Terus Meroket, Emas Antam Tembus Rp919.000 per Gram

Naik Rp28.000 dari perdagangan hari sebelumnya.
Selasa, 24 Maret 2020 17:42:59 WIB Abdul Malik
Image
Penjaga toko menunjukan emas batangan Antam di salah satu toko emas di Bandung Jawa Barat, Kamis (15/3).(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Bareka,com - Harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Selasa (24/03/2020) ini terus meroket. Mengutip laman logammulia.com, khusus emas Antam 1 gram, harganya bahkan sudah menyentuh Rp919.000 per gram atau naik Rp28.000 dari perdagangan hari sebelumnya.


Sumber: logammulia.com

Kenaikan harga emas Antam senada dengan harga emas spot dunia hari ini hingga pukul 16:00 WIB yang juga naik 3,25 persen menjadi US$1.618.45 per troy ons, karena wabah virus corona mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi karena penyebaran wabah virus corona.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp810.000 per gram, menguat 3,85 persen Rp30.000 dari posisi kemarin Rp780.000 per gram.

Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut. Harga emas tersebut juga sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Adapun masyarakat yang memiliki NPWP dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45 persen.

Gejolak Pasar Saham Jadi Faktor Meroketnya Harga Emas

Meroketnya harga emas tentu tak lepas dari gejolak pasar saham yang masih terjadi sepanjang tahun ini akibat wabah virus corona yang semakin parah.
Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga pukul 16.00 WIB hari ini telah anjlok 37,49 persen year to date (YtD).

Kondisi tersebut tentu membuat pelaku pasar cemas untuk menempatkan uangnya di sana dan berusaha mengalihkannya ke aset yang lebih aman (safe haven).

Aset-aset safe haven, yakni aset yang diharapkan nilainya tetap atau meningkat walaupun pasar tidak stabil atau bergejolak, dicari para investor untuk menghindari kerugian ketika terjadi penurunan pasar atau krisis keuangan. Emas adalah salah satu aset yang terbilang safe haven karena memiliki sifat tersebut.

Logam mulia emas telah dipercaya oleh sebagian besar pelaku pasar sebagai aset safe haven. Tidak seperti uang atau aset lainnya, emas ini tidak berisiko kehilangan nilainya di tengah gejolak pasar keuangan.

Safe haven banyak dicari investor untuk menghindarkan mereka dari kerugian ketika terjadi krisis keuangan. Itu sebabnya, harga emas justru melonjak tinggi saat ekonomi dunia diliputi ketidakpastian.

Nilai emas yang tetap stabil dan aman selalu bisa diandalkan menjadi alasan banyaknya orang yang tertarik pada aset ini. Di sisi lain, emas juga bisa dijual sewaktu-waktu ketika investor membutuhkan uang cepat, artinya aset ini sangat likuid.

Kondisi tersebut yang membuat permintaan emas stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya, terlebih ketika kondisi pasar keuangan dunia sedang terguncang, yang pada akhirnya membuat harganya melambung tinggi.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER