BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Emas Tembus US$4.600, Yield SBN Naik, Ini Strategi Investasi SR025 & Reksadana

24 Agustus 2026
Tags:
Bareksa Insight: Emas Tembus US$4.600, Yield SBN Naik, Ini Strategi Investasi SR025 & Reksadana
Ilustrasi harga emas yang reli dalam beberapa waktu terakhir. (Shutterstock)

Emas menembus US$4.650 per ons, sedangkan yield SBN 10 tahun naik tipis ke 6,96%. Apa dampaknya bagi SR025, reksa dana pendapatan tetap, RD pasar uang, dan investor emas?

Bareksa - Harga emas spot mencapai US$4.650,56 per troy ounce pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 09.37 WIB, naik 1,01% dan sempat menyentuh US$4.656,44. Emas menguji resistance US$4.653. Yield SBN 10 tahun ditutup di 6,96% pada Jumat (21/8), naik 3 basis poin dari 6,93%, sedangkan rupiah bergerak sekitar Rp17.682 per dolar AS.

Ringkasan untuk Investor

Aset/instrumen

Kondisi terbaru

Implikasi strategi

Emas

US$4.650,56/oz; menguji resistance US$4.653


DCA; tunggu konfirmasi jika mengejar breakout

Yield SBN 10 tahun

6,96%; naik 3 bps harian

NAV reksadana pendapatan tetap bisa berfluktuasi; akumulasi bertahap saat koreksi

SR025

Kupon tetap 6,8%–6,9% per tahun

Untuk arus kas bulanan dan horizon 3–5 tahun

Reksadana pasar uang

Relatif stabil dan likuid

Tempat parkir dana menghadapi agenda global pekan ini

Sumber: Investing, Kitco, diolah

Mengapa Harga Emas Naik?

Reli emas didukung kombinasi dolar AS yang melemah, kebutuhan lindung nilai terhadap risiko fiskal AS, serta ketidakpastian di Selat Hormuz. Harga emas juga tetap kuat meski yield US Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,71%. Kitco News mencatat emas membukukan kenaikan mingguan ketiga beruntun dan bertahan di atas area rata-rata bergerak 200 hari.

Promo Terbaru di Bareksa

Risiko energi belum reda. Brent dan WTI masing-masing melonjak 6,39% dan 5,66% pekan lalu, dipicu ancaman sanksi AS terhadap mitra dagang Iran dan gangguan pelayaran. Senin pagi minyak terkoreksi karena aksi ambil untung—Brent ke US$93,17 dan WTI US$85,86 per barel — tetapi tetap tinggi.

Pasar selanjutnya menunggu data inflasi PCE AS pada 26 Agustus serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada 28 Agustus. Simposium Jackson Hole berlangsung 27–29 Agustus 2026 dengan tema inovasi keuangan serta implikasinya bagi sistem pembayaran dan kebijakan.

Illustration

Yield SBN Naik, Apakah Reksadana Pendapatan Tetap Tertekan?

Harga obligasi & yield bergerak berlawanan. Kenaikan yield SBN 10 tahun dari 6,93% menjadi 6,96% dapat memicu koreksi harian pada reksadana pendapatan tetap (RDPT), terutama yang berdurasi panjang.

Namun, tren sebulan masih konstruktif: yield SBN 10 tahun turun sekitar 41 basis poin, dari 7,374% pada 24 Juli menjadi 6,96% pada 21 Agustus. Ini umumnya mendukung harga obligasi dan NAB RDPT. Strategi terukur adalah mengakumulasi bertahap ketika NAB terkoreksi, bukan menilai prospek dari perubahan yield sehari.

Pilihan Reksadana Pendapatan Tetap

Produk

Return 1 bulan

Return 1 tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1,80%

7,03%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1,43%

7,00%

Allianz USD Fixed Income Fund

0,27%

1,92%

STAR Fixed Income NEO AI Dollar

0,70%

Sumber: Bareksa, Kinerja per 21 Agustus 2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang.

SR025 untuk Arus Kas Bulanan

Sukuk Ritel SR025 sedang ditawarkan sejak 21 Agustus hingga 16 September 2026. Kuponnya bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan. Tingkat kupon SR025 merupakan yang tertinggi di antara penerbitan seri SR sejak 2020.

Seri

Tenor

Kupon tetap

Setelah pajak final 10%*

SR025T3

3 tahun

6,80% per tahun

sekitar 6,12% per tahun

SR025T5

5 tahun

6,90% per tahun

sekitar 6,21% per tahun

Sumber: DJPPR Kemenkeu

SR025T3 dapat dipertimbangkan investor dengan horizon lebih pendek, sedangkan SR025T5 mengunci kupon 0,1 poin persentase lebih tinggi selama dua tahun tambahan. Pilihan tenor sebaiknya mengikuti kebutuhan likuiditas, bukan semata mengejar selisih kupon.

Rekasadana Pasar Uang untuk Menjaga Likuiditas

Reksadana pasar uang (RDPU) relevan untuk dana jangka pendek atau dana yang mungkin dipakai setelah agenda PCE dan Jackson Hole. Nilainya tetap dapat berfluktuasi dan hasil tidak dijamin, tetapi risikonya umumnya lebih rendah dibanding reksadana pendapatan tetap berdurasi panjang.

Produk

Return 1 tahun

Insight Money

5,19%

Syailendra Dana Kas

4,61%

Bahana Liquid USD

2,73%

Mandiri Money Market USD

2,61%

Sumber: Bareksa, kinerja per 21 Agustus 2026.

Prospek dan Level Teknikal Emas

Secara teknikal, emas telah menembus tipis resistance pertama US$4.653 secara intraday. Konfirmasi penutupan yang bertahan di atas area itu dapat membuka ruang menuju US$4.853. Sebaliknya, support terdekat berada di US$4.454, lalu US$4.383.

Karena reli sudah kuat, investor jangka panjang dapat menerapkan dollar cost averaging (DCA) untuk mengurangi risiko salah waktu. Harga beli emas digital pada 24 Agustus pagi tercatat sebagai berikut:

Platform

Harga beli per gram

Treasury

Rp2.674.685

Pegadaian

Rp2.632.000

Indogold

Rp2.617.152

Sumber: fitur Bareksa Emas, harga per 24/8/2026 pagi

Perbedaan harga dapat dipengaruhi spread, premium, serta kebijakan masing-masing penyedia. Periksa harga jual kembali sebelum bertransaksi.

Kesimpulan

Emas masih memiliki momentum, tetapi sedang menguji resistance sehingga DCA lebih terukur. Kenaikan harian yield SBN dapat memicu fluktuasi reksadana pendapatan tetap, walau tren yield satu bulan masih turun. SR025 dapat menjadi sumber arus kas bulanan, sedangkan reksadana pasar uang membantu menjaga likuiditas. Kombinasinya perlu disesuaikan dengan tujuan, horizon, mata uang kebutuhan, dan profil risiko investor.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SR025 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa emas naik pada 24 Agustus 2026?

Pendorong utamanya adalah dolar AS yang melemah, kekhawatiran risiko fiskal AS, dan ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz.

Apa dampak kenaikan yield SBN terhadap reksadana pendapatan tetap?

Kenaikan yield biasanya menekan harga obligasi dan NAB reksadana pendapatan tetap dalam jangka pendek. Namun, yield SBN 10 tahun masih turun sekitar 41 bps dibanding 24 Juli.

Berapa kupon SR025?

SR025T3 menawarkan kupon tetap 6,80% per tahun dan SR025T5 6,90% per tahun. Masa penawaran berakhir 16 September 2026.

Kapan reksadana pasar uang cocok digunakan?

Reksadana pasar uang cocok untuk dana jangka pendek, kebutuhan likuiditas, atau parkir dana saat volatilitas pasar meningkat.

Berapa support dan resistance emas?

Resistance terdekat berada di US4.653danberikutnyaUS4.853. Support berada di US4.454,laluUS4.383.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua