BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

IHSG Lagi “Tarik Napas”, Ini 4 Saham Potensial Buat Trading Jangka Pendek Hari Ini

Abdul Malik06 Februari 2026
Tags:
IHSG Lagi “Tarik Napas”, Ini 4 Saham Potensial Buat Trading Jangka Pendek Hari Ini
Ilustrasi seorang trader investor sedang melihat hasil investasi trading saham setelah mengikuti stock pick dari Bareksa. (Shutterstock)

IHSG berpeluang konsolidasi. Ciptadana merekomendasikan saham ACES, CPIN, EXCL, dan PGEO untuk trading jangka pendek hari ini.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (6/2) merekomendasikan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 6 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan berpeluang konsolidasi.

1. ACES: Beli spekulatif di Rp406

Saham ACES hari ini naik 2,01% dan ditutup di harga Rp406 (5/2). Kenaikan ini menunjukkan adanya pantulan harga setelah sebelumnya melemah. Namun, perlu dicatat bahwa secara tren yang lebih besar, pergerakan ACES masih cenderung turun, sehingga kenaikan ini belum bisa dianggap sebagai tanda pembalikan arah yang benar-benar kuat.

Artinya, selama harga belum mampu menembus area Rp422 hingga Rp464 dengan volume transaksi yang besar, kenaikan ACES masih sebaiknya dianggap sebagai pantulan jangka pendek, bukan awal tren naik baru. Di sisi bawah, area Rp390–402 saat ini menjadi penopang yang cukup kuat dan membantu menahan penurunan harga.

Promo Terbaru di Bareksa

Pergerakan terakhir menunjukkan ACES mulai memantul pelan dengan transaksi yang mulai meningkat, yang membuka peluang untuk trading jangka pendek. Bagi investor yang siap dengan risiko, ACES bisa dipertimbangkan untuk beli spekulatif di sekitar Rp406, dengan batas kerugian di Rp396, dan target ambil untung di sekitar Rp418.

2. CPIN: Beli spekulatif di Rp4.520

Saham CPIN hari ini naik 1,57% dan ditutup di harga Rp4.520 (5/2). Kenaikan ini menandakan adanya peluang pantulan harga setelah sebelumnya melemah. Meski begitu, secara arah yang lebih besar, CPIN masih berada dalam tren turun jangka menengah, sehingga penguatan saat ini belum bisa dianggap sebagai perubahan tren.

Harga CPIN sebelumnya sempat turun hingga area Rp4.100, yang kini terlihat menjadi batas bawah yang kuat dan berhasil menahan penurunan. Dari pergerakan terakhir, terlihat tanda-tanda harga mulai memantul dengan volume transaksi yang meningkat, yang biasanya menunjukkan minat beli mulai masuk.

Dengan kondisi tersebut, CPIN lebih cocok diperlakukan sebagai peluang trading jangka pendek. Bagi investor yang siap dengan risiko, CPIN bisa dipertimbangkan untuk beli spekulatif di sekitar Rp4.520, dengan batas kerugian di Rp4.420, dan target ambil untung di sekitar Rp4.640.

3. EXCL: Beli saat harga melemah di Rp2.710

Saham EXCL hari ini turun cukup tajam 5,81% dan ditutup di harga Rp2.920 (5/2). Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga naik kencang, sehingga tekanan jual yang muncul sekarang bisa dibilang sebagai koreksi jangka pendek.

Dari pergerakan harian, kondisi pasar menunjukkan momentum naik mulai melemah dan berganti dengan fase penyesuaian. Namun, indikator teknikal sudah mendekati area jenuh jual, yang berarti peluang pantulan harga dalam waktu dekat tetap terbuka. Saat ini harga EXCL sedang menguji area penopang di sekitar Rp2.830.

Jika tekanan jual berlanjut, area Rp2.710 menjadi batas bawah penting yang perlu diperhatikan. Di level tersebut, EXCL bisa dipertimbangkan untuk dibeli saat harga melemah, dengan catatan siap menahan risiko. Strategi yang umum digunakan adalah beli di sekitar Rp2.710, pasang batas kerugian di Rp2.650, dan target ambil untung di kisaran Rp3.030.

4. PGEO: Beli spekulatif di Rp1.140

Saham PGEO hari ini naik 1,79% dan ditutup di harga Rp1.140 (5/2). Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan harga dalam jangka pendek setelah sebelumnya sempat turun dan membentuk area dasar di kisaran Rp960 hingga Rp1.060.

Pantulan ini terjadi karena area tersebut menjadi penopang yang kuat, sehingga minat beli mulai muncul. Meski begitu, secara gambaran besar, pergerakan PGEO masih perlu dicermati karena harganya masih berada di bawah jalur tren turun utama. Artinya, kondisi pasar secara keseluruhan masih cukup berhati-hati, dan kenaikan saat ini belum sepenuhnya bisa disebut tren naik yang kuat.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan PGEO lebih cocok dilihat sebagai peluang pantulan atau upaya awal untuk berbalik arah di tengah tren yang masih melemah. Bagi investor yang siap dengan risiko, PGEO bisa dipertimbangkan untuk beli spekulatif di sekitar Rp1.140, dengan batas kerugian di Rp1.090, dan target ambil untung di sekitar Rp1.205.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup di level 8.104, turun 43 poin atau sekitar 0,53% (5/2/2026). Sepanjang perdagangan, pergerakan indeks cukup terbatas dengan posisi tertinggi di 8.214 dan terendah di 8.103. Saham-saham besar seperti TLKM, GOTO, dan AMMN menjadi yang paling memengaruhi naik-turunnya IHSG.

Dari sisi pergerakan harga, penurunan ini tergolong wajar karena IHSG sedang mengalami koreksi jangka pendek setelah sebelumnya naik cukup kencang. Meski begitu, kondisi pasar secara umum masih tergolong sehat. IHSG masih bergerak di atas level penopang utama, sehingga tren jangka menengahnya masih mengarah naik.

Saat ini IHSG cenderung bergerak mendatar di kisaran 8.100 hingga 8.300. Ini menunjukkan pasar sedang “mengambil napas”, bisa bergerak bolak-balik atau turun tipis sebelum melanjutkan arah berikutnya. Selama tidak menembus area bawah, koreksi ini masih dianggap normal dalam tren naik yang lebih besar.

Ke depan, jika IHSG mampu kembali menguat, area 8.525 hingga 8.700 akan menjadi tantangan terdekat, dengan potensi target lebih tinggi di sekitar 9.174. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, area 7.854 menjadi penopang awal yang perlu dijaga, sebelum risiko turun lebih dalam ke kisaran 7.500-an.

Kesimpulan

Di tengah pergerakan IHSG yang cenderung konsolidasi, peluang trading jangka pendek masih terbuka pada saham-saham tertentu. ACES dan CPIN menunjukkan potensi pantulan setelah melemah, EXCL menarik dicermati saat menguji area bawah, sementara PGEO mulai memantul dari zona penopang. Selama IHSG bertahan di atas area kunci, koreksi yang terjadi masih tergolong wajar dan dapat dimanfaatkan secara selektif oleh trader jangka pendek.

FAQ

1. Apa arti IHSG konsolidasi bagi trader?
IHSG konsolidasi berarti indeks bergerak mendatar dalam rentang tertentu, sehingga peluang lebih banyak datang dari saham individual, bukan dari pasar secara keseluruhan.

2. Apakah rekomendasi ini cocok untuk investor jangka panjang?
Rekomendasi ini lebih ditujukan untuk strategi trading jangka pendek, bukan investasi jangka panjang.

3. Mengapa perlu menggunakan stop loss saat trading?
Stop loss membantu membatasi potensi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai dengan perkiraan.

4. Apakah saham yang sedang turun selalu buruk untuk dibeli?
Tidak selalu. Dalam kondisi tertentu, saham yang turun ke area penopang justru bisa memberi peluang pantulan jangka pendek.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,17

Up0,09%
Up4,62%
Up0,31%
Up9,18%
Up19,34%
Up10,20%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.191,16

Up0,43%
Up3,95%
Up0,54%
Up8,77%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.163,36

Up0,59%
Up4,40%
Up0,71%
Up8,60%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.047,21

Down- 0,90%
-
Down- 0,04%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua