Benarkah Investasi Sukuk Ritel SR012 Halal? Ini Empat Alasannya

Sukuk Ritel telah dinyatakan sesuai syariah melalui fatwa DSN MUI
Jumat, 21 Februari 2020 12:03:33 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Sukuk Ritel menggunakan akad wakalah dan ijarah, sehingga berbeda dengan skema surat berharga negara pada umumnya (obligasi konvensional). Akad wakalah terjadi antara masyarakat pemegang sukuk (investor) dan Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Sementara akad ijarah terjadi antara Perusahaan Penerbit SBSN dan pemerintah.

Bareksa.com - Sebagian orang, khususnya umat Muslim, memandang investasi di bidang keuangan tidak hanya untuk mencari keuntungan materi semata, tetapi juga untuk mencari hasanah atau kebaikan dari sisi spiritual. Produk investasi berbasis syariah, seperti sukuk, bisa menjadi pilihan untuk investor yang memegang prinsip-prinsip syariah ini.

Melihat kebutuhan itu, pemerintah akan menerbitkan Sukuk Ritel seri terbaru, yakni SR012 yang dijual secara online. Produk investasi khusus investor individu (ritel) yang berdasarkan prinsip-prinsip Islami ini akan bisa dipesan online mulai tanggal  24 Februari 2020.

Karena investasi ini dikhususkan untuk investor ritel, modal awal untuk membeli sukuk sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp1 juta. Nilai pembelian SR012 ini juga bisa dilakukan dengan kelipatan Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar per investor.

Mengapa Sukuk Ritel SR012 termasuk investasi halal? Berikut alasannya :

1. Fatwa MUI

Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah melalui fatwa oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

2. Bukan Surat Utang

Sukuk adalah penyertaan terhadap aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang. Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.

Selama aset ini disewakan, kita sebagai investor menerima uang sewa atau kupon yang dibayar per bulan. Pada saat jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan uang pokok kita secara utuh dan aset negara pun kita kembalikan.

3. Imbal Hasil Tanpa Riba

Pada sukuk, keuntungan atau imbal hasil yang diberikan adalah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariat Islam yang tidak mengandung unsur riba.

Imbal hasil sukuk ini akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah dua tahun.

4. Akad Sesuai Syariah

Sukuk Ritel menggunakan akad wakalah dan ijarah, sehingga berbeda dengan skema surat berharga negara pada umumnya (obligasi konvensional). Akad wakalah terjadi antara masyarakat pemegang sukuk (investor) dan Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Sementara akad ijarah terjadi antara Perusahaan Penerbit SBSN dan pemerintah.

Dalam akad wakalah, Perusahaan Penerbit SBSN wajib menyatakan dirinya bertindak sebagai wali amanat/wakil dari pemegang sukuk untuk mengelola dana hasil penerbitan sukuk dalam berbagai kegiatan yang menghasilkan keuntungan.

Sebagai wakil, Perusahaan Penerbit SBSN menyampaikan kepada calon investor tentang rencana penggunaan dana dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan, antara lain rencana jenis kegiatan, komposisi kegiatan, perkiraan keuntungan masing-masing kegiatan dan perkiraan keuntungan komposit. Underlying asset untuk SR012 adalah barang milik negara, proyek dan kegiatan di Kementerian dan Lembaga sesuai dengan APBN 2020.

Dalam akad ijarah, satu pihak baik bertindak sendiri atau melalui wakilnya, menyewakan hak atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga sewa dan periode sewa yang disepakati.

Seperti disebutkan sebelumnya, Sukuk Ritel adalah penyertaan terhadap aset milik negara yang disewakan. Dalam hal ini, Perusahaan Penerbit SBSN membeli aset negara menggunakan dana yang terkumpul dari penerbitan sukuk.

Kemudian, pemerintah menyewa aset negara tersebut dengan memberikan uang sewa berupa imbalan yang dibayarkan kepada Perusahaan Penerbit SBSN ini. Imbalan tersebut kemudian dibagikan kepada investor masyarakat yang telah memiliki sukuk ritel. Maka, terjadilah akad ijarah antara Perusahaan Penerbit SBSN dan pemerintah.

Terlepas dari keempat alasan tersebut, Sukuk Ritel bisa dibeli oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang latar belakang keyakinan atau agamanya. Ibarat makanan, semua orang boleh saja memakan makanan yang berlabel halal.

* * *

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBN ritel hanya bisa dipesan selama masa penawaran, dan yang terdekat adalah SR012. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER