Pemerintah akan Terbitkan ORI016 dan ST006, Ini Catatan ORI015 dan ST005

ORI016 akan diterbitkan 2-24 Oktober 2019, sementara ST006 berkisar 6-20 November 2019
Selasa, 24 September 2019 16:00:42 WIB Issa Almawadi
Image
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman (tengah) bersama jajaran Kemenkeu dan perwakilan mitra distribusi saat acara peluncuran Sukuk Tabungan seri ST005 di kantor Kemenkeu, Jakarta (8/8/2019). (Bareksa/AM)

Bareksa.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderap Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) baru saja menetapkan hasil penawaran instrumen Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008. Hasilnya mencapai Rp1,89 triliun dengan jumlah investor sebanyak 10.219 orang.

DJPPR menyampaikan, SBR008 menjadi SBR terakhir yang diterbitkan pemerintah tahun 2019 ini. Meski begitu, pemerintah masih memiliki rencana untuk menerbitkan dua instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel lainnya. Apa saja itu?

Adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 dengan rencana jadwal penerbitan berkisar 2-24 Oktober 2019. Satu instrumen lainnya adalah Sukuk Tabungan (ST) seri ST006 dengan perkiraan terbit berkisar 6-20 November 2019.

Untuk kamu yang bersiap menjadi investor ORI dan ST, ada baiknya kembali mengetahui apa itu ORI dan ST, seperti penjelasan berikut ini:

ORI dan ST adalah salah dua jenis Surat Berharga Negara (SBN) yang ditujukan khusus investor ritel. Untuk dua instumen ini, ORI merupakan instrumen SBN ritel konvensional, sementara ST SBN ritel berbasis syariah.

ORI

Obligasi Negara yang bisa diperdagangkan oleh investor ritel. Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Kupon ORI bersifat tetap dan dibayar tiap bulan. Sebagai instrumen investasi, Sukri dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Artinya, investor yang membeli ORI tidak harus memegangnya hingga jatuh tempo tetapi bisa menjualnya di pasar.

Terakhir kali, pemerintah melaksanakan penjualan ORI pada Oktober 2018 lalu. Saat itu dengan seri ORI015, pemerintah berhasil mencatat total pemesanan Rp23,38 triliun. Pemesanan tersebut terbilang tinggi, terlebih tingkat kupon ORI saat itu mencapai 8,25 persen per tahun.

Di ORI015, masyarakat bisa mulai memesan dengan hanya Rp1.000.000 dan kelipatannya hingga maksimal Rp3 miliar. ORI ini punya bentu dan karakteristik tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID)

ST

ST secara struktur mirip dengan SBR tetapi berbasis syariah. ST dijual kepada investor individu masyarakat Indonesia melalui agen penjual dengan pembelian minimal Rp1 juta. Kupon ST biasanya floating with floor dan dibayarkan tiap bulan. Sama seperti SBR, ST tidak dapat diperdagangkan, tetapi memiliki fasilitas early redemption.

Sebelum ke rencana penerbitan ST006, pemerintah telah menyelesaikan penjualan ST005 pada akhir Agustus 2019 dengan hasil Rp1,96 triliun. Penjualan ST005 dilakukan dengan akad wakalah dengan jenis imbalan /kupon mengambang dengan imbalan/kupon minimal (floating with floor).

Pada ST005, tingkat imbalan/kupon yang ditawarkan adalah 7,4 persen per annum. Tingkat imbalan/kupon itu juga berlaku sebagai tingkat imbalan/kupon minimal dan imbalan tingkat/kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.

Jadi, seperti itulah gambaran ORI dan ST yang sudah diterbitkan pemerintah sebelumnya. Untuk mengetahui bagaimana rencana penerbitan ORI016 dan ST006 mendatang, pantau terus Bareksa ya.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN di seri berikutnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER