BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Green Sukuk ST016T4 Tawarkan Kupon 6,25%, Ini Contoh Proyek Hijau yang Dibiayai

Abdul Malik09 Mei 2026
Tags:
Green Sukuk ST016T4 Tawarkan Kupon 6,25%, Ini Contoh Proyek Hijau yang Dibiayai
Ilustrasi di instrumen investasi yang tidak hanya aman, cuan dan peduli terhadap pelestarian lingkungan, salah satunya di reksadana ESG dan Green Sukuk Ritel, yakni ST016 tenor 4 tahun atau ST016T4. (Shutterstock)

Green Sukuk ST016T4 ditawarkan 8 Mei–3 Juni 2026, kupon minimal 6,25% per tahun bebas pajak. Lebih tinggi dari deposito dan bunga LPS. Dana masuk proyek hijau teraudit. Simak fakta lengkapnya.

Bareksa - Pemerintah resmi membuka penawaran Green Sukuk Seri ST016T4 mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Instrumen investasi syariah tenor 4 tahun ini menawarkan kupon floating with floor sebesar 6,25% per tahun (BI rate + 150 bps) — lebih tinggi 80 basis poin dibanding seri sebelumnya ST015T4.

Setelmen dilakukan pada 10 Juni 2026 dengan jatuh tempo 10 Mei 2030. Minimum pembelian Rp1 juta, maksimum Rp10 miliar, dan kupon dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan.

Seluruh dana yang terkumpul dari ST016T4 dialokasikan khusus untuk membiayai proyek-proyek hijau dalam APBN 2026, bukan sekadar janji, melainkan kewajiban yang teraudit BPK dan dilaporkan transparan oleh Kementerian Keuangan setiap tahun melalui Green Sukuk Allocation and Impact Report.

Promo Terbaru di Bareksa

Berdasarkan laporan terbaru Kemenkeu 2025, dana Green Sukuk generasi sebelumnya (ST012T4 dan ST013T4) telah mendanai puluhan proyek nyata yang berdampak terukur di seluruh Indonesia.

Apa Saja Proyek Hijau yang Dibiayai Green Sukuk?

Berdasarkan Green Sukuk Allocation and Impact Report 2025 Kementerian Keuangan, dana Green Sukuk Ritel dialokasikan ke lima sektor utama berikut:

Sektor
Proyek Nyata
Dampak Terukur

Pengelolaan Air & Irigasi

Pembangunan 11 bendungan + revitalisasi Danau Rawa Pening

Tambah kapasitas tampung 249,46 juta m³

Ketahanan Iklim & Mitigasi Banjir

Infrastruktur banjir IKN Nusantara, tanggul sungai 25,34 km

Kurangi area rawan banjir 404,8 hektare

Transportasi Berkelanjutan

KRL Jabodetabek, kereta Medan–Binjai, Makassar–Parepare

Kurangi emisi 1,63 juta ton CO₂e per tahun

Energi Terbarukan

Panel surya Istana Yogyakarta & Bali, pos pantau gunung api

Kurangi emisi 276 ton CO₂e/tahun, hasilkan 325 MWh listrik

Bangunan Hijau

Rusun PNS UGM Yogyakarta (panel surya, area hijau)

Efisiensi energi & pengurangan dampak lingkungan

Sumber: Green Sukuk Allocation and Impact Report 2025 Kementerian Keuangan

Sejak pertama kali diterbitkan pada 2018, Indonesia telah menjadi pelopor Green Sukuk berdaulat pertama di dunia dan meraih puluhan penghargaan internasional.

Secara kumulatif, total dana Green Sukuk yang berhasil dihimpun mencapai USD 6,60 miliar melalui jalur global, IDR 40,60 triliun melalui sukuk ritel seri ST, dan IDR 31,17 triliun melalui sukuk wholesale PBSG — seluruhnya masuk ke proyek lingkungan yang terverifikasi.

Imbal Hasil Bersih ST016T4 vs Deposito: Mana Lebih Menguntungkan?

Perbandingan ini menggunakan asumsi pokok Rp100 juta. Imbalan ST016T4 dikenakan pajak 10%, sedangkan bunga deposito dikenakan pajak 20%.

Bunga LPS yang dijadikan acuan adalah tingkat bunga penjaminan LPS untuk rupiah per Mei 2026 sebesar 3,5% per tahun.

Instrumen
Kupon/Bunga Kotor
Pajak
Imbal Hasil Bersih
Imbal Hasil Setahun (Rp100 juta)

Green Sukuk ST016T4

6,25%

10%

5,625%

Rp5.625.000

Deposito bank (acuan LPS 3,5%)

3,50%

20%

2,80%

Rp2.800.000

Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah

Selisih imbal hasil bersih ST016T4 dibanding deposito acuan LPS mencapai 2,825% per tahun, atau setara Rp2.825.000 per tahun untuk setiap Rp100 juta yang diinvestasikan.

Keunggulan ini semakin signifikan pada pokok yang lebih besar dan tenor penuh 4 tahun. Selain itu, kupon ST016T4 bersifat floating, artinya jika BI Rate naik, kupon ikut naik dari batas minimal 6,25%, sementara deposito umumnya dikunci pada tingkat bunga saat pembukaan.

Fakta Penting ST016T4

  • Masa penawaran: 8 Mei – 3 Juni 2026 (tutup pukul 12.00 WIB)

  • Kupon: 6,25%/tahun (floating with floor, BI rate + 150 bps), pajak 10%

  • Jatuh tempo: 10 Mei 2030 (4 tahun)

  • Early redemption: 26 April – 3 Mei 2028, setelmen 10 Mei 2028, maksimal 50% kepemilikan

  • Minimum: Rp1 juta | Maksimum: Rp10 miliar

  • Agen pembayar: Bank Indonesia

  • Akad: Wakalah, 100% non-tradable

  • Penerbit: Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia

Cara Membeli ST016T4

ST016T4 dibeli secara daring melalui 32 mitra distribusi resmi Kemenkeu salah satunya Super App Bareksa. Proses pembelian terdiri dari empat tahap: registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan, semua dilakukan daring tanpa perlu ke kantor.

Kesimpulan

Green Sukuk ST016T4 menawarkan imbal hasil bersih 5,625% per tahun setelah pajak 10%, hampir dua kali lipat deposito yang mengacu bunga penjaminan LPS 3,5% dengan pajak 20%. Selain keunggulan imbal hasil, ST016T4 dijamin penuh oleh pemerintah, berbasis syariah, dan seluruh dananya terbukti masuk ke proyek hijau nyata yang teraudit dari bendungan, kereta listrik, hingga panel surya. Masa penawaran ditutup 3 Juni 2026.

FAQ

1. Apa itu Green Sukuk ST016T4?
Green Sukuk ST016T4 adalah Sukuk Tabungan tenor 4 tahun berformat hijau yang diterbitkan Kemenkeu mulai 8 Mei–3 Juni 2026 dengan kupon minimal 6,25% per tahun, dijamin pemerintah, dan seluruh dananya digunakan untuk proyek lingkungan hidup.

2. Berapa imbal hasil bersih ST016T4 setelah pajak?
Kupon ST016T4 dikenakan pajak 10%, sehingga imbal hasil bersih adalah 5,625% per tahun — jauh lebih tinggi dibanding deposito yang dikenakan pajak 20% dengan bunga acuan LPS 3,50%, yang menghasilkan imbal hasil bersih hanya 2,80% per tahun.

3. Apakah kupon ST016T4 bisa naik?
Ya. ST016T4 menggunakan skema floating with floor, kupon dapat naik mengikuti BI Rate, tetapi tidak akan turun di bawah batas minimal 6,25% per tahun hingga jatuh tempo.

4. Apakah bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa, melalui fasilitas early redemption maksimal 50% dari kepemilikan per transaksi, dengan periode pengajuan 26 April–3 Mei 2028 dan setelmen 10 Mei 2028.

5. Apa risiko investasi ST016T4?
Risiko gagal bayar sangat rendah karena dijamin pemerintah berdasarkan UU SBSN dan APBN. Risiko utama adalah likuiditas, karena ST016T4 tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum periode early redemption.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ST016 di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua