangat cocok bagi para investor yang memiliki banyak keterbatasan, seperti waktu terbatas, dana terbatas, informasi terbatas dan pengetahuan investasi yang terbatas.

Selain itu, instrumen investasi reksadanajuga mampu mengurangi risiko investasi karena adanya penyebaran (diversifikasi) pada berbagai aset investasi. Meski begitu, bukan berarti reksadana bebas risiko sama sekali. Untuk itu, investor tetap perlu mempelajari berbagai risiko yang terdapat dalam produk ini.

Secara sederhana, investasi reksadana dapat diartikan bahwa Anda membeli unit penyertaan reksadana serta mempercayakan seorang manajer investasi (MI) untuk mengelolanya dalam berbagai produk seperti deposito, obligasi dan saham.

Dengan risiko yang relatif kecil, keuntungan yang didapatkan bisa lebih tinggi dari hanya menabung di bank. Selain itu, reksadana juga memiliki berbagai keunggulan yang jarang diketahui orang-orang, di antaranya :

1. Biaya Terjangkau

Alasan utama investasi reksadana sangat cocok untuk pemula, terutama untuk anak muda zaman sekarang adalah karena nilai awal investasinya yang sangat rendah mulai dari Rp10.000. Bayangkan, nilainya bahkan lebih rendah dari biaya makan Anda sehari-hari.

Dengan nilai awal yang rendah ini pula, Anda tentu tidak perlu takut merugi jika belum lihai dalam berinvestasi.

2. Praktis

Dengan bantuan manajer investasi yang profesional di bidangnya, Anda tidak perlu lagi repot-repot untuk mengamati dan menganalisis pasar saham yang cukup rumit.

Pengelolaan investasi reksadana Anda akan ditanggung sepenuhnya oleh manajer investasi yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentukan di mana kamu akan membeli reksadana. Pilihlah perusahaan manajer investasi yang sudah berpengalaman dengan track record terpercaya.

3. Aman

Terkait keamanan, Anda tidak perlu khawatir karena uang investasi reksadana yang disetorkan tidak dipegang langsung oleh perusahaan manajer investasi, tetapi dititipkan pada rekening bank khusus yang dikenal sebagai bank kustodian.

Makanya, jangan takut dana Anda dibawa kabur atau disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

4. Risiko Bisa Dikurangi

Reksadana bisa diinvestasikan ke dalam puluhan bahkan ratusan saham dan atau obligasi tergantung jenis reksadana maupun kebijakan perusahaan manajer investasi yang bersangkutan.

Karena itu, Anda bisa mengurangi risiko secara otomatis karena tidak hanya bergantung pada satu aset investasi, seperti kalau Anda memilih untuk berinvestasi dalam saham-saham individual.

Misalkan Anda berinvestasi reksadana di mana dalam portofolio reksadana tersebut berinvestasi pada 20 saham dan 3 di antaranya mengalami kerugian (capital loss), Anda tidak perlu khawatir karena ada kemungkinan belasan saham perusahaan lainnya mungkin tidak mengalami kerugian, atau justru mengalami keuntungan (capital gain) sehingga bisa menutupi kerugian 3 saham tadi.

5. Transparan

Reksadana memberikan informasi secara jelas tentang perkembangan portofolio dan biaya secara berkelanjutan. Anda bisa memantau keuntungan, biaya, serta risiko setiap saat secara online.

Manajer investasi sebagai pengelola reksadana juga wajib mengumumkan nilai aktiva bersih (NAB) setiap hari di surat kabar dan menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan, juga prospektus yang dilakukan secara teratur.

6. Likuiditas Tinggi

Likuiditas merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi. Likuiditas dapat diartikan kemudahan seorang investor dalam mencairkan aset investasinya, di mana reksadana menawarkan akan hal tersebut.

Dengan likuiditas yang tinggi, investor dapat mencairkan kembali unit penyertaannya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing reksadana.

7. Mudah Tersedia

Investasi reksadana bisa dengan mudah Anda beli di berbagai tempat seperti langsung dari manajer investasi/perusahaan manajemen aset, atau melalui agen penjualan yang bersertifikasi dan memiliki sertifikasi WAPERD/APERD dari OJK.

Terlebih, dengan perkembangan teknologi dan era digital seperti saat ini, bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi reksadana kini juga bisa mendaftar reksadana secara online dengan lebih praktis dan cepat di Bareksa. Proses mudah dan cepat, hanya sekitar 5 menit. Transaksi beli dan jual pun bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu lama-lama.

Selain itu, berinvestasi reksadana lewat Bareksa juga mayoritas tidak dikenakan biaya (fee) beli-jual reksadana sehingga nasabah tidak perlu menambahkan transferan uang pembelian atau menyisakan saldo ketika menjual produknya.

Tertarik investasi di reksadanaBareksa? Sebagai informasi, mayoritas reksadana di Bareksabisa dibeli dengan modal Rp100.000 saja, bahkan ada yang hanya Rp50.000 dan Rp10.000. Dengan modal minimal, investor bisa juga menikmati keuntungan maksimal.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.