Bareksa-FIFGroup Kerja Sama Kembangkan Marketplace Obligasi Korporasi Ritel

Jumlah nasabah Bareksa kini telah mencapai 510 ribu dengan total dana investasi masyarakat Rp2,6 triliun
Selasa, 28 Mei 2019 09:20:31 WIB Abdul Malik
Image
Co-Founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra (kiri) dan Chief Corporate Communication & EHSSR FIFGROUP, Yulian Warman usai penandatanganan MoU tahap awal kerja sama untuk mengembangkan marketplace obligasi korporasi yang pertama di Indonesia untuk segmen ritel di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Marketplace finansial Bareksa dan PT Federal International Finance atau FIFGROUP, anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan, menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) yang menjadi tahap awal kerja sama untuk mengembangkan marketplace obligasi korporasi yang pertama di Indonesia untuk segmen ritel.

Penandatanganan MOU dilakukan oleh Co-Founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra dan Jerry Fandy selaku Vice President of Corporate Finance and Treasury
FIFGROUP di Jakarta, Senin 27 Mei 2019.

Bareksa merupakan marketplace finansial terbesar saat ini di area e-investing. Menurut data terakhir, jumlah nasabah telah mencapai lebih dari 510.000. Artinya, nasabah Bareksa telah merepresentasikan sekitar 40 persen dari keseluruhan industri. Sejak memperoleh lisensi sebagai agen .penjual efek reksadana dari OJK pertama kali pada 2016 dan ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai mitra distribusi resmi Surat Berharga Negara (SBN) pada Mei 2018 lalu, total dana masyarakat yang telah diinvestasikan masyarakat melalui Bareksa sudah mencapai lebih dari Rp2,6 triliun. Adapun total dana asset under management, sudah melampaui Rp1,1 triliun.

FIFGROUP saat ini merupakan salah satu penerbit obligasi korporasi terbesar di Indonesia, dengan nilai mencapai Rp42 triliun.

Co-Founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses kepada masyarakat luas terhadap obligasi korporasi, sehingga dapat menumbuhkan uang simpanan mereka.

“Selama ini, kita tahu, akses masyarakat terhadap obligasi masih sangat terbatas. Padahal, potensi imbal hasilnya bagus sekali sehingga masyarakat kita bisa menjadi lebih sejahtera. Hal ini juga sangat strategis untuk stabilitas perekonomian nasional dan pasar modal kita yang selama ini punya ketergantungan yang sangat besar pada investor asing dan institusi,” kata Karaniya.

“Sebagai marketplace investasi terintegrasi, Bareksa terus bergerak menyediakan akses bagi masyarakat terhadap berbagai produk investasi. Setelah reksadana dan obligasi pemerintah, kini kami bekerja sama dengan FIFGROUP untuk melakukan penjualan obligasi korporasi ritel secara online yang pertama di Indonesia.”

Potensi di area ini sangat besar, setelah Bareksa berhasil membuktikan bagaimana teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk melakukan edukasi, memperluas akses, dan
memperdalam pentrasi dunia keuangan di Indonesia secara masif.

Inisiatif e-SBN telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Saat ini, sudah ada lebih dari 17 ribu nasabah yang terdaftar di Bareksa untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) Ritel dan Sukuk Ritel--hanya dalam satu tahun sejak Bareksa ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai mitra distribusi online--dengan total dana investasi masyarakat mencapai lebih dari Rp230 miliar.

“Dan angka ini tengah terus bertumbuh dengan pesatnya,” Karaniya menambahkan. “Ini tren yang sangat bagus dan penting untuk industri keuangan kita.”

Tingginya pertumbuhan minat masyarakat terhadap obligasi ritel online juga tercermin pada data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan. Penjualan obligasi secara online telah berhasil mendongkrak jumlah investor ritel pada penjualan beberapa seri Savings Bond Ritel (SBR). Untuk SBR003, penjualan online bisa menarik 7.642 investor individu--meningkat 16,5 persen dibandingkan jumlah investor SBR002. Tren pertumbuhan ini berlanjut di seri SBR004 dengan jumlah investor 21.672 individu, atau nyaris tiga kali lipat dari seri sebelumnya.

Menariknya, mayoritas investor SBR online (50,6 persen) berusia di bawah 40 tahun. Padahal, ketika SBR masih dijual hanya secara offline, 77,5 persen investor berusia di atas 40 tahun.

Jerry Fandy selaku Vice President of Corporate Finance and Treasury FIFGROUP mengatakan masuknya FIFGROUP ke pasar ritel karena segmen ini sangatlah potensial, namun belum banyak disentuh. Kerja sama dengan perusahaan fintech seperti Bareksa diyakini akan semakin memperluas edukasi dan akses bagi investor ritel untuk membeli berbagai obligasi yang diterbitkan FIFGROUP ke depan, secara mudah dan cepat.

“Berdasarkan pengalaman kami menerbitkan obligasi untuk investor ritel, kami melihat ada potensi yang sangat besar. Edukasi dan akses yang mudah adalah dua kunci utama, karena itu kami bekerja sama dengan Bareksa sehingga bisa menyentuh lebih banyak investor ritel di Indonesia,” kata Jerry. “Untuk itu kami akan melakukan berbagai penyesuaian supaya obligasi ritel kami bisa berkesesuaian dengan kebutuhan investor di segmen ini. Salah satunya, kami melihat ada ketertarikan yang cukup besar untuk denominasi yang lebih rendah.”

Bareksa adalah marketplace finansial dan investasi terintegrasi terbesar di Indonesia, yang telah mendapat lisensi resmi sebagai agen penjual reksadana dari Otoritas Jasa Keuangan sejak 2016 dan pada Mei 2018 telah ditunjuk sebagai mitra distribusi Kementerian Keuangan RI. Kini, Bareksa menjual lebih dari 212 produk reksadana dari 43 manajer investasi di Indonesia dan memiliki lebih dari 510 ribu nasabah. Sebagai mitra distribusi Kementerian Keuangan, Bareksa juga menjual Surat Berharga Negara
Retail secara online. Bareksa menyediakan berbagai layanan untuk pengguna dan nasabahnya seperti data industri keuangan, konten, online tools, riset, dan banyak lainnya.

PT Federal International Finance merupakan anak perusahaan Grup Astra yang bergerak di bidang usaha pembiayaan ritel khusus sepeda motor Honda yang diproduksi oleh PT Astra Honda Motor Tbk., anak perusahaan PT Astra International Tbk. Tepat 1 Mei 2013. Perseroan melakukan proses rebranding dengan meluncurkan new identity
berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIFGROUP yang merupakan grup manajemen dari FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna dan AMITRA yang melayani pembiayaan syariah. FIF merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia dengan 206 kantor cabang dan 416 Point of Service (POS)

(*)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER