Berita / SBN / Artikel

Mau Investasi SR017? Kenali Istilah Terkait Sukuk Ritel dan SBN Ini

SR017 adalah jenis SBN ritel yang bersifat tradable alias bisa diperdagangkan di pasar sekunder
Hanum Kusuma Dewi • 03 Aug 2022
cover

Ilustrasi investor wanita belajar dengan menulis di buku mengenai investasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Sukuk Ritel seri SR017. (shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah akan menawarkan instrumen surat berharga negara (SBN) untuk investor ritel berjenis Sukuk Ritel seri SR017. Pembelian produk investasi syariah yang dijamin negara ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran, yang rencananya akan dimulai pada 19 Agustus 2022. 

SR017 adalah jenis obligasi syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang memiliki masa berlaku 3 tahun. SR017 bersifat tradable, alias bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder. 

Sukuk adalah pernyataan kepemilikan terhadap aset negara, dan bukan surat utang. Sukuk adalah instrumen syariah karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan mendapatkan fatwa atau opini syariah dari Majelis Ulama Indonesia. 

Baca juga Di Tengah Gejolak Pasar Global, Apakah SBN Ritel seri SR017 Aman dan Cuan?

Ingin investasi SBN jenis Sukuk Ritel SR017? Pelajari dulu istilah-istilah terkait SBN berikut ini

1. Tenor dan Maturity

Tenor adalah jangka waktu investasi atau masa berlaku SBN. Setelah jangka waktu ini habis, maka SBN akan jatuh tempo (mature). Artinya, uang pokok (modal) pemegang SBN akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah. Tenor Sukuk Ritel biasanya adalah tiga tahun.

2. Kupon

Kupon adalah imbal hasil yang dibayar kepada pemilik (investor) SBN. Imbal hasil ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan setiap bulan sekali, dengan besaran kupon per tahun dibagi 12.

Jenis kupon bisa saja fixed (tetap) atau floating (mengambang). Kupon fixed besarannya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo. Sementara kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan.

Kupon Sukuk Ritel biasanya bersifat fixed, alias tetap dari awal penawaran hingga jatuh tempo. 

3. Masa Penawaran

Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditetapkan pemerintah untuk mengumpulkan pesanan/transaksi dari calon investor SBN. Masa Penawaran SR017 akan dimulai pada 19 Agustus hingga 14 September 2022 (tentatif). 

4. Setelmen

Setelmen adalah tanggal penyelesaian. Artinya, pada tanggal ini seseorang yang telah memesan SR017 pada masa penawaran sudah resmi menjadi investor. Mulai tanggal setelmen, perhitungan kupon Sukuk Ritel pun dimulai.

5. Kuota

Pemerintah menetapkan nilai minimal pembelian Sukuk Ritel adalah Rp1 juta (1 unit). Kemudian, seorang investor bisa membeli berkali-kali dalam masa penawaran tetapi total nilai pembelian yang bisa dilakukan adalah maksimal Rp2 miliar (2.000 unit) untuk satu individu. Artinya, kuota individu adalah sebesar Rp2 miliar untuk seri SR017. 

Pemerintah juga menetapkan kuota nasional, atau jumlah SR017 yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran. Contoh, pada penerbitan Sukuk Ritel seri sebelumnya, SR016, kuota nasional awal sebesar Rp10 triliun, tetapi bisa dinaikkan hingga Rp20 triliun pada penutupan. 

6. Pasar Perdana

Kegiatan penawaran dan atau penjualan SBN yang dilakukan untuk pertama kali. Pada pasar perdana, investor mendapatkan SBN seri SR017 langsung dari pemerintah. 

Pasar Perdana ini biasanya terjadi pada masa penawaran. Penawaran SR017 rencananya akan dimulai pada 19 Agustus 2022 hingga 14 Agustus 2022 (tentatif). 

7. Pasar Sekunder

Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan obligasi yang sebelumnya telah dijual di pasar perdana. Untuk mempermudah pemahaman, SR017 ibaratnya mobil langka yang hanya dibuat (diterbitkan) pada masa penawaran saja. Kalau ada pembeli yang tidak kebagian mobil langka ini, mereka bisa membelinya dari pemilik sebelumnya di pasar mobil bekas, atau pasar sekunder (secondary market).

8. Tradable

Tradable maksudnya bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Sukuk Ritel SR017 bersifat tradable, sehingga bisa diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Selain SR, jenis SBN ritel lain yang juga tradable adalah Obligasi Negara Ritel atau ORI. 

9. Harga Pari

Harga atau nilai pari adalah nilai yang tercantum pada SBN tersebut. Misal, nilai pari SR017 sebesar Rp1 juta, artinya SBN ini memiliki nilai sebesar nilai pari tersebut pada saat jatuh tempo pelunasan SBN Jadi, kalau investor memegang SR017 hingga jatuh tempo, dia akan menerima kembali semua modalnya di harga pari.

10. Capital Gain

Capital gain adalah sebuah keuntungan yang didapatkan seorang investor dari selisih harga jual dikurangi dengan harga beli SBN. Investor SR017 bisa mendapatkan capital gain bila memperdagangkannya di pasar sekunder.

11. Yield

Yield atau imbal hasil merupakan tingkat pengembalian investasi sebagai persentase dari jumlah investasi awal. Dalam SBN, yield mengukur tingkat pengembalian berdasarkan tingkat suku bunga (kupon), bukan selisih kenaikan harga.

Cara yang paling sederhana untuk menghitung yield adalah dengan rumus : nilai kupon dibagi dengan harga SBN. Karenanya, jika kita membeli suatu SBN di harga parinya (100%), yield SBN itu setara dengan tingkat kuponnya.

Nah, begitu harga SBN itu berubah di pasar, yield-nya juga akan berubah. Yield ini berbanding terbalik dengan harga SBN, sehingga bila yield turun semakin rendah menandakan harga yang semakin tinggi di pasar karena mengindikasikan banyaknya permintaan.

12. Mitra Distribusi

Mitra distribusi adalah perusahaan-perusahaan yang ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai agen penjual SBN Ritel, salah satunya adalah Bareksa.

(hm)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun di Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun di Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk Ritel di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.