Bareksa Insight : Kinerja Obligasi Membaik, Reksadana Ini Cuan 20 - 33 Persen

Melesatnya penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, sehingga menopang kinerja pasar keuangan termasuk obligasi
Abdul Malik • 27 May 2022
cover

Ilustrasi investor sedang memantau perkembangan pasar obligasi nasional yang menguat karena ditopang kuatnya pertumbuhan ekonomi RI, seiring melesatnya penerimaan pajak. Membaiknya pasar obligasi mendorong kinerja reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mayoritas reksadana pendapatan tetap kembali menguat karena sejumlah data ekonomi dalam negeri kembali menunjukkan pemulihan. Penerimaan pajak negara hingga April 2022 telah mencapai 44,88 persen dari target anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2022 yang sebesar Rp567,69 triliun. Nilai itu meroket 51,49 persen dari periode yang sama tahun lalu. 

Menurut analisis Bareksa, cemerlangnya kinerja penerimaan pajak menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan turut menopang kinerja pasar keuangan Indonesia, termasuk obligasi.

Di sisi lain, pasar saham yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cukup fluktuatif sepekan terakhir, namun dalam batas yang wajar. Investor asing juga melakukan aksi beli senilai Rp523 miliar untuk periode yang sama. 

Analisis Bareksa menilai sejumlah sentimen seperti pergerakan harga komoditas yang masih stabil serta perbaikan kinerja perbankan yang mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 9,1 persen per April 2022 secara tahunan, diproyeksikan dapat menopang kinerja sektor terkait dan mendorong kenaikan reksadana saham maupun reksadana indeks.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 25 Mei 2022 turun 0,44 persen ke level 6.883,5. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 25/05/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,2 persen pada 25 Mei 2022.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat reksadana saham dan reksadana indeks akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, mengikuti bursa regional Asia yang dibuka menguat. Investor global terus memantau perkembangan lockdown yang dilakukan oleh pemerintah China, yang apabila dilanjutkan lebih lama dikhawatirkan akan memberatkan ekonomi global. 

Analisis Bareksa juga memprediksi kinerja reksadana pendapatan tetap hari ini masih bergerak terbatas dengan imbal hasil (yield) obligasi bergerak di level 7,2 - 7,3 persen. Penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor penting terhadap kinerja harga obligasi Indonesia saat ini.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 25 Mei 2022)

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 21,21 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 20,12 persen

Reksadana Saham

TRIM Kapital : 21 persen
Sucorinvest Maxi Fund : 15,53 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 25 Mei 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Bond Fund : 33,25 persen
Syailendra Fixed Income Fund : 20,21 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.