BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Minyak Tembus US$100, Yield UST Tertinggi Sejak 2023, Cek SR025 & Reksadana Ini

10 September 2026
Tags:
Bareksa Insight: Minyak Tembus US$100, Yield UST Tertinggi Sejak 2023, Cek SR025 & Reksadana Ini
Ilustrasi kenaikan harga minyak yang berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan dan kinerja reksadana serta SBN. (Shutterstock)

Pasar kembali defensif setelah harga minyak menembus US$100 per barel dan yield US Treasury naik ke level tertinggi sejak November 2023.

Bareksa — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,12% ke 6.678 pada Rabu (9/9), dengan asing mencatat net sell Rp439 miliar. Di pasar global, harga minyak Brent melonjak 3,36% ke US$101,2 per barel, level tertinggi sejak Juli & WTI naik 3,25% ke US$96,1. Eskalasi konflik AS-Iran dan gangguan arus minyak di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran inflasi. Yield UST 10 tahun naik ke 4,844%, level tertinggi sejak Oktober 2023, sedangkan yield SBN 10 tahun bergerak ke 7,095% dari 7,088%. Rupiah menguat 117 poin ke Rp17.513 per dolar AS.

Ringkasan untuk Investor

  • Risk-off menguat: minyak di atas US$100 dan yield UST tinggi dapat menekan valuasi saham serta aset bereksadanaurasi panjang.

  • Reksadana pasar uang: relevan untuk dana jangka pendek dan menjaga fleksibilitas saat arah pasar belum jelas.

  • Reksadana pendapatan tetap: dapat dicermati bertahap, tetapi NAB sensitif terhadap kenaikan yield dan risiko kredit.

  • SR025: kupon tetap 6,8% untuk T3 dan 6,9% untuk T5; masa penawaran berlangsung sampai 16 September 2026.

  • Emas: sekitar US$4.400,5 per ons; tetap menjadi diversifier, tetapi volatilitas meningkat.

Data Kunci Pasar

Indikator

Harga per 9/9

Keterangan

IHSG

6.678; -0,12% (9/9)

Net sell asing Rp439 miliar

Brent

US$101,2/barel

Naik 3,36%; risiko inflasi energi

WTI

US$96,1/barel

Naik 3,25%

Yield SBN 10Y

7,095%

Naik tipis dari 7,088%

Yield UST 10Y

4,844%

Level tinggi; menekan aset berisiko

USD/IDR

Rp17.513

Rupiah menguat 117 poin

Emas spot

US$4.400,5/oz

Naik tipis 0,04%

Sumber: Investing, BEI, diolah

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration

Sumber: Investing. *Grafik menggunakan indeks 100 pada awal periode.

Mengapa Minyak Menjadi Sinyal Pasar Terkuat?

Kenaikan harga minyak Brent ke atas US$100 menjadi sinyal pasar paling kuat karena berpotensi mendorong inflasi melalui biaya energi dan transportasi. Jika tekanan harga bertahan, ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan dapat menyempit. Dampaknya biasanya lebih terasa pada saham bervaluasi tinggi dan obligasi bereksadanaurasi panjang.

Kenaikan harga minyak juga berdampak tidak seragam bagi saham. Emiten energi dan komoditas dapat memperoleh dukungan harga, sementara sektor yang sensitif terhadap biaya bahan bakar atau permintaan konsumen berpotensi menghadapi tekanan margin. Investor tetap perlu menilai fundamental tiap emiten, bukan hanya mengikuti pergerakan komoditas.

Reksadana Pendapatan Tetap di Tengah Yield Tinggi

Yield SBN 10 tahun berada di sekitar 7,09%, sementara yield UST 10 tahun masih tinggi di 4,84%. Jika yield domestik kembali turun, harga obligasi berpotensi menguat. Namun, reksadana pendapatan tetap tetap sensitif terhadap perubahan yield, durasi, risiko kredit, dan likuiditas.

Reksadana Pendapatan Tetap

Return 1 bulan

Return 1 tahun

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1,44%

7,26%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1,41%

6,58%

Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A

0,15%

1,60%

STAR Fixed Income NEO AI Dollar

0,19%

3,11%

Sumber: Bareksa, kinerja per 9/9/2026

Reksadana Pasar Uang untuk Menjaga Likuiditas

Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek atau sebagai tempat menunggu ketika arah yield dan kebijakan The Fed belum jelas. Produk berbasis dolar AS juga dapat dipertimbangkan oleh investor yang memiliki kebutuhan dana dalam USD, dengan tetap memperhatikan risiko nilai tukar.

Reksadana Pasar Uang

Return 1 tahun

Insight Money

5,16%

Syailendra Dana Kas

4,64%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,17%

Mandiri Money Market USD

2,58%

Sumber: Bareksa, kinerja per 9/9/2026

SR025: Imbal Hasil Sukuk Ritel Tertinggi Sejak 2020

Fitur

SR025-T3

SR025-T5

Tenor

3 tahun

5 tahun

Kupon tetap

6,8% per tahun

6,9% per tahun

Masa penawaran

21 Agustus–16 September 2026

21 Agustus–16 September 2026

Sumber: DJPPR Kemenkeu

SR025 dapat dicermati investor yang menginginkan arus kas kupon tetap dan mampu menahan investasi sesuai tenor. SR025 menawarkan imbal hasil Sukuk Ritel tertinggi sejak 2020. Dengan fitur tradable, investor berpeluang meraih capital gain atau capital loss, jika menjualnya di pasar sekunder setelah masa minimum holding period pada 11 Oktober 2026.

Emas Rebound, Arus Dana ETF Menguat

Harga emas spot naik 1,16% ke US$4.400,53 per ons pada 9 September 2026, didukung pelemahan dolar AS dan permintaan aset aman akibat konflik AS–Iran. Dukungan lain datang dari arus dana masuk global ke ETF berbasis emas yang mencapai sekitar US$18 miliar pada Agustus, salah satu inflow bulanan terbesar menurut World Gold Council.

Meski demikian, kenaikan yield Treasury dan peluang kenaikan suku bunga The Fed tetap menjadi risiko bagi emas. Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan pembelian bertahap saat koreksi. Secara teknikal, area US$4.422 menjadi resistance awal, sedangkan US$4.347 merupakan support terdekat.

Harga beli emas digital per gram

Platform

Harga beli

Treasury

Rp2.521.213

Pegadaian

Rp2.488.000

Indogold

Rp2.456.160

Sumber: fitur Bareksa Emas per 10/9/9 pagi

Implikasi bagi Investor

Kebutuhan

Instrumen

Pendekatan yang dapat dicermati

Dana jangka pendek

Reksadana pasar uang atau dolar AS

Utamakan likuiditas dan sesuaikan mata uang kebutuhan

Pendapatan serta peluang capital gain

Reksadana pendapatan tetap

Akumulasi bertahap; perhatikan durasi dan kualitas kredit

Arus kas berkala

SR025 T3 atau T5

Sesuaikan tenor dengan rencana penggunaan dana

Diversifikasi

Emas

Pertimbangkan pembelian bertahap sesuai profil risiko

Eksposur saham

Reksadana saham

Gunakan secara taktis; siapkan toleransi terhadap koreksi

Sumber: Tim Analis Bareksa

Kesimpulan

Minyak yang menembus US$100 dan yield UST 10 tahun yang tinggi memperkuat sinyal risk-off global. Dalam kondisi ini, investor dapat menjaga likuiditas melalui reksadana pasar uang, mencermati reksadana pendapatan tetap secara bertahap, mempertimbangkan SR025 sesuai horizon, dan menggunakan emas sebagai diversifikasi. Untuk saham, pendekatan taktis dan disiplin risiko lebih relevan daripada mengejar kenaikan harian.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SR025 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.


Pertanyaan Umum

Apakah kenaikan minyak otomatis membuat IHSG turun?

Tidak selalu. Dampaknya bergantung pada durasi kenaikan, inflasi, kebijakan suku bunga, dan komposisi sektor di IHSG.

Mengapa reksadana pendapatan tetap masih dicermati saat yield naik?

Reksadana pendapatan tetap dapat memperoleh manfaat jika yield turun kembali, tetapi NAB dapat tertekan saat yield dan premi risiko meningkat.

Apakah SR025 bebas risiko pasar?

Tidak. Kupon tetap, tetapi harga jual dan likuiditas pasar sekunder dapat berubah sebelum jatuh tempo.

Apa fungsi reksadana pasar uang dalam situasi ini?

Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk kebutuhan jangka pendek dan menjaga dana tetap fleksibel saat investor menunggu arah pasar lebih jelas.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua