Bisakah Harga NAB/Unit Reksadana Mencapai Ratusan Ribu Rupiah?

NAB/UP menjadi tolok ukur atau acuan perhitungan harga dari suatu reksadana
Jumat, 17 Januari 2020 12:09:03 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Keuntungan investor dihitung dengan selisih nilai investasi kita saat ini dengan modal kita waktu awal berinvestasi. Jadi, tergantung kapan waktu kita membeli dan mencairkan investasi kita di reksadana. shutterstock

Bareksa.com - Dalam hal berinvestasi reksadana, kita pasti sering mendengar adanya Nilai Aktiva Bersih/Unit Penyertaan (NAB/UP). Angka ini sering juga disebut sebagai harga reksadana, karena ditampilkan dalam rupiah.

NAB/UP menjadi tolok ukur atau acuan perhitungan harga dari suatu reksadana. Sebab apabila kita akan bertansaksi reksadana baik beli maupun jual, kita perlu mengetahui berapa NAB suatu reksadana untuk memperkirakan jumlah unit yang akan peroleh atau perkiraan keuntungan ketika menjual reksadana.

Cara menghitung NAB/UP adalah total nilai pasar wajar aset dalam reksadana dikurangi total kewajiban atau biaya reksadana yang dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa keuangan (OJK), pada hari pertama penawaran umum (initial public offering/IPO) sebuah reksadana, NAB/UP ditetapkan Rp1.000. Selanjutnya, perhitungan NAB/UP akan berubah sesuai dengan pergerakan nilainya di pasar instrumen investasi.

Nah, mungkinkah NAB/UP atau harga reksadana ini mencapai ratusan ribu?

Berdasarkan data yang dikompilasi dari OJK, hingga saat ini belum ada reksadana yang memiliki NAB/UP mencapai Rp100.000. Data per 16 Januari 2020 menunjukkan Panin Dana Maksima memiliki NAB/UP tertinggi di industri saat ini dengan nilai Rp71.342. Reksadana saham ini diluncurkan sejak 1 April 1997, alias sudah berusia hampir 23 tahun.

Kemudian, di posisi kedua adalah reksadana Batavia Dana Saham yang tersedia di marketplace Bareksa. Reksadana saham ini memiliki NAB/UP Rp62.301 per 16 Januari 2020. Reksadana ini juga sudah berumur 23 tahun karena telah diluncurkan sejak 16 Desember 1996.

Tabel Top 10 Reksadana Berdasarkan NAB/UP Terbesar

Sumber: Bareksa.com

Bila nilai aset-aset yang ada di dalam portofolio reksadana-reksadana ini terus tumbuh, tentu saja dalam jangka panjang ada kemungkinan NAB/UP mereka mencapai angka Rp100.000, atau 100 kali dari nilai saat peluncurannya.

Apakah dengan membeli reksadana dengan harga (NAP/UP) yang mahal, keuntungan investor akan lebih tinggi?

Belum tentu. Keuntungan investor dihitung dengan selisih nilai investasi kita saat ini dengan modal kita waktu awal berinvestasi. Jadi, tergantung kapan waktu kita membeli dan mencairkan investasi kita di reksadana.

Kalau kita berinvestasi dalam salah satu dari reksadana tertua ini, tentu kita bisa menikmati return yang sangat tinggi. Contohnya, reksadana Batavia Dana Saham bisa membukukan return 6.130,11 persen sejak peluncuran (inception). Artinya, dana kita tumbuh 62 kali lipat kalau kita berinvestasi di reksadana ini sejak 23 tahun lalu.

Grafik Return Batavia Dana Saham per 16 Januari 2020

Sumber: Bareksa.com

Jadi, jangka waktu investasi yang sangat menentukan potensi keuntungan dari investasi reksadana kita, dan selisih modal awal dengan nilai akhir investasi kita. Baca juga faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja reksadana.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana indeks dikelola secara pasif dan berisikan aset saham-saham dalam indeks acuannya, yang bisa berfluktuasi dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, reksadana indeks cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk investor bertipe agresif.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER