Masuk Rp3 Triliun di SBN Sepekan, Kepemilikan Asing Kembali Cetak Rekor

Kepemilikan investor asing per 17 Oktober 2019 mencapai Rp1.036,54 triliun
Senin, 21 Oktober 2019 15:18:48 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Bila dilihat dari porsinya, investor asing memang masih mendominasi kepemilikan Surat Utang Negara Indonesia. Per 17 Oktober 2019, porsi investor asing mencapai 38,77 persen dari total SUN yang dapat diperdagangkan Rp2.673,85 triliun.

Bareksa.com - Investor asing terlihat semakin percaya diri berinvestasi di surat utang negara (SUN) Indonesia, seiring dengan kondisi ekonomi yang stabil. Hal tersebut tercermin dari terus meningkatnya kepemilikan atas Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang dapat diperdagangkan.

Mengutip data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR), dalam sepekan terakhir, aliran dana asing masuk ke pasar obligasi Indonesia mencapai Rp3,01 triliun. Sehingga, kepemilikan investor asing per 17 Oktober 2019 mencapai Rp1.036,54 triliun, rekor tertinggi sepanjang masa.

Grafik Pertumbuhan Kepemilikan Investor Asing di SUN

Sumber: DJPPR, diolah Bareksa

Dihitung sejak awal tahun, angka ini menunjukkan nilai pembelian bersih Rp143,29 triliun oleh investor non residen termasuk bank swasta asing, manajer investasi asing, perusahaan sekuritas asing, asuransi asing dan dana pensiun asing.

Bila dilihat dari porsinya, investor asing memang masih mendominasi kepemilikan Surat Utang Negara Indonesia. Seperti terlihat di dalam grafik, porsi investor asing mencapai 38,77 persen dari total SUN yang dapat diperdagangkan Rp2.673,85 triliun.

Grafik Kepemilikan SUN Menurut Tipe Investor

Sumber: DJPPR, diolah Bareksa.com

Peningkatan kepemilikan investor asing di SUN mencerminkan menariknya pasar obligasi Indonesia. Sejumlah hal yang menjadi daya tarik Indonesia termasuk yield (imbal hasil) obligasi acuan, tingkat inflasi yang masih rendah, serta kondisi politik yang terjaga.

Yield (imbal hasil) obligasi negara bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan pasar, masih terjaga di kisaran 7,14 persen per 17 Oktober 2019, jauh lebih rendah dibandingkan dengan 8,01 persen pada awal tahun. Yield turun semakin rendah menandakan harga yang semakin tinggi di pasar karena mengindikasikan banyaknya permintaan.

Pada saat yang sama, tingkat inflasi September 2019 masih terjaga di 3,9 persen, masuk dalam kisaran 4 persen plus minus 1 persen yang ditetapkan Bank Indonesia. Oleh karena itu, analis Bareksa melihat pasar obligasi Indonesia masih sangat atraktif untuk peringkat investment grade atau layak investasi (BBB).

Investor asing saja tertarik untuk membeli surat utang negara Indonesia, kita yang warga negara Indonesia harusnya juga tidak mau kalah. Bagaimana caranya? Kita bisa membeli SUN atau SBN yang khusus investor individu atau ritel, termasuk Obligasi Negara Ritel (ORI) seri terbaru ORI016.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di ORI016? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

 

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER