Jumlah Investor Reksadana Tembus 1,71 Juta per Akhir November 2019

Jumlah itu melesat 71,27 persen dari posisi akhir 2018 sebanyak 995.510 investor
Jumat, 06 Desember 2019 13:48:48 WIB Issa Almawadi
Image
Selain bertambah dengan pesat, ada keterlibatan milenial dan transaksi elektronik yang cepat dalam industri pasar modal.

Bareksa.com – Jumlah investor reksadana tumbuh semakin tinggi, seiring dengan kemudahan transaksi elektronik dan edukasi yang meluas kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan akun S-Invest yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Berdasarkan data KSEI, jumlah akun S-Invest mencapai 1,71 juta per 29 November 2019 atau naik 71,27 persen dari posisi akhir tahun 2018 sebanyak 995.510. Catatan itu membuat pertumbuhan investor reksadana jauh melebihi investor saham yang mencapai 1,09 juta atau naik 27,97 persen dari posisi akhir 2018 sebanyak 852.240 investor.

Sebagai informasi, jumlah investor saham dicatat dalam sistem CBEST. Adapun secara total, jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai 2,41 juta atau naik 5,7 persen dari akhir 2018 sebanyak 2,28 juta investor.

Jumlah Investor SID per 29 November 2019

Sumber: KSEI

Sementara itu, sistem SBN mencatat jumlah investor surat berharga negara (SBN) sebanyak 313.315 dan sistem EBAE mencatat jumlah investor surat utang sebanyak 1.638.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen pernah menyampaikan, fenomena pertumbuhan jumlah investor belakangan ini cukup menarik. Selain bertambah dengan pesat, ada keterlibatan milenial dan transaksi elektronik yang cepat.

Menurut Hoesen, hal itu merupakan hasil dari percepatan proses pembukaan rekening. “Selama ini, pembukaan rekening dikeluhkan, khususnya rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) cukup menghambat pertumbuhan investor kita,” kata Hoesen di Lombok, Jumat, 25 Oktober 2019.

Hoesen menyampaikan, kini proses pembukaan rekening sudah semakin cepat. Dari biasanya bisa mencapai 2 minggu menjadi hanya 1 hari saja.

Sementara Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menambahkan, pertumbuhan jumlah investor yang cukup pesat tidak lepas dari sosialisasi kepada para investor pemula. Uriep mengungkapkan, dalam sosialisasi pasar modal ke investor pemula diarahkan untuk berinvestasi pada reksadana terlebih dahulu.

Di sisi lain, jumlah dana kelolaan (asset under management/AUM) reksadana berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 15 November 2019 mencapai Rp551,43 triliun atau naik 9,11 persen dari posisi akhir 2018 Rp505,39 triliun.

Pertumbuhan jumlah investor dan AUM reksadana juga diimbangi dengan bertambahnya jumlah manajer investasi yang menurut data OJK menjadi 99 perusahaan dari 92 perusahaan per akhir 2018. Adapun OJK juga mencatat ada sebanyak 42 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari posisi 40 APERD per akhir 2018. (hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER