Berita / SBN / Artikel

Target Penjualan SBR011 Naik Jadi Rp13 Triliun, Pemesanan Tembus Rp12 Triliun

SBR011 dapat dibeli melalui mitra distribusi, salah satunya Bareksa
Abdul Malik • 14 Jun 2022
cover

Ilustrasi perempuan investor yang bahagia karena telah menyiapkan dana darurat dengan investasi di reksadana pasar uang, juga sudah menyiapkan tabungan masa depannya dengan investasi reksadana jenis lain dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investor terus memborong Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011. Hal Nilai pemesanan SBR011 hingga Selasa siang (14/6/2022) tercatat telah menembus Rp12 triliun. Pemerintah kembali menaikkan target penjualan SBR011 menjadi Rp13 triliun, dari sebelumnya Rp12 triliun.

Sebelumnya, saat peluncuruan SBR011 pada 25 Mei 2022 lalu, pemerintah menyampaikan target awal penjualan SBR011 senilai Rp5 triliun. Dengan begitu nilai pemesanan SBR011 telah mencapai lebih dari dua kali lipat dari target awal penjualan.

Masa penawaran tersisa 1 hari hingga ditutup pada 16 Juni 2022 pukul 10.00 WIB. Nilai pemesanan SBR011 mencatatkan rekor tertinggi baru penjualan SBN Ritel non tradable (tidak bisa diperdagangkan) yang dijual secara online. 

Sebelumnya, rekor tertinggi SBN Ritel non tradable dipegang oleh SBR010 dengan catatan penjualan senilai Rp7,5 triliun, yang ditawarkan pada 21 Juni hingga 15 Juli 2021. Animo investor untuk memesan SBR011 tak surut meskipun saat ini pasar sedang bergejolak akibat sentimen kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Investasi SBR011 dapat dilakukan melalui mitra distribusi, salah satunya Bareksa. Jangan ketinggalan pesan ya bunda. Segara pesan sebelumnya kehabisan kuota pemesanan SBR011

15 Pokok dan Persyaratan SBR011

Rincian pokok-pokok ketentuan dan persyaratan SBR011 adalah sebagai berikut :

1

Periode Registrasi

Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan

2

Masa Penawaran

Pembukaan : 25 Mei 2022 pukul 09.00 WIB

Penutupan : 16 Juni 2022 pukul 10.00 WIB

3

Bentuk dan Karakteristik Obligasi

- Obligasi Negara tanpa warkat; Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder; Tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa

- Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)

4

Tanggal Penetapan Hasil Penjualan

20 Juni 2022

5

Tanggal Setelmen

22 Juni 2022

6

Tanggal Jatuh Tempo

10 Juni 2024

7

Minimum Pemesanan

Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)

8

Maksimum Pemesanan

Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)

9

Jenis Kupon

Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

10

Tingkat Kupon

- Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 22 Juni 2022 s.d. 10 September 2022) adalah sebesar 5,50%, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 3,50% ditambah spread tetap 200 bps (2,00%).

- Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.

- Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada suku bunga acuan (BI-7DRR Rate) ditambah spread tetap 200 bps (2,00%).

- Tingkat kupon sebesar 5,50% adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.

11

Pembayaran Kupon

Tanggal 10 setiap bulan

12

Pembayaran Kupon Pertama Kali

10 Agustus 2022* (long coupon)

*Dalam hal tanggal pembayaran kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

13

Periode Pengajuan Early Redemption

Pembukaan: 26 Juni 2023 pukul 09.00 WIB

Penutupan: 4 Juli 2023 pukul 15.00 WIB

14

Tanggal Setelmen Early Redemption

10 Juli 2023

15

Nilai Maksimal Early Redemption

50% dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi

Sumber: Kementerian Keuangan

Kupon atau imbal hasil SBR011 ditetapkan minimal 5,5 persen, dengan fitur floating with floor (mengambang dengan batas minimal). Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini di level 3,5 persen, maka selisih (spread) imbal hasilnya 2 persen.

Lebih lanjut, Kupon 5,5 persen berlaku sebagai kupon minimal SBR011Sehingga jika nantinya suku bunga acuan BI naik, maka imbal hasil SBR011 berpeluang naik dengan spread tetap 2 persen. Adapun jika suku bunga BI turun lebih rendah dari 3,5 persen, maka kupon SBR011 tidak akan lebih rendah dari batas minimal 5,5 persen.

Simulasi Cuan dari Investasi di SBR011

Sumber: Kementerian Keuangan

Dari hasil simulasi, imbal hasil yang bisa bunda dapatkan jika berinvestasi di SBR011 senilai Rp1 juta, maka akan mendapatkan kupon kotor senilai Rp4.583 per bulan, kemudian dipotong pajak 10 persen, sehingga kupon bersihnya Rp4.125 per bulan.

Jika berinvestasi di SBR011 senilai Rp100 juta, maka bunda akan mendapatkan imbalan kotor Rp458.333, kemudian dipotong pajak 10 persen, sehingga kupon bersihnya Rp412.500 per bulan dan akan lebih besar lagi nilainya jika Anda memesan SBR011 dalam jumlah lebih banyak lagi.

 SBR011 dapat bisa dibeli melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah, salah satunya Bareksa. Yuk cuss segera investasi!

Baca juga : Cara Mudah Dapat Passive Income Rp8,25 Juta per Bulan

Investasi Sekarang

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

Baca juga : SBR011 Segera Terbit, Ini Pengertian SBR dan Cara Daftarnya di Bareksa​​