Saham Big Caps Diincar Asing, Masuk Portofolio Reksadana Ini

Risiko global mereda seiring rencana pembicaraan damai Rusia-Ukraina dan ekonomi nasional mulai pulih jadi sentimen positif pasar
Hanum Kusuma Dewi • 06 Apr 2022
cover

Ilustrasi analis investor reksadana saham sedang memantau pergerakan investasi dari laporan keuangan dan layar monitor laptop. (shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham nasional mendapat sentimen positif dari perbaikan kinerja keuangan seiring dengan pemulihan ekonomi serta risiko ketidakpastian global yang berkurang, serta masuknya aliran dana asing. Reksadana saham yang mayoritas portofolionya berisikan saham berkapitalisasi besar (big caps) berpeluang diuntungkan. 

Reksa dana saham maupun reksadana indeks berbasis saham kapitalisasi besar dapat dipertimbangkan investor dengan profil risiko agresif, karena meredanya risiko global pada pekan lalu akibat rencana pembicaraan damai oleh Rusia-Ukraina.

Jika risiko global menurun, investor akan mulai kembali beralih pada aset yang berisiko seperti saham. Selain itu, aliran dana asing juga konstan masuk ke Bursa Efek Indonesia terutama saham kapitalisasi besar (big caps), dalam sebulan terakhir per 31 Maret 2022 sebesar Rp16,7 triliun.

Hal tersebut turut menopang kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menjadi acuan pasar modal, serta indeks reksa dana saham Bareksa untuk periode yang sama. Sepanjang bulan Maret 2022, IHSG telah naik 2,7 persen sementara Indeks Reksa Dana Saham Bareksa melesat 3,3 persen. 

Baca juga Bareksa Insight : Kinerja Emiten Membaik Topang IHSG Rekor Beruntun, Reksadana Ini Mencorong

Tabel Pembelian Bersih oleh Investor Asing (1-31 Maret 2022)

No.
Nama Perusahaan
Kode Saham
Beli Bersih Asing

1

Telkom Indonesia (Persero) Tbk

TLKM

Rp 4,06 T

2

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BBRI

Rp 3,34 T

3

Astra International Tbk

ASII

Rp 2,26 T

4

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

BBNI

Rp 1,68 T

Sumber: Bursa Efek Indonesia, Research Team Bareksa

Optimisme yang cukup kuat terhadap perbaikan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menguntungkan industri perbankan dengan potensi kenaikan marjin pendapatan bunga. Hal ini positif bagi saham bank BUMN seperti BBRI dan BBNI.

Selain itu, meningkatnya daya beli masyarakat juga akan mendorong penjualan kendaraan, baik mobil maupun motor yang menopang kinerja Astra dan saham ASII. Sementara itu, Telkom (TLKM) saat ini juga tengah mengembangkan investasi infrastruktur dan layanan digital di Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Berikut adalah daftar reksadana saham dan reksadana indeks yang memiliki keempat saham Big Caps tersebut dalam portofolionya.

Daftar Reksadana Saham dan Reksadana Indeks Basis Big Caps

No.
Reksadana Saham dan Reksadana Indeks
Return 1 bulan (%)
Return 1 tahun (%)
Dana Kelolaan (AUM)

1.

Batavia Dana Saham Optimal

6,38

13,11

Rp 628 M

2.

Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A

5,58

16,12

Rp 122 M

3.

Schroder Dana Prestasi Plus

5,17

13,41

Rp 8,9 T

4.

TRAM Consumption Plus Kelas A

4,99

12,15

Rp 720 M

5.

RHB SRI KEHATI Index Fund

4,95

14,74

Rp 213 M

6.

Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati

4,90

14,98

Rp 399 M

7.

Reksa Dana Indeks Avrist IDX30

4,66

16,16

Rp 198 M

8.

Reksa Dana Indeks Principal Index IDX30 Kelas O

4,57

15,57

Rp 139 M

9.

BNI-AM Inspiring Equity Fund

4,07

10,43

Rp 1,4 T

Sumber: Bareksa Research Team, data NAV per 31 Mar 2022

Baca juga IHSG Diprediksi Menuju 7.600, Sentimen Positif Reksadana Saham

Apa yang harus dilakukan investor?

Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi dari potensi perlambatan ekonomi China serta risiko geopolitik global yang masih berlangsung, ada baiknya investor melakukan diversifikasi portofolio.

Investor dengan profil risiko agresif dapat pertimbangkan untuk akumulasi reksa dana saham berbasis saham kapitalisasi besar yang diborong oleh investor asing, jika IHSG mengalami penurunan.

Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat terus melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap yang berbasis obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. 

Lalu untuk investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap.

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Lihat Promo Big Ramadan: Investasi Plus Donasi dengan Reksadana Syariah, Bisa Raih Hadiah

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.