Klarifikasi Narada AM kepada Investor Reksadana

Jajaran direksi dan komisaris Narada AM meminta maaf kepada para investor
Sabtu, 16 November 2019 14:39:02 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Manajemen Narada juga mengatakan proses penyelesaian kewajiban telah dilakukan dan akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Bareksa.com - PT Narada Aset Manajemen memberikan penjelasan dan konfirmasi mengenai status suspensi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan masalah penyelesaian kewajiban, setelah kinerja reksadana yang dikelola anjlok dalam waktu tiga hari.

Dalam surat yang ditujukan kepada investornya, manajemen Narada AM mengkonfirmasi status suspend (penghentian sementara) untuk penambahan unit reksadana yang dikelola. Oleh karena itu, jajaran direksi dan komisaris Narada AM meminta maaf kepada para investor.

Manajemen Narada juga mengatakan proses penyelesaian kewajiban telah dilakukan dan akan diselesaikan dalam waktu dekat. "Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan semua kewajiban tersebut hingga selesai. Evaluasi kinerja pun sedang kami lakukan dan akan kami terapkan perbaikannya sesegera mungkin," tulis Direktur Utama Narada AM Oktaviandondi dalam surat tersebut.

Sebelumnya, OJK dalam surat yang ditujukan kepada Direksi Narada Aset, tertanggal 13 November 2019 bernomor S-1387/PM.21/2019, perihal perintah untuk melakukan tindakan tertentu, menyatakan berdasarkan hasil pengawasan OJK diketahui per 7 November 2019 terdapat transaksi gagal bayar atas pembelian beberapa efek saham senilai Rp177,78 miliar.

OJK memerintahkan Narada untuk segera melakukan penyelesaian pembayaran atas instruksi pembelian efek kepada beberapa perusahaan efek tersebut dan segera melaporkan perkembangan penyelesaian masalah. Kemudian, OJK juga melarang Narada untuk membuat reksadana baru, menambah unit dari reksadana yang dikelola dan melakukan transaksi pembelian efek untuk seluruh portofolio efek reksadana yang dikelola.

Bareksa, selaku marketplace agen penjual reksadana, sebelumnya telah meminta klarifikasi kepada Narada AM terkait kinerja dua produknya yang sangat volatile beberapa waktu terakhir.

Chief Business Development Bareksa, Ni Putu Kurniasari, mengatakan, sesuai kebijakan OJK tersebut, Bareksa telah langsung menetapkan penghentian sementara (suspensi) semua transaksi pembelian reksadana Narada Saham Indonesia dan Narada Campuran I. Kedua produk reksadana ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan resmi dari OJK.

Suspensi pembelian produk Narada Saham Indonesia dan Narada Campuran I diberlakukan mulai 14 November 2019. "Suspensi sementara akan diberlakukan hingga ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak manajer investasi," ujarnya.

Kinerja reksadana Narada Saham Indonesia anjlok 15,6 persen dalam sehari pada 13 November 2019, setelah penurunan beruntun dalam dua hari sebelumnya dan sebulan terakhir, return reksadana ini negatif 46,43 persen. Sementara itu, NAB/UP reksadana Narada Campuran I anjlok 11 persen pada 13 November 2019 dengan return sebulan terakhir negatif 40,06 persen.

Meski manajemen Narada AM dalam suratnya meminta para investor untuk tidak menjual unit reksadana mereka agar tidak menurunkan nilai dana kelolaan dan nilai investasi, investor memiliki kebebasan penuh untuk menahan atau menarik dana mereka dari produk reksadana yang dikelola Narada AM.

Perlu dicatat bahwa reksadana campuran dan reksadana saham sangat direkomendasikan untuk investasi jangka menengah hingga panjang, yakni antara 3 tahun hingga di atas 5 tahun karena sifatnya yang high risk high return. Sehingga selalu sesuaikan investasi Anda dengan profil risiko, target investasi, serta jangka waktu investasi yang Anda rencanakan. Baca juga strategi investasi reksadana saat pasar saham anjlok di sini.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER