Cadangan Devisa Februari 2020 Turun, BI Pastikan Sistem Keuangan Masih Aman

Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah
Jumat, 06 Maret 2020 14:01:55 WIB Martina Priyanti
Image
Fungsi dari cadangan devisa yaitu untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran dan untuk menjaga stabilitas moneter. Dalam kaitan dengan neraca pembayaran, cadangan devisa biasanya digunakan untuk membiayai impor dan membayar kewajiban luar negeri, sementara dalam fungsinya untuk menjaga stabilitas moneter adalah untuk mempertahankan nilai tukar rupiah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

Bareksa.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan cadangan devisa Indonesia pada Februari 2020 mengalami penurunan US$1,26 miliar setara Rp18,14 triliun (nilai tukar Rp14.400 per dolar, besaran nilai tukar APBN 2020).

"Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam laman resmi BI, Jumat (6/3/2020).

Cadangan devisa Indonesia pada Februari 2020 tercatat US$130,44 miliar atau setara Rp1.878 triliun (nilair tukar Rp14.400 per dolar AS). Sebelumnya, pada Januari 2020 posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$131,70 miliar atau setara Rp1.896 triliun (nilair tukar Rp14.400 per dolar AS).


Sumber : BI

Tapi, jika dibandingkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2019, besaran cadangan devisa Indonesia pada Februari 2020 masih lebih besar. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2019 tercatat US$129,18 miliar atau setara Rp1.860 triliun (nilair tukar Rp14.400 per dolar AS).

Grafik Pergerakan Cadangan Devisa Indonesia per Bulan


Sumber : BI, diolah Bareksa.com

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2020 tetap tinggi meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2020. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Onny.

BI menilai, kata Onny melanjutkan, cadangan devisa pada Februari 2020 mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," ucap Onny.

Manfaat Cadangan Devisa

Gubernur BI, Perry Warjiyo pada sebuah kesempatan mengungkapkan jumlah cadangan devisa dapat digunakan untuk memitigasi kemungkinan keluarnya dana asing dari dalam negeri, pembiayaan impor, dan pembayaran utang luar negeri (ULN).

Cadangan devisa adalah seluruh aktiva luar negeri yang dikuasai oleh otoritas moneter dan dapat digunakan setiap waktu untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran, atau dalam rangka stabilitas moneter dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dan untuk tujuan lainnya.

Adapun fungsi dari cadangan devisa yaitu untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran dan untuk menjaga stabilitas moneter. Dalam kaitan dengan neraca pembayaran, cadangan devisa biasanya digunakan untuk membiayai impor dan membayar kewajiban luar negeri, sementara dalam fungsinya untuk menjaga stabilitas moneter adalah untuk mempertahankan nilai tukar rupiah.

Nah, jika suatu waktu cadangan devisa dinyatakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, hal tersebut disebabkan oleh tiga faktor penyebab yakni pertama, untuk pembayaran bunga utang luar negeri pemerintah, kedua pemenuhan kewajiban BUMN untuk pembayaran impor bahan baku, dan ketiga intervensi BI untuk meredam pelemahan nilai tukar.

Cadangan devisa yang naik adalah positif bagi makro ekonomi Indonesia. Bagi investor, hal ini memberikan prospek bagus untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di surat berharga negara (SBN).

Dengan prospek yang baik, maka asumsi imbal hasil (yield) obligasi negara peluangnya lebih kecil untuk naik. Kondisi ini bisa menjaga harga obligasi negara tetap stabil, yang bagus untuk reksadana pendapatan tetap.

Sebagai informasi, reksadana pendapatan tetap menaruh mayoritas portofolionya dalam efek utang (obligasi), sehingga peningkatan harga obligasi negara tentu bisa mendorong kinerja jenis reksadana ini. (hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER