Berita / SBN / Artikel

Bunga Deposito Tren Menurun, Imbalan SBR010 Makin Menarik

Sistem kupon mengambang dengan batas minimal membuat imbalan SBR010 berpeluang naik lagi
Abdul Malik • 21 Jun 2021
cover

Ilustrasi investasi di surat utang pemerintah SBN baik SUN, SBSN, Sukuk, ORI, hingga SBR. (Shutterstock)

Bareksa.com - Suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) dan deposito perbankan mencatat penurunan pada April 2021. Tren penurunan itu membuat kupon atau imbal hasil investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR010 makin menarik.

Bank Indonesia mencatat, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan mencapai 2,79 persen dan 3,66 persen pada April 2021. Nilai ini menurun masing-masing 153 bps dan 207 bps dibandingkan April 2020.

Sementara di pasar kredit, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan berlanjut, namun secara terbatas. Bank Indonesia mencatat, SBDK perbankan menurun 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87 persen pada April 2021.

Terbatasnya penurunan SBDK didorong oleh kembali meningkatnya komponen margin keuntungan, terutama terjadi pada kelompok Bank Umum Swasta Nasional (BUSN).

Kalkulasi Imbalan SBR010 vs Deposito

Tren menurunnya bunga deposito tersebut tentu membuat SBR010 yang menawarkan imbalan 5,1 persen kian menarik. Sebab imbalan deposito masih harus dipotong pajak 20 persen, adapun SBR010 dikenai pajak hanya 15 persen. 

Dengan asumsi rata-rata bunga deposito saat ini 3,66 persen per tahun, kemudian dipotong pajak 20 persen atau 0,549 persen, maka imbalan bersihnya menjadi 3,111 persen. 

Adapun SBR010 yang memiliki imbalan 5,1 persen, kemudian dipotong pajak 15 persen atau 0,765 persen, maka imbalan bersihnya menjadi 4,335 persen. Dengan demikian imbalan SBR010 terbilang menarik dibandingkan deposito.

Selain itu, sistem kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor) membuat imbalan SBR010 berpeluang naik jika nantinya suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 Days Reverse Repo Rate naik dari level saat ini 3,5 persen.

Pemerintah menetapkan selisih (spread) tetap 1,6 persen antara imbalan SBR010 dengan suku bunga acuan BI. Artinya jika suku bunga acuan BI naik jadi 4 persen, maka kupon SBR010 berpeluang naik jadi 5,6 persen. 

Apalagi berinvestasi di SBR010 merupakan jenis investasi anti gagal bayar, karena pokok dan imbal hasilnya dijamin oleh negara dan Undang-Undang.

Tertarik investasi?

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka penawaran SBN Ritel jenis SBR010 mulai 21 Juni 2021 hingga 15 juli 2021. Dengan membeli SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara. SBN ritel bisa dipesan di sejumlah mitra distribusi yang ditunjuk Kemenkeu, termasuk Bareksa

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.