Mau Investasi Syariah Dijamin Negara? Catat Jadwal Penerbitan Sukuk Ritel SR012

SR012 akan ditawarkan selama masa penawaran 24 Februari-12 Maret 2020
Senin, 17 Februari 2020 12:01:01 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Sukuk adalah bukti penyertaan atas kepemilikan aset negara. Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.

Bareksa.com - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai instrumen investasi untuk masyarakat pemodal, sekaligus mencari pembiayaan untuk anggaran negara. SBN ada banyak ragamnya, dan untuk masyarakat yang memegang prinsip syariah, terdapat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

SBSN cocok untuk masyarakat yang memandang bahwa investasi di bidang keuangan tidak hanya untuk mencari keuntungan materi semata, tetapi juga untuk mencari hasanah atau kebaikan dari sisi spiritual. Salah satu jenis SBSN yang bisa menjadi pilihan bagi investor individu (ritel) adalah Sukuk Ritel (SR).

Sukuk adalah bukti penyertaan atas kepemilikan aset negara. Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.

Sebagai produk investasi, sukuk memberikan keuntungan atau imbal hasil berupa uang sewa (ujrah). Perhitungan imbal hasil ini berupa persentase dari modal dalam waktu setahun, tetapi pembayarannya dilakukan tiap bulan.

Seri terbaru, SR012 akan ditawarkan selama masa penawaran 24 Februari-12 Maret 2020. SR012 adalah salah satu dari enam SBN ritel yang akan diterbitkan pemerintah pada tahun ini.

Berikut jadwal penerbitan SR012 (tentatif), menurut Direktorat Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Jadwal Penerbitan SR012 (Tentatif)

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Dengan jangka waktu (tenor) tiga tahun, SR012 akan jatuh tempo pada 10 Maret 2023. Menariknya, investor tidak harus menyimpan SR hingga jatuh tempo, tetapi bisa menjualnya di pasar sekunder setelah tiga kali pembayaran kupon, yakni mulai 11 Juni 2020.

Bila investor memilih untuk menjual sebelum jatuh tempo, ada potensi keuntungan dari selisih harga atau yang biasa disebut dengan capital gain. Artinya investor bisa menjual SR dengan harga lebih tinggi daripada nilai saat masa penawarannya.

Karena investasi ini dikhususkan untuk investor ritel, modal awal untuk membeli sukuk sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp1 juta. Nilai pembelian SR ini juga bisa dilakukan dengan kelipatan Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar per investor.

Tidak perlu takut rugi berinvestasi di SR, karena risikonya terbilang nyaris tidak ada. Sebagai instrumen pasar modal, SR termasuk instrumen yang bebas risiko (risk free instrument) karena pembayaran imbalan dan nilai nominal SR dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBN ritel hanya bisa dipesan selama masa penawaran, dan yang terdekat adalah SR012. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER