Ini Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Reksadana

don't put your eggs in one basket
Selasa, 11 Februari 2020 07:41:21 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi seorang anak menyiram dan merawat tanaman yang menggambarkan investasi pada empat jenis reksadana yang bertumbuh memberikan keuntungan (Shutterstock)

Bareksa.com - Investasi wajib dilakukan oleh siapapun. Terutama, bagi mereka yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan keuangan diri sendiri dan keluarga di masa depan.

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto mengingatkan, ada baiknya sebelum melakukan investasi, setiap orang yang akan menjadi investor dari produk investasi, melakukan financial check up. Tujuannya untuk menentukan kemampuan keuangan serta target dan investasi. Jika diperlukan, bisa meminta bantuan perencana keuangan.

Jika ingin berinvestasi tapi menilai kondisi ekonomi rasanya sedang fluktuatif, Rudiyanto mengatakan untuk tetap mewujudkan niat untuk berinvestasi.

"Meskipun investasi jangka panjang tetap perlu diversifikasi dengan berinvestasi pada jenis reksadana yang profilnya lebih konservatif seperti pasar uang, pendapatan tetap dan campuran. Bukan hanya saham saja," kata Rudiyanto kepada Bareksa, Senin (10/2).

Ia melanjutkan, diversifikasi investasi di reksadana, juga bisa dilakukan dalam hal jenis reksadana berdasarkan mata uang yang dipilih. "Reksadana USD (dalam dolar AS) juga bisa dipertimbangkan," imbuhnya.

Ada prinsip investasi yang menyebutkan, "Don't put your eggs in one basket" atau, "Jangan meletakkan telur-telur Anda dalam satu keranjang," juga berlaku dalam investasi di reksadana.  

Salah satu kegunaan diversifikasi investasi ialah untuk mengurangi risiko investasi dari instrumen berikut jenis investasi yang Anda pilih. Baiknya, jangan menempatkan seluruh dana investasi (eggs/telur) Anda dalam satu jenis instrumen investasi (basket), karena jika instrumen investasi Anda (basket) jatuh, maka seluruh dana (eggs/telur) Anda akan turun nilainya (pecah).

Maka, tempatkanlah dana Anda dalam beberapa jenis instrumen investasi dengan melakukan diversifikasi. Tempatkanlah telur Anda dalam beberapa keranjang maka dengan begitu, jika salah satu keranjang investasi Anda jatuh, maka Anda masih memiliki cadangan keranjang investasi di tempat lain, yang harapannya dapat menopang keseluruhan jenis investasi Anda agar tidak jatuh nilainya secara keseluruhan.

Berikut tips agar Anda bisa menentukan bentuk-bentuk diversifikasi investasi di reksadana yang tepat :

1. Tujuan Investasi

Investasi bisa dikatakan menyisihkan sejumlah "uang nganggur" atau idle money, untuk kebutuhan jangka panjang dan bukan merupakan uang yang digunakan untuk kebutuhan lainnya, apalagi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain pada kenyataannya, banyak orang yang ingin berinvestasi jangka pendek dengan tingkat likuiditas yang tinggi, namun mengharapkan tingkat imbal hasil yang optimal.

Bagi Anda yang baru memulai investasi reksadana, maka sangat penting untuk menentukan tujuan investasi yang akan dicapai. Jika tujuan investasi jangka panjang, maka komposisi reksadana saham akan lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, yang nilai imbal hasilnya tidak sebesar reksadana saham.

Tapi, jika tujuan investasi untuk jangka pendek hingga menengah, maka komposisi reksadana pasar uang dan pendapatan tetap akan lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana saham, agar mampu tumbuh stabil dan likuiditas terjaga.

2. Kenali Karakter Risiko

Nah berkaitan dengan tujuan yang telah dipilih, profil risiko sangat menentukan komposisi pembagian investasi reksadana. Sebagai informasi, terdapat empat jenis kategori profil risiko yakni:

- Konservatif, profil risiko ini investor sangat mengutamakan keutuhan nilai pokok investasi dengan risiko fluktuasi yang sangat rendah, terutama untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bulanan. Komposisi yang tepat untuk profil risiko ini ialah reksadana pasar uang di kisaran antara 80 persen hingga 90 persen, kemudian sisanya pada reksadana pendapatan tetap antara 10 persen hingga 20 persen.

Konservatif moderat, pada profil risiko ini, investor masih tetap mengutamakan tingkat keutuhan nilai pokok investasi, namun masih bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih baik dibandingkan dengan produk perbankan.

Komposisi yang tepat untuk profil risiko ini ialah 60 persen hingga 70 persen pada reksadana pasar uang, dan 30 persen hingga 40 persen pada reksadana pendapatan tetap.

Moderat agresif, pada profil risiko ini, ciri utamanya adalah investor mulai berani mencoba alternatif untuk mendapatkan hasil investasi yang relatif tinggi, dan bersedia menerima risiko fluktuasi investasi yang juga relatif tinggi. Jenis profil risiko moderat agresif, komposisi yang tepat adalah 40 persen hingga 50 persen pada reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap, dan 50 persen hingga 60 persen pada reksadana campuran atau saham.

Agresif, pada profil risiko ini, ciri utamanya ialah investor sangat mengutamakan hasil investasi yang tinggi dalam jangka panjang dan siap menerima tingginya risiko investasi.

Jenis profil risiko agresif, komposisi yang tepat ialah 70 persen hingga 80 persen pada instrumen reksadana saham, dan 20 persen hingga 30 persen pada reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER